CSR Perusahaan • 26 Okt 2026

Program Literasi Keuangan Guru OCBC 2026 di SMPN 6 Tangerang Selatan, Bangun Antusiasme Guru untuk Mengintegrasikan Literasi Keuangan dalam Pembelajaran

Program Literasi Keuangan Guru OCBC 2026 di SMPN 6 Tangerang Selatan, Bangun Antusiasme Guru untuk Mengintegrasikan Literasi Keuangan dalam Pembelajaran

Program CSR Literasi Keuangan Guru OCBC 2026 di SMPN 6 Tangerang Selatan membekali 27 guru dengan keterampilan pengelolaan keuangan pribadi dan integrasi literasi keuangan dalam pembelajaran melalui pelatihan, praktik, dan pengembangan perangkat ajar.

Redaksi Guru Inovatif

Redaksi Guru Inovatif

8x Dilihat


Bagikan

Literasi keuangan tidak hanya berkaitan dengan cara mengelola pemasukan, pengeluaran, dan tabungan, tetapi juga mencakup kemampuan mengambil keputusan finansial secara bijak. Di lingkungan sekolah, pemahaman ini dapat diintegrasikan ke dalam berbagai mata pelajaran agar siswa mampu mengenali penerapan konsep keuangan dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk mendukung upaya tersebut, PT Bank OCBC NISP Tbk menyelenggarakan Program CSR Literasi Keuangan Guru OCBC 2026 di SMPN 6 Tangerang Selatan, bekerja sama dengan GuruInovatif.id dan didukung oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan.

Program yang diikuti oleh 27 guru ini berlangsung pada 18 September hingga 9 Oktober 2026 melalui rangkaian pelatihan, praktik, dan pengembangan perangkat ajar. Selain memperkuat pemahaman mengenai pengelolaan keuangan pribadi, program ini membekali guru dengan pendekatan untuk mengintegrasikan literasi keuangan ke dalam pembelajaran secara kontekstual dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

Salah satu hal yang menonjol selama pelaksanaan program adalah antusiasme guru dalam mengikuti setiap sesi. Dukungan kepala sekolah dan wakil kepala sekolah bidang kurikulum turut menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, sehingga peserta memiliki ruang untuk berdiskusi, mengajukan pertanyaan, dan mengeksplorasi penerapan materi secara lebih mendalam.

Memperkuat Pemahaman Pengelolaan Keuangan Pribadi 

Pelatihan pertama yang berlangsung pada 18 September 2026 berfokus pada pengelolaan keuangan pribadi dan keluarga. Para guru mempelajari berbagai konsep penting, mulai dari perencanaan arus kas, pengelolaan anggaran, perlindungan finansial, hingga penyediaan dana darurat.

DSEo82cp9kcRQwxFOkZ2k4S4pgb3rM90h6gtTY5T.jpg

Materi ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperdalam pemahaman mengenai keterampilan finansial yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Kemampuan mengatur pemasukan dan pengeluaran, menentukan prioritas kebutuhan, serta mempersiapkan dana untuk menghadapi situasi tak terduga dapat membantu guru mengambil keputusan keuangan secara lebih terencana. Pemahaman tersebut juga menjadi bekal untuk mengenalkan prinsip pengelolaan uang kepada siswa.

Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan rata-rata nilai peserta dari 47,8 pada pre-test menjadi 85 pada post-test, atau naik sebesar 37,2 poin. Capaian ini mencerminkan peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti pelatihan pengelolaan keuangan pribadi.

Antusiasme Guru Membuka Ruang Diskusi yang Kritis 

Program ini mendapat sambutan positif dari pihak sekolah. Salah satu peserta menyampaikan bahwa selama sekitar dua tahun terakhir, sekolah belum menyelenggarakan program pelatihan serupa. Kehadiran program ini menjadi kesempatan bagi guru untuk memperluas wawasan dan mengembangkan kompetensi profesional.

Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif selama sesi berlangsung. Para guru mengajukan pertanyaan, mendiskusikan materi yang disampaikan narasumber, serta mengeksplorasi penerapan konsep literasi keuangan dalam berbagai situasi.

Keterlibatan tersebut memperkaya proses pembelajaran karena peserta tidak hanya menerima informasi, tetapi juga berupaya memahami alasan di balik konsep yang dipelajari dan relevansinya dengan kehidupan sehari-hari. Diskusi yang terbangun memberikan ruang bagi guru untuk menghubungkan materi pelatihan dengan pengalaman pribadi maupun kebutuhan pembelajaran di sekolah.

Dukungan kepala sekolah dan wakil kepala sekolah bidang kurikulum turut memperkuat pelaksanaan program. Lingkungan yang terbuka terhadap pengembangan kompetensi menjadi salah satu faktor pendukung bagi guru untuk mempelajari pendekatan baru dan mengeksplorasi penerapannya dalam kegiatan belajar mengajar.

Menghadirkan Literasi Keuangan melalui Pembelajaran Kontekstual 

Pada pelatihan kedua, 25 September 2026, peserta mempelajari strategi mengintegrasikan literasi keuangan ke dalam pembelajaran melalui pendekatan pedagogis dan pemanfaatan media interaktif. Guru didorong untuk memahami bahwa literasi keuangan tidak harus diajarkan sebagai materi yang berdiri sendiri, tetapi dapat dihubungkan dengan mata pelajaran yang sudah diajarkan di sekolah.

Ha70SAUXMQlUdsfVybv93Q6ITWlV6WiDuoWWHIV2.jpg

Pendekatan ini relevan bagi siswa sekolah menengah pertama yang mulai berhadapan dengan beragam pilihan dan kebutuhan yang memerlukan pertimbangan. Melalui pembelajaran kontekstual, konsep finansial dapat dikaitkan dengan materi pelajaran sehingga siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mengenali penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Hasil evaluasi pelatihan kedua menunjukkan peningkatan rata-rata nilai dari 40,09 pada pre-test menjadi 93,03 pada post-test, atau naik sebesar 52,94 poin. Peningkatan ini mencerminkan perkembangan pemahaman peserta mengenai strategi mengintegrasikan literasi keuangan ke dalam pembelajaran.

Menghubungkan Literasi Keuangan dengan Mata Pelajaran yang Diampu 

Salah satu karya yang mendapat apresiasi dalam program ini adalah perangkat ajar yang dikembangkan oleh Ibu Fina Rahma berjudul Fisika Kelas 8 IPA: Daya, Energi, Waktu, dan Penghematan Energi.

Melalui materi tersebut, siswa diajak memahami hubungan antara daya peralatan, durasi penggunaan, dan energi yang dikonsumsi. Konsep ini dapat dikaitkan dengan kebiasaan menggunakan peralatan listrik secara bijak, termasuk memahami bahwa penggunaan energi juga berkaitan dengan biaya yang perlu dikeluarkan.

Pendekatan tersebut memperlihatkan bagaimana literasi keuangan dapat diintegrasikan ke dalam berbagai mata pelajaran. Dalam pembelajaran IPA, misalnya, siswa dapat mempelajari konsep energi sekaligus memahami kaitannya dengan keputusan penggunaan listrik di rumah. Dengan demikian, pembelajaran tidak hanya berfokus pada pemahaman konsep sains, tetapi juga membuka kesempatan bagi siswa untuk mempertimbangkan konsekuensi finansial dari pilihan sehari-hari.

Pengembangan perangkat ajar berlangsung pada periode praktik dan diseminasi, yakni 25 September hingga 7 Oktober 2026. Pada tahap ini, guru menerapkan pemahaman yang diperoleh selama pelatihan ke dalam rancangan pembelajaran yang sesuai dengan mata pelajaran dan kebutuhan peserta didik.

Hasil penilaian perangkat ajar menunjukkan rata-rata skor sebesar 84. Penilaian mencakup empat aspek, yaitu integrasi materi literasi keuangan, inovasi media pembelajaran, pengimbasan kepada siswa, serta efektivitas media dalam mendukung proses belajar. Capaian ini menggambarkan upaya guru menerjemahkan materi pelatihan menjadi rancangan pembelajaran yang dapat diterapkan di kelas.

Perkembangan Kompetensi yang Terukur 

Perkembangan peserta juga diukur melalui asesmen kompetensi awal dan akhir program. Rata-rata skor asesmen meningkat dari 6,13 menjadi 9,35, atau bertambah sebesar 3,22 poin. Berdasarkan klasifikasi kompetensi yang digunakan dalam program, rata-rata capaian akhir tersebut berada pada kategori Guru Transformer.

Hasil asesmen ini memberikan gambaran mengenai perkembangan kompetensi peserta dalam memahami konsep keuangan dan mengeksplorasi penerapannya dalam kehidupan sehari-hari maupun konteks pembelajaran.

Dari sisi partisipasi, tingkat kehadiran guru mencapai 95,84% dari keseluruhan sesi. Tingkat kehadiran tersebut, disertai keterlibatan aktif dalam diskusi dan pengembangan perangkat ajar, mendukung proses penguatan kompetensi guru selama program berlangsung.

Memperluas Manfaat Literasi Keuangan di Sekolah 

Program Literasi Keuangan Guru OCBC 2026 di SMPN 6 Tangerang Selatan menunjukkan pentingnya menyediakan ruang belajar bagi guru untuk memperkuat pemahaman finansial sekaligus mengembangkan pendekatan pembelajaran yang relevan. Pelatihan pengelolaan keuangan pribadi, diskusi interaktif, dan pengembangan perangkat ajar menjadi bagian dari upaya menghubungkan pengetahuan finansial dengan praktik pendidikan.

Melalui program ini, OCBC bersama GuruInovatif.id dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan mendukung pengembangan kapasitas guru agar literasi keuangan dapat diperkenalkan melalui berbagai konteks pembelajaran. Perangkat ajar yang menghubungkan konsep energi dengan penghematan biaya listrik menjadi salah satu contoh bagaimana materi pelajaran dapat dimanfaatkan untuk memperluas pemahaman siswa mengenai pengelolaan sumber daya.

Pada akhirnya, literasi keuangan tidak hanya berkaitan dengan pengetahuan tentang uang, tetapi juga kemampuan mempertimbangkan pilihan dan konsekuensinya. Dengan dukungan guru yang memiliki pemahaman serta pendekatan pembelajaran yang tepat, siswa diharapkan dapat mengembangkan kemampuan mengambil keputusan secara bijak sebagai bekal menghadapi kehidupan sehari-hari.


Penulis: Shafira | Penyunting: Cahya

Ruang Diskusi

Loading comments...

Memuat diskusi menarik...

Akses Terbatas?
Buat Akun Gratis di Guru Inovatif
Sekarang Juga!

Ikuti pelatihan dan event secara gratis, perluas wawasan, dan dapatkan sertifikat ber-JP yang akan membantu kenaikan pangkat di tempat kerja Anda.

Daftar Akun Gratis

Halo! 👋 Ada yang bisa GuruInovatif bantu hari ini?

GuruInovatif Live Chat