Program Corporate Social Responsibility (CSR) Literasi Keuangan Guru OCBC 2026 resmi dimulai melalui kegiatan Opening Ceremony yang diselenggarakan pada Senin, 27 Juli 2026, di SMPN 23 Kota Tangerang Selatan.
Berlangsung pada Juli hingga Oktober 2026, program ini merupakan kolaborasi antara PT Bank OCBC NISP Tbk dan GuruInovatif.id, dengan dukungan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan. Secara keseluruhan, program melibatkan 101 guru jenjang SD dan SMP di Kota Tangerang Selatan untuk memperkuat kompetensi literasi keuangan sekaligus mendorong penerapannya dalam pembelajaran.
Kegiatan di SMPN 23 Kota Tangerang Selatan menjadi salah satu rangkaian awal pelaksanaan program. Melalui pembelajaran, praktik, dan pengembangan media ajar, guru diarahkan untuk memahami literasi keuangan dari dua sisi yang saling berkaitan: kemampuan mengelola keuangan pribadi dan kemampuan mengenalkan konsep keuangan kepada peserta didik melalui pembelajaran yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Menguatkan Literasi Keuangan Guru, Menumbuhkan Kesadaran Finansial Siswa
Literasi keuangan merupakan keterampilan yang dibutuhkan dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari mengatur pemasukan dan pengeluaran, membedakan kebutuhan dan keinginan, menyusun anggaran, hingga mempersiapkan kebutuhan finansial di masa depan. Pemahaman ini penting bagi guru, tidak hanya untuk mendukung pengambilan keputusan keuangan pribadi dan keluarga, tetapi juga sebagai bekal dalam mendampingi peserta didik memahami konsep keuangan sejak dini.
Atas dasar itu, Program Literasi Keuangan Guru OCBC 2026 dirancang untuk mengembangkan kompetensi guru secara bertahap. Guru terlebih dahulu diajak mengenali kondisi keuangan dan memahami prinsip pengelolaan keuangan yang sehat. Selanjutnya, mereka dibekali pendekatan pedagogis untuk menerjemahkan konsep literasi keuangan menjadi pengalaman belajar yang lebih konkret, interaktif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Pendekatan ini menempatkan guru bukan hanya sebagai penerima manfaat program, tetapi juga sebagai penghubung pengetahuan literasi keuangan dengan kehidupan sehari-hari siswa. Melalui pembelajaran yang kontekstual, siswa diharapkan dapat mengenali pentingnya menentukan prioritas, menggunakan uang secara bijak, serta mempertimbangkan konsekuensi dari keputusan yang diambil.
Membuka Kolaborasi untuk Penguatan Kompetensi Guru
Kegiatan Opening Ceremony menjadi momentum untuk menandai dimulainya rangkaian program sekaligus memperkuat komitmen berbagai pihak dalam mendukung peningkatan kapasitas guru.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari Prof. Dr. Nunuk Suryani, M.Pd., selaku Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan, Pendidikan Dasar, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, yang disampaikan secara daring.

Dalam sambutannya, Prof Nunuk menyampaikan dukungan terhadap pelaksanaan Program Literasi Keuangan Guru OCBC 2026 sebagai upaya untuk memperkuat kompetensi guru, khususnya dalam literasi keuangan, sekaligus mendorong pengembangan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan peserta didik.
Kegiatan secara langsung turut dihadiri oleh Kelik Mubiyanto, S.Pd. SD., SH., M.Pd., selaku Kepala Seksi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan; Sylvania Tharina, selaku CSR Specialist OCBC; Ikhsan Putra Budiman, selaku Head of GuruInovatif.id; serta Heny Khristiani, S.Si., M.Pd., selaku Kepala Sekolah SMPN 23 Tangerang Selatan.
Keterlibatan pemerintah daerah, sektor perbankan, mitra pendidikan, dan sekolah menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas pihak dalam memperkuat kompetensi guru. Sinergi ini juga membuka peluang agar pengetahuan yang diperoleh melalui program dapat diterapkan dalam pembelajaran dan memberikan manfaat lebih luas bagi peserta didik.
Mengenali Kondisi Finansial sebagai Langkah Awal Literasi Keuangan
Setelah Opening Ceremony, rangkaian program dilanjutkan dengan In House Training (IHT) Sesi 1 bertema “Fondasi Manajemen Keuangan Pribadi” yang disampaikan oleh Fithri Suciati.
Dalam sesi ini, peserta diajak mengenali kondisi finansial masing-masing melalui aktivitas reflektif dan praktik, salah satunya Financial Fitness Check-up (FFCU). Aktivitas ini membantu peserta melihat kondisi keuangan secara lebih objektif, mengidentifikasi aspek yang perlu diperbaiki, serta mulai menyusun strategi pengelolaan keuangan yang lebih sehat.

Pembelajaran dilanjutkan dengan pembahasan berbagai aspek pengelolaan keuangan, mulai dari perencanaan arus kas, proteksi risiko dan dana darurat, hingga pengenalan investasi dasar. Materi tersebut menjadi fondasi bagi guru untuk memahami bahwa keputusan keuangan sehari-hari membutuhkan perencanaan, pertimbangan yang matang, dan pemahaman terhadap risiko.
Tahap awal ini menjadi landasan bagi rangkaian pembelajaran berikutnya, ketika guru mulai mengembangkan kemampuan untuk mengintegrasikan literasi keuangan ke dalam kegiatan belajar mengajar.
Melalui rangkaian program hingga Oktober 2026, OCBC bersama GuruInovatif.id dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan berupaya memperkuat peran guru dalam membangun pemahaman literasi keuangan. Harapannya, pengetahuan yang berawal dari pengelolaan keuangan pribadi dapat berkembang menjadi pengalaman belajar yang membantu peserta didik membangun kebiasaan finansial yang lebih bijak sejak dini.
Penulis: Shafira | Penyunting: Cahya
Ruang Diskusi
Memuat diskusi menarik...