Nothing is imposible in this world , what we look upon today, tomorrow may be an acomplished Fact
Saya memulai tulisan ini dengan quote dari pahlawan yang menginspirasi saya dalam menulis Raden Ajeng Kartini. “Tidak ada yang mustahil di dunia ini. Apa yang kita anggap sebagai kemustahilan hari ini, besok mungkin akan menjadi kenyataan."
Perkenalkan nama saya Rita Wati akrab disapa dengan Cikgu Rita, bertugas di SMP Negeri 2 Mendoyo Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali. Bagi saya, Cikgu bukan sekadar sapaan. Ia adalah komitmen untuk terus berbagi inspirasi dan tumbuh bersama di ruang digital lewat blog www.cikgurita.com dan chanel youtube Cikgu Rita sejak lima tahun silam.
Tiada menyangka tahun 2021 adalah tahun yang membawa perubahan besar dalam karir Cikgu sebagai seorang guru. Dalam rangka Hari Guru Nasional Cikgu mendapatkan penganugerahan Guru Inspiratif Terbaik Kemendikbudristek untuk jenjang SMP. Sejak itu semangat berinovasi dan menginspirasi terus Cikgu jalani hingga mendapatkan berbagai apresiasi dan penghargaan lainnya dalam berbagai even dan lomba terkhusus dalam lomba blog, video pembelajaran dan menulis artikel yang berkaitan dengan dunia pendidikan.

Kegiatan pembelajaran dengan menggunakan robotik truetrue dalam pembelajaran algoritma (dokpri)
Bukan Sekadar Profesi, Panggilan Hati Menjadi Pendidik
Perjalanan Cikgu Menjadi Guru dimulai ketika masuk kuliah tahun 2001 di Yogyakarta. Saat itu Cikgu secara tidak sengaja bertemu dengan teman-teman kos yang aktif berorganisasi. Kala itu Cikgu diminta untuk membantu mengajar warga sekitar terkhusus anak sekolah, lansia yang belum mengenal huruf hijaiyah dan belum bisa membaca Al-Quran serta membantu mahasiswa baru membahas soal-soal untuk mengikuti Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UMPTN) yang saat ini berubah nama menjadi Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).
Rutinitas itu menjadi bagian dari kehidupan Cikgu hingga menjadi hobi dan pada akhirnya profesi guru Cikgu tekuni di lingkungan pendidikan formal sejak tahun 2006. Sebelum mendapatkan penganugerahan Cikgu adalah guru biasa layaknya kebanyakan guru yang hadir ke sekolah untuk mengajar, mendidik dan membimbing siswa dengan tugas tambahan sebagai Kepala Lab Komputer dan Operator Dapodik.
Apakah Guru Harus Juara?
Kala di Sekolah Dasar Cikgu sudah sangat tertarik untuk menjadi guru, karena sering melihat guru yang selalu bersemangat dalam mengajar, mendidik, membimbing dan membina siswa menjadi inspirasi tersendiri. Akan tetapi di dalam benak Cikgu ketika itu untuk menjadi seorang guru wajib pintar dan juara kelas. Padahal ketika SD Cikgu tidak sempat mencapai juara hanya mentok di rangking IV. Singkat cerita hingga jenjang SMA walaupun senang belajar prestasi Cikgu hanya sampai pada rangking III, padahal usaha dan kerja keras sudah Cikgu lakukan tapi takdir masih berkata lain, impian untuk merasakan juara 1 sepanjang di sekolah dasar dan menengah belum terwujud.
Selesai SMA Cikgu melanjutkan pendidikan S1, karena mengambil jurusan sistem Informasi keinginan menjadi guru pun mulai terlupakan. Ketika kuliah yang Cikgu fokuskan adalah segera lulus karena tidak ingin membebani orang tua. Tidak disangka berkat kerja keras Cikgu meraih predikat Lulusan Terbaik dan meraih Juara 1 Speech Contest tingkat mahasiswa.
Sungguh sangat mengharukan bagi Cikgu, ketika duduk dibangku sekolah bersaing dengan sahabat sekelas Cikgu belum mampu untuk mencapai puncak prestasi tapi Allah kabulkan kala Cikgu menjadi mahasiswa. Penantian yang cukup Panjang 16 tahun menanti baru dapat merasakan menjadi sang juara, hingga meraih Penganugerahan Guru Inspiratif Terbaik Kemendikbudristek. Dari situ Cikgu meyakini Dream will come true yang terpenting never give up.
Berawal dari coba-coba
Semua berawal dari pandemi Covid-19, masa dimana kita harus beradaptasi dengan kebiasaan-kebiasaan baru yaitu beraktivitas dari rumah (belajar,bekerja, beribadah). Awal menjalani fase ini sungguh sangat berat karena belum terbiasa. Akan tetapi semuanya harus dilalui.
Sebulan pertama ketika pemerintah mengeluarkan Surat Edaran untuk melakukan aktivitas dari rumah. Cikgu merasa rutinitas Cikgu begitu-begitu saja mengajar masih mengandalkan media WA belum banyak mengeksplor tools pembelajaran online. Akhirnya Cikgu mulai coba-coba mengikuti pelatihan, workshop online.
Pelatihan online pertama yang Cikgu ikuti adalah Mengikuti Kelas Belajar Menulis yang diselenggarakan oleh Kogtik yang bekerja sama dengan PGRI. Kelas belajar menulis ini cukup unik hanya diselenggarakan melalui WA Group dengan alasan karena guru-guru di seluruh Indonesia kondisi sinyalnya berbeda-beda sehingga WA adalah media yang sangat memungkinkan agar semua guru yang ingin Belajar Menulis dapat terakomodir.
Kurang cerdas dapat diperbaiki dengan belajar. Kurang cakap dapat dihilangkan dengan pengalaman. Namun, tidak jujur itu sulit diperbaiki.-Mohammad Hatta-
Benar saja kegiatan ini diikuti oleh guru mulai dari sabang hingga Merauke. Walaupun dilaksanakan secara online melalui WA akan tetapi pesertanya sangat antusias. Kini Kelas Belajar Menulis Online Kogtik dan PGRI ini sudah mencapai gelombang 34 yang telah diikuti oleh ribuan guru akan tetapi peserta yang lulus sekitar ratusan karena masih banyak yang belum menyelesaikan resume dan menerbitkan buku solonya. Sehingga seleksi alam pun terjadi walaupun banyak yang berbondong-bondong bergabung tapi yang lulus jumlahnya baru mencapai 30%.

Menciptakan Warisan Lewat Lembar Demi Lembar Menjadi Sebuah Buku
Keunikan dalam pelatihan ini peserta harus membuat resume yang telah disampaikan oleh narasumber dan di posting ke dalam blog. Untuk kelulusan dan mendapatkan sertifikat pelatihan 40 Jam Pelajaran (JP) ini peserta minimal harus membuat 20 resume yang telah diposting ke dalam blog. Cikgu sangat bersyukur bisa lulus dalam pelatihan ini hingga berhasil menerbitkan buku solo perdana yang berjudul 25 Trik Jitu Menulis dan Menerbitkan Buku.

Tidak hanya Kelas Belajar Menulis yang diselenggarakan oleh PGRI saja, Cikgu juga mengikuti Club Menulis lainnya yaitu AISEI Writing Club. The Association for International minded School Education for Indonesia, (AISEI) adalah sebuah Komunitas Pendidik di Indonesia yang memiliki misi yaitu memperbaiki sistem pendidikan di Indonesia mulai dari akar permasalahannya, memperkenalkan sistem pendidikan asing, meningkatkan profesionalisme serta mengembangkan kompetensi pendidik.
Pelatihan AISEI sedikit berbeda karena pelatihan dilaksanakan melalui zoom. Cikgu juga sangat bersyukur bisa menyelesaikan pelatihan ini selama 5 bulan dan tulisan Cikgu terpilih menjadi buku AISEI perdana yang berjudul Hidden Curriculum (Kurikulum Ngumpet). Sejak saat itu semangat menulis Cikgu membara seperti mendapatkan kekuatan tersendiri hingga Cikgu bisa menghasilkan 4 buku solo, 1 buku duet, dan 11 buku antologi.


Koleksi buku antologi (dokpri)
Sejak mengikuti kedua pelatihan inilah Cikgu memiliki semangat menulis sehingga berbagai artikel dan materi pelajaran Cikgu posting ke dalam blog sehingga Cikgu memiliki 4 alamat blog yang berbeda-beda dan chanel youtube.

Semakin Semangat Mengikuti Pelatihan Online Dan Membuat Konten Pembelajaran
Selesai mengikuti Kelas Belajar Menulis rupanya membuat Cikgu semakin haus dengan ilmu, Cikgu semakin bersemangat untuk mengikuti pelatihan yang diselenggarakan secara online melalui zoom, WA Group, Telegram ataupun youtube. Sehingga banyak ilmu baru yang Cikgu dapati dan menjadi bekal Cikgu sebagai guru untuk memberikan cara baru dengan media baru dalam pembelajaran. Akhirnya Cikgu pun mengembangkan materi pembelajaran dalam bentuk tutorial dan Cikgu upload ke dalam channel youtube Cikgurita dan blog cikgurita.com.
Tanpa terasa konten materi yang berkaitan transformasi teknologi dalam pembelajaran yang Cikgu buat dan posting ke dalam blog dan youtube lambat laun menjadi banyak hingga Cikgu pun berinisiatif mengumpulkan tulisan tersebut dan dijadikan buku dengan judul 25 Tutorial Tools Pembelajaran Daring dan Luring. Buku ini terbit pada tahun 2020 di masa puncaknya pandemi dengan tujuan pada saat itu Cikgu ingin berbagi kepada rekan-rekan guru maupun siswa mengenai 25 tutorial pemanfaatan aplikasi pembelajaran yang user friendly yang dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran baik secara online maupun ofline.
Selain buku 25 Tutorial Tools Pembelajaran Daring dan Luring Cikgu juga menulis buku Knowledge Management Mengintegrasikan Digital Tools dalam Rencana Pembelajaran kolaborasi bersama Prof. Richardus Eko Indrajit. Buku ini membahas pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran seperti manajemen kelas online seperti pemanfaatan google classroom, team office, blog dan lainnya. Pemanfaatan teleconference (whatsapp, webex, google meet, zoom) serta pemanfaatan quiz online (kahoot, whiteboard.fi) dan lainnya.
Buku Knowledge Management (dokpri)
Kelebihan guru jika membuat konten pembelajaran yaitu ikut menyukseskan pembelajaran Deep Learning karena guru akan menyesuaikan materi pembelajaran sesuai dengan tiga konsep pembelajaran dari Deep Learning yaitu: Pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa dan latar belakangnya (Mindful Learning). Pembelajaran yang melibatkan siswa belajar secara aktif dalam mengakses materi dan mempraktekkannya dan menghubungkan dengan realita sehingga menjadikan pembelajaran bermakna (Meaningful Learning) serta meningkatkan motivasi belajar siswa dengan penyampaian materi yang menyenangkan (Joyful Learning).
Guru Kreator: Mengajar di Kelas, Berkarya di Media Sosial
Sebagai guru yang mengajar mata pelajaran Informatika dan Koding Kecerdasan Artifisial pemanfaatan teknologi adalah suatu keharusan. Dalam membuat konten tentu saja Cikgu dibantu aplikasi video editing maupun desain grafis untuk membuat tampilan menjadi lebih menarik. Ada 4 aplikasi andalan yang selalu Cikgu gunakan ketika membuat konten yaitu:
Wondershare filmora
Aplikasi ini cikgu manfaatkan untuk mengedit konten video. Cikgu memilih Wondershare filmora selain mudah, aplikasi ini memiliki fitur lengkap dan fleksibel. Fitur pengeditan yang dimiliki dalam aplikasi wondershare filmora yaitu:
Memotong dan Menggabungkan Klip
Menambahkan Transisi dan Efek yaitu membuat perpindahan antar adegan menjadi lebih halus dan menambahkan sentuhan visual yang menarik dengan transisi dan efek bawaan yang dapat langsung digunakan.
Mengolah Audio dengan menyesuaikan volume, menambahkan musik latar, efek suara, dan melakukan sinkronisasi audio dengan video. Fitur audio ducking juga sangat berguna untuk menonjolkan suara narasi di atas musik.
Menambahkan Teks dan Judul

Canva
Canva adalah aplikasi desain grafis online yang bisa dipakai secara gratis. Aplikasi ini Cikgu gunakan terkhusus untuk membuat presentasi, infografis, desain foto, tabloid sekolah, editing video, serta membuat lembar kerja siswa. Kelebihan yang dimiliki oleh aplikasi Canva sangat mudah digunakan, memiliki berbagai fitur desain dan kemampuan kolaborasi. Berikut ini tampilan akun Canva Cikgu Rita.

Tampilan beranda akun canva (dokpri)
Bandicam
Sebagai guru pembuat konten, khususnya tutorial yang seringkali melibatkan demonstrasi langkah-langkah di layar komputer, Cikgu menyadari betul pentingnya kualitas rekaman layar yang jernih dan mudah diikuti. Dalam perjalanan membuat berbagai tutorial, satu aplikasi yang setia menemani dan menjadi andalan Cikgu adalah Bandicam. Alasan Cikgu memilih bandicam sebagai alat recorder layar memiliki hasil rekaman yang jernih dan tajam, aplikasi ringan tidak membuat komputer menjadi lambat dan fleksibel dalam memilih area layer. Berikut ini slaah satu video pembelajaran pemograman python yang direkam melalui bandicam.
Capcut
Video pendek menjadi primadona konten bagi netizen. Sebagai guru konten yang aktif berbagi momen dan ide, terutama dalam format ringkas yang menarik perhatian, Cikgu sangat mengandalkan kemudahan dan kepraktisan pengeditan video langsung dari ponsel. Tidak hanya video pendek durasi video panjang pun sering Cikgu edit dengan aplikasi Capcut terutama video yang sifatnya mendesak untuk segera dilakukan editing.
Mengajak Guru Ngonten Materi di Blog
Cikgu tidak ingin sendiri dalam mengembangkan materi melalui blog. Cikgu menyarankan kepada Kepala Sekolah mengadakan pelatihan membuat blog untuk guru yang berada di lingkungan internal sekolah. Bersyukur pelatihan berjalan lancar dan sekarang sebagian besar guru di sekolah kami telah memiliki blog yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran. Jika sebelumnya digunakan dalam pembelajaran jarak jauh kini, bisa digunakan untuk blended learning, pengayaan dan tentu saja dapat mendukung Pembelajaran Mendalam.
Berikut ini daftar blog guru yang mengikuti pelatihan pembuatan blog di SMP negeri 2 Mendoyo
Mengukir Nama di Dunia Digital, Berbagi Ilmu di Level Nasional
Tidak hanya berbagi di lingkungan internal sekolah, Keaktifan Cikgu menulis di blog dan membuat materi ternyata meninggalkan jejak digital. Sehingga Cikgu mulai diundang untuk sharing tentang kepenulisan dan blog berbagi inspirasi kepada guru-guru yang masih ragu untuk menuangkan ide. Gagasannya ke dalam tulisan yang dapat menginspirasi banyak orang.
Literasi Blog dan Tutorial Youtube Untuk Mengatasi Learning Loss Mengantar Cikgu Menjadi Guru Inspiratif Kemendikburistek
Keraguan melanda, ketika Petunjuk Teknis Penganugerahan Guru Inspiratif dikeluarkan oleh Dirjen GTK Dikdas. Saat itu Cikgu memperoleh Juknis tersebut dari grup WA pelatihan Belajar Menulis. Ketika membaca juknis Cikgu merasa belum ada praktik baik menarik yang telah Cikgu lakukan, sehingga Cikgu sempat memutuskan untuk tidak mengikuti penganugerahan guru inspiratif.
Akan tetapi menjelang dua hari terakhir pendaftaran ditutup Cikgu terpikir dengan konten materi pelajaran yang telah Cikgu posting kedalam blog dan youtube yang jumlahnya sudah mencapai ratusan serta telah Cikgu jadikan buku sebagiannya. Akhirnya menjelang penutupan pada tanggal 8 November 2021 Cikgu kebut untuk rekaman, membuat best practice dengan judul Literasi Blog dan Tutorial Youtube Untuk Mengatasi Learning Loss. Tiada menyangka dari best practice itu Cikgu terpilih menjadi salah satu guru Inspiratif Terbaik Kemendibudristek tahun 2021.

Go Internasional Berkah Ngonten dan Bergabung Pada Komunitas Pendidikan
Bergabung di berbagai Komunitas membuat Cikgu mendapat informasi tambahan tentang beasiswa, teacher exchange, workshop, lomba serta berbagai informasi lainnya. Begitu juga ketika info tentang ALCoB ICT Volunteer (AIV) Info pendaftaran Cikgu dapati melalui grup WA. Awal mendapatkan informasi tersebut Cikgu belum memahami kegiatan dari AIV ini, tapi formulir tetap Cikgu isi. Dua bulan kemudian Cikgu mendapatkan email jika Cikgu lolos menjadi salah satu peserta dari 1 bersama 159 guru lainnya yang berasal dari Malaysia, Filipina, Thailand dan Indonesia yang akan mengikuti kegiatan AIV secara Virtual. Pada kegiatan tersebut Cikgu mendapatkan kesempatan sebagai Pembicara mewakili peserta dari Indonesia untuk Berbagi Praktik Baik.

Sertifikat Berbagi Praktik Baik dalam kegiatan ALCoB ICT Volunteer (dokpri)
Tidak berhenti disitu dengan aktif di blog dan membuat konten video pembelajaran Cikgu pun mencoba keberuntungan dengan mengikuti kompetisi ibarat pepatah mengatakan “Sekali mendayung dua, tiga pulau terlampaui” dan Cikgu bersyukur mendapatkan kesempatan meraih kejuaraan dalam lomba blog dan sayembara video. Selain itu juga berkat ngonten ini membuka peluang Cikgu belajar Computer Science CS50X Harvard University dalam meningkatkan Digital Skill bagi guru melalui beasiswa microcrendential LPDP tahun 2022. Ketika seleksi wawancara Cikgu menyampaikan salah satu tindak lanjut setelah mengikuti kursus ini Cikgu akan berbagi pengetahuan yang Cikgu peroleh kepada rekan guru melalui diseminasi baik secara online maupun offline serta sharing melalui media youtube dan blog.

Workshop dan wisuda kelulusan CS50x Digital Skill for Teacher Harvard University (dokpri)
Semakin Giat Berinovasi Di Dalam Kelas
Gelar guru inspiratif mengajarkan Cikgu agar tidak berhenti berinovasi dalam memberikan pembelajaran bermutu bagi siswa. Dalam meningkatkan motivasi belajar siswa ada beberapa Praktik Baik yang telah Cikgu terapkan dalam pembelajaran yaitu:
Mengintegrasikan Digital Tools dalam Pembelajaran Berdiferensiasi (2022)
Praktik Baik ini menekankan pemanfaatan media digital yang dimiliki siswa yang diintegrasikan dengan perangkat digital lainnya dalam pembelajaran berdiferensiasi agar siswa mendapatkan pembelajaran sesuai dengan metode yang mereka senangi. Berikut ini link video kegiatan
Pemanfaatan aplikasi Ibis Paint untuk menggali bakat melukis digital siswa(2023)
Praktik Baik ini menekankan pada pemanfaatan gawai yang dimiliki siswa agar dimanfaatkan untuk hal-hal positif salah satunya menggali digital skill siswa dalam melukis digital. Dalam praktik baik ini siswa menghasilkan karya lukisan digital dimana hasil karya mereka dipajang pada pagelaran karya siswa pada hari ulang tahun sekolah. Berikut ini video kegaitan pembelajaran kreativitas dengan IbisPaint
Implementasi CODEWIZ dan TRUETRUE (2024)
Praktik Baik ini menitik beratkan pada pemanfaatan toolkit robotik codewiz dan truetrue untuk meningkatkan pemahaman algoritma siswa dalam pembelajaran koding.Berikut ini video pembelajaran implementasi codewiz dan truetrue
Belajar dengan "GEMBIRA" (Gemini, IbisPaint, Scratch) di tahun 2025
Praktik Baik ini menitik beratkan siswa dalam memanfaatkan aplikasi gemini AI dan IbisPaint untuk membuat program sederhana pada scratch.
Kegiatan Belajar Mengajar dengan mengintegrasikan toolkit codewiz dengan pemograman scratch (dokpri)
Tahun 2026 ini Cikgu fokus pada pemanfaatan Papan Interaktif Digital (PID) dengan mengembangkan gim edukasi yang dibuat dengan bantuan Gemini AI dalam pembelajaran salah satu gim edukasi yang Cikgu buat yaitu Ular Tangga Etika Digital.


Pemanfaatan papan PID dengan game edukasi yang dibuat dengan bantuan AI dalam pembelajaran (dokpri)
Hasil dari inovasi yang Cikgu lakukan ini membuat siswa semakin senang untuk belajar dan bersemangat dalam mengikuti pembelajaran terutama dalam mengerjakan soal. Saat mengerjakan soal siswa merasa sedang bermain sehingga mereka berlomba-lomba berusaha menyelesaikan semua pertanyaan untuk memenangkan permainan. Berikut ini vido inovasi yang telah Cikgu lakukan bersama siswa selama 5 tahun belakangan.
Berbagi Inspirasi
Sampai saat ini Cikgu masih terus berbagi tidak hanya lewat tulisan di blog dan video pembelajaran di youtube akan tetapi menjadi narasumber dalam Kelas Belajar Nulis Nusantara sejak gelombang 16 yang saat ini telah memasuki gelombang 34. Menjadi narasumber Berbagi Praktik Baik pada Komunitas Belajar dan menulis artikel maupun materi pembelajaran yang diposting ke dalam blog. Buku-buku yang Cikgu tulis baik solo maupun antologi Cikgu sumbangkan pada perpustakaan sekolah, Rumah Baca di lingkungan tempat tinggal maupun sebagai hadiah/ doorprize kepada peserta yang mengikuti Pelatihan Belajar Menulis.

Flyer sebagai narasumber dalam seminar/ berbagi Praktik Baik (dokpri)
Cikgu sangat bersyukur berkat ngonten Cikgu berkesempatan mendapatkan penganugerahan Guru Inspiratif Terbaik Kemendikbud, juara blog, menjadi narasumber webinar, menjadi konten kreator, mendapatkan kesempatan belajar CS50x Harvard University dan menjadi 1 dari 160 peserta dari Indonesia, Malaysia, Philipina dan Thailand mengikuti ALCoB ICT Volunteer (AIV) Kerjasama Kemendikbud Indonesia bersama Kementerian Pendidikan Korea Selatan.
Itulah sekelumit cerita bagaimana seorang guru biasa yang mencoba melakukan inovasi dengan membuat konten materi pembelajaran yang dishare lewat blog dan youtube dan pemanfaatan teknologi digital yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik dalam pembelajaran menjadikan guru sebagai pemimpin transformasi digital yang menginspirasi.
#GuruInovatif #Hardiknas2026 #InsanPendidikanBerdampak
Memuat komentar...