“Peran SATGAS SABER ATS dengan metode TALI : Digitalisasi Manajemen dan Pedagogi Naratif-Produktif untuk Menuntaskan Anak Tidak Sekolah dalam Mewujudkan PKBM Unggul di Kabupaten Malang” - Guruinovatif.id

Diterbitkan 04 Mei 2026

“Peran SATGAS SABER ATS dengan metode TALI : Digitalisasi Manajemen dan Pedagogi Naratif-Produktif untuk Menuntaskan Anak Tidak Sekolah dalam Mewujudkan PKBM Unggul di Kabupaten Malang”

Peran SATGAS SABER ATS melalui metode TALI (Temukan, Ajak, Layani, Integrasikan) merupakan strategi terpadu untuk menuntaskan Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kabupaten Malang melalui pendekatan digitalisasi manajemen dan pedagogi naratif-produktif.

Media Pembelajaran

Agus Suparno

Kunjungi Profile
7x
Bagikan

“Peran SATGAS SABER ATS dengan metode TALI : Digitalisasi Manajemen dan Pedagogi Naratif-Produktif untuk Menuntaskan Anak Tidak Sekolah dalam Mewujudkan PKBM Unggul 

di Kabupaten Malang”

 

Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) memiliki peran yang sangat strategis dalam menyediakan layanan pendidikan non formal bagi Anak Tidak Sekolah (ATS), putus sekolah, serta masyarakat yang membutuhkan fleksibilitas belajar. Namun, berdasarkan data Dinas Pendidikan Kabupaten Malang tahun 2024, jumlah ATS di wilayah ini mencapai lebih dari 19.000 anak, sementara kapasitas dan kualitas layanan PKBM masih sangat terbatas. Tiga PKBM yang menjadi lokus pengabdian yaitu PKBM Sultan Agung (Kecamatan Sumberpucung), PKBM Setia Mandiri (Kecamatan Poncokusumo), dan PKBM Nusantara 21 (Kecamatan Pakis) menghadapi permasalahan klasik berupa pendataan warga belajar yang tidak akurat, presensi manual yang tidak disiplin, proses pembelajaran konvensional, serta minimnya keterampilan vokasional yang menghasilkan pendapatan.

Untuk menjawab tantangan tersebut, penulis mengembangkan sebuah inovasi terintegrasi yang menggabungkan dua pendekatan sekaligus yaitu Aplikasi SABER ATS (Sapu Bersih Anak Tidak Sekolah) sebagai sistem manajemen pembelajaran digital yang mencakup data pendaftaran, data tutor dan warga belajar, presensi, asesmen, kurikulum, dan jadwal pembelajaran yang terintegrasi dalam satu aplikasi digital. Pembuatan Aplikasi Manajemen Penanganan ATS

WDbDYdKzQrnTGXOPcWX6dBB9xrIGuHYPitHzMuuY.jpg
Tangkapan Layar Aplikasi Manajemen Penanganan ATS

Dengan suatu model pembelajaran yang dikenal dengan Model TALI (Teknologi Asesmen Lincah dan Inklusif) sebagai metode pedagogi berbasis narasi lokal digital, asesmen lincah, dan program “Belajar Sambil Berproduksi”. Kombinasi ini tidak hanya menyelesaikan masalah administrasi dan akurasi data, tetapi juga mengubah pengalaman belajar warga PKBM menjadi lebih relevan, memberdayakan, dan berkelanjutan. Uji coba selama 12 bulan (Januari–Desember 2025) di ketiga PKBM tersebut menunjukkan peningkatan yang signifikan pada seluruh indikator kunci.

  1. Metode atau Strategi Pembelajaran yang Dikembangkan (Integrasi SABER ATS dan Model TALI) 

    Strategi pembelajaran terintegrasi ini mengombinasikan kekuatan digitalisasi manajemen melalui aplikasi SABER ATS dengan pendekatan pedagogis TALI. Berikut adalah tiga komponen utama yang saling terkait:

  2. Narasi Lokal Digital Sederhana (NLDS) yang Terkelola dalam Aplikasi SABER ATS Materi literasi dasar (membaca, menulis, berhitung) dan keterampilan vokasional (menjahit, reparasi ponsel, budidaya sayuran, dan pembuatan kerajinan) dikemas dalam bentuk cerita pendek bergambar dan bersuara. Cerita-cerita tersebut menggunakan tokoh, nama tempat, dan permasalahan nyata dari komunitas Kecamatan Sumberpucung, Poncokusumo, dan Pakis. Contoh: “Cerita Pak Karso – petani apel yang belajar menghitung hasil panen dan keuntungan.” Video narasi dibuat sederhana menggunakan ponsel tutor dan diedit dengan aplikasi gratis (CapCut/InShot), durasi maksimal 5 menit. Seluruh materi narasi diunggah ke modul Proses Belajar Mengajar (E-Learning) dalam aplikasi SABER ATS, sehingga warga belajar dapat mengaksesnya kapan saja melalui ponsel pintar dengan konsumsi data hanya 3–5 MB per sesi.

  3. Asesmen Lincah (Agile Assessment) Berbasis Aplikasi Penilaian Terintegrasi Tidak ada ujian tertulis panjang. Setiap akhir modul cerita, warga belajar diberikan 3–5 pertanyaan lisan atau pilihan ganda sederhana yang langsung disertai umpan balik visual (bintang, pesan penyemangat). Hasil asesmen tidak digunakan untuk memberi nilai rapor semata, melainkan untuk menentukan modul selanjutnya yang paling sesuai dengan tingkat kemampuan aktual warga belajar. Aplikasi SABER ATS memiliki modul penilaian (asesmen) otomatis yang langsung menghitung skor, menyimpan riwayat kemajuan, dan memberikan rekomendasi modul berikutnya. Hal ini mencegah rasa malu atau frustrasi karena materi terlalu sulit atau terlalu mudah. Bagi PKBM dengan keterbatasan akses internet, asesmen lincah dilakukan secara luring menggunakan kartu bergambar dan lembar balik (flip chart), kemudian hasilnya diinput oleh tutor ke dalam aplikasi saat jaringan tersedia.

  4. Program “Belajar Sambil Berproduksi” yang terintegrasi dengan Modul Data Produk setiap warga belajar diwajibkan membuat satu produk nyata (kerajinan tangan, makanan kemasan, layanan reparasi sederhana) pada akhir setiap tema vokasional. Produk tersebut didokumentasikan dalam Modul Data Warga Belajar di aplikasi SABER ATS sebagai portofolio digital. Produk fisik dipamerkan dan dijual dalam bazar mini yang diadakan setiap tiga bulan oleh PKBM. Pendapatan dari penjualan menjadi insentif langsung bagi warga belajar, sekaligus bukti kompetensi yang diakui komunitas. Aplikasi SABER ATS juga mencatat pendapatan tersebut untuk keperluan evaluasi program.

Strategi ini berbeda dari metode konvensional karena tidak menuntut kehadiran rutin (presensi tetap tercatat melalui modul E-Attendance), tidak memerlukan laboratorium komputer, dan memberikan penghargaan berbasis hasil nyata, bukan nilai abstrak.

  1. Pendekatan Kreatif (Teknologi, Media, Program, atau Inisiatif Lainnya) 

    Pendekatan kreatif yang digunakan merupakan perpaduan antara digitalisasi menyeluruh (SABER ATS) dan pendekatan low-tech, high-touch (TALI). Berikut rinciannya:

Komponen

Implementasi di PKBM Kabupaten Malang

Aplikasi SABER ATSWeb dan Android ringan. Modul: Pendaftaran, Data Tutor, Data Warga Belajar, Presensi, Proses Belajar (dengan asesmen), Kurikulum & Jadwal. Server menggunakan hosting gratis/berbiaya rendah.
Media narasi lokalDibuat dengan ponsel tutor (Redmi, Oppo) + aplikasi CapCut. Durasi 3–5 menit. Tersedia dalam bahasa Jawa dialek Malangan dan bahasa Indonesia.
Asesmen lincahUntuk daring: tautan Google Form di WhatsApp atau langsung dalam aplikasi SABER ATS (modul penilaian). Untuk luring: kartu bergambar dan flip chart yang dicetak sendiri.
Program “Tutor TALI”Pelatihan 3 hari bagi 18 tutor dari tiga PKBM (masing-masing 6 orang). Materi: desain narasi lokal, penyusunan asesmen adaptif, fasilitasi bazar produk.
Inisiatif “Pojok Produksi”Sudut kecil di setiap PKBM dengan alat sederhana: alat dapur (PKBM Sultan Agung), alat reparasi (PKBM Setia Mandiri), kompor dan oven kecil (PKBM Nusantara 21). Alat diperoleh dari kerja sama dengan UMKM setempat.
Keberlanjutan danaHasil bazar produk (rata-rata Rp1.200.000 per bazar) menjadi dana bergulir untuk membeli bahan baku dan membayar honor tutor tambahan.

 

Keunikan inisiatif ini adalah integrasi data yang memungkinkan pemantauan real-time oleh pengelola PKBM dan Dinas Pendidikan. Misalnya, jika seorang warga belajar tidak hadir (presensi digital mencatat ketidakhadiran dua kali berturut-turut), sistem akan mengirimkan notifikasi kepada tutor untuk melakukan kunjungan rumah.

  1. Solusi Inovatif yang Relevan dengan Kebutuhan Peserta Didik (Warga Belajar PKBM) 

    Berdasarkan asesmen kebutuhan (need assessment) yang dilakukan terhadap 156 warga belajar dari tiga PKBM (usia 15–58 tahun; 68% perempuan, 32% laki-laki; latar belakang: buruh tani, pembantu rumah tangga, pedagang asongan, pengangguran), ditemukan tiga kebutuhan paling mendesak:

  2. Kepercayaan diri untuk belajar kembali (89% responden mengaku malu karena sudah lama tidak bersekolah).

  3. Keterampilan praktis yang langsung menghasilkan uang (94% mengatakan ijazah saja tidak cukup untuk mencari kerja).

  4. Fleksibilitas waktu (78% bekerja tidak tetap, sering lembur, sehingga sulit mengikuti jadwal kaku).

Solusi inovatif yang dihadirkan melalui integrasi SABER ATS + TALI

Kebutuhan

Solusi

Bukti Dampak

Kepercayaan diri rendahNarasi lokal dengan tokoh serupa (“Bu Tuminah – buruh tani yang sukses berjualan keripik”)92% warga belajar melaporkan peningkatan rasa percaya diri (data kualitatif wawancara)
Keterampilan praktisProgram “Belajar Sambil Berproduksi” dengan 4 tema vokasional (menjahit, reparasi Sepeda Motor, kuliner, dan kerajinan daur ulang)Rata-rata pendapatan tambahan Rp180.000 – Rp350.000 per bulan
Fleksibilitas waktuModul E-Learning dan E-Schedule dalam aplikasi SABER ATS; materi dapat diakses selama 24 jam dan presensi digital tidak mengharuskan kehadiran fisik setiap hariTingkat kehadiran naik dari 58% menjadi 86% (karena warga belajr bisa mengakses materi meskipun tidak datang ke PKBM)

 

Selain itu, aplikasi SABER ATS menyediakan dashboard nilai real-time yang dapat diakses warga belajar dari rumah, sehingga mereka tahu persis perkembangan belajarnya tanpa harus menunggu rapor akhir semester.

 

IV. Data Kuantitatif 

Hasil uji coba yang lebih rinci (PKBM Sultan Agung, Setia Mandiri, Nusantara 21) Uji coba integrasi Aplikasi SABER ATS dan Model TALI dilakukan selama 12 bulan (Januari sampai dengan bulan Desember 2025) pada tiga PKBM di Kabupaten Malang. Desain penelitian menggunakan kuasi-eksperimen dengan kelompok kontrol (sebelum dan sesudah intervensi pada PKBM yang sama). Total warga belajar yang terlibat: 182 orang  dengan rincian: PKBM Sultan Agung 72 orang, PKBM Setia Mandiri 58 orang, PKBM Nusantara 21 Kecamatan Pakis sebanyak  52 orang serta. Jumlah tutor yang terlibat dan telah mengikuti pelatihan sebayak 18 orang.

Berikut adalah data kuantitatif perbandingan antara periode sebelum (2024) dan sesudah (2025) implementasi:

Indikator

Sebelum (2024)

Sesudah (2025)

Perubahan

Uji Statistik

Rata-rata kehadiran warga belajar per bulan58,2% (SD 12,4)86,7% (SD 8,1)+49%t=9,34; p<0,001
Rata-rata kehadiran tutor per bulan64,5% (SD 15,2)91,3% (SD 5,6)+42%t=7,82; p<0,001
Rata-rata peningkatan skor literasi dasar (skala 0–100)+11 poin (dari 38 ke 49)+39 poin (dari 37 ke 76)+255% lebih tinggit=11,45; p<0,001
Tingkat ketuntasan modul vokasional (minimal 3 modul)28,6%84,1%+194%χ²=98,3; p<0,001
Angka putus belajar (dropout) dalam 12 bulan37,4%9,9%Turun 74%χ²=42,7; p<0,001
Rata-rata pendapatan tambahan per bulan (Rp)Rp32.000Rp215.000Naik 572%t=9,01; p<0,01
Tingkat kepuasan warga belajar (skala 1–5)2,5 (SD 1,1)4,6 (SD 0,5)Meningkat 84%t=13,2; p<0,001
Waktu respons tutor terhadap pertanyaan (jam)>28 jam<3,5 jamTurun 87%t=8,9; p<0,001

 

Sumber data: Laporan Akhir Uji Coba Terintegrasi SABER ATS dan Model TALI, Dinas Pendidikan Kabupaten Malang bekerja sama dengan Universitas Negeri Malang, Januari 2026. 

Dari data tersaji dapat diambil kesimpulan bahwa : 

  1. 94% warga belajar menyatakan bahwa narasi lokal membuat mereka lebih mudah memahami materi dibandingkan dengan menggunakan buku teks biasa.

  2. 96% tutor menyatakan beban administrasi menurun drastis karena aplikasi SABER ATS mengotomatiskan rekap presensi, nilai, dan jadwal.

  3. Ketiga PKBM yang merupakan partisipan berkomitmen untuk melanjutkan program ini secara  Mandiri setelah uji coba berakhir, bahkan dua di antaranya (PKBM Sultan Agung dan PKBM Setia Mandiri) telah mengalokasikan dana lembaga untuk memperluas akses aplikasi.

V. Kesimpulan 

Integrasi antara Aplikasi SABER ATS sebagai sistem manajemen digital dan Model TALI sebagai pedagogi naratif-produktif telah terbukti secara empiris mampu meningkatkan kualitas layanan pendidikan non formal di tiga PKBM Kabupaten Malang. Tidak hanya terjadi penurunan angka putus belajar hingga 74% dan peningkatan literasi dasar sebesar 255% lebih tinggi dibandingkan metode konvensional, tetapi juga tumbuhnya kemandirian ekonomi warga belajar melalui program “Belajar Sambil Berproduksi”. Keberhasilan ini tidak lepas dari sinergi antara teknologi yang mudah diakses (low-tech) dengan pendekatan humanis yang menghormati kearifan lokal dan kebutuhan nyata warga belajar.

Inovasi ini telah mendapatkan pengakuan sebagai Top 45 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KOVABLIK) Provinsi Jawa Timur 2025. Dengan bukti kuantitatif yang kuat, potensi replikasi yang tinggi, serta komitmen untuk berbagi secara terbuka, penulis meyakini bahwa model ini layak menjadi salah satu solusi pendidikan non formal terbaik di tingkat nasional.

ZvtATfHl0VLRFIHeZzoJRE4QbXi5kHNU3esP3StQ.jpg

Semoga terobosan ini menjadi sumbangan nyata bagi terciptanya Insan Pendidikan Berdampak 2026 yang tidak hanya inovatif, tetapi juga berpihak kepada mereka yang paling membutuhkan.

Terima kasih. 

# Salam SABER ATS – TALI: Digitalisasi, Narasi Lokal, dan Produktivitas untuk Pendidikan Semua #

#GuruInovatif #Hardiknas2026 #InsanPendidikanBerdampak

0

0

Loading comments...

Memuat komentar...

Buat Akun Gratis di Guru Inovatif
Ayo buat akun Guru Inovatif secara gratis, ikuti pelatihan dan event secara gratis dan dapatkan sertifikat ber JP yang akan membantu Anda untuk kenaikan pangkat di tempat kerja.
Daftar Akun Gratis
Klaim Sertifikat & Promo 🎁
Komunitas