BAB 1
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Bahasa Bali merupakan bahasa ibu yang mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat Bali serta menjadi bagian penting dari identitas budaya daerah. Selain sebagai alat komunikasi, bahasa Bali juga berfungsi sebagai media pelestarian nilai-nilai kearifan lokal, etika, serta seni budaya. Hal ini sejalan dengan Peraturan Gubernur Bali Nomor 80 Tahun 2018 tentang Perlindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali yang menegaskan pentingnya perlindungan dan penggunaan bahasa Bali dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk di lingkungan pendidikan.
Namun, realitas di lapangan menunjukkan adanya penurunan minat dan keterampilan siswa dalam menggunakan bahasa Bali, baik secara lisan maupun tulisan. Berdasarkan hasil observasi awal di SMP Negeri Hindu 3 Blahbatuh, sebagian besar siswa cenderung menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa pergaulan sehari-hari dibandingkan bahasa Bali. Selain itu, siswa juga mengalami kesulitan dalam menerapkan anggah-ungguhing basa (tata krama berbahasa Bali) sehingga kurang percaya diri saat berbicara.
Perkembangan teknologi serta perubahan pola asuh di lingkungan keluarga turut mempercepat pergeseran penggunaan bahasa daerah. Jika kondisi ini tidak segera diatasi, maka dikhawatirkan akan terjadi degradasi kemampuan berbahasa Bali yang berdampak pada pudarnya identitas budaya generasi muda.
Sebagai sekolah berbasis Hindu, SMP Negeri Hindu 3 Blahbatuh memiliki tanggung jawab strategis dalam menjaga dan melestarikan bahasa Bali melalui inovasi pembelajaran yang kontekstual, menarik, dan berkelanjutan.
Rumusan Masalah
Bagaimana meningkatkan keterampilan menulis bahasa Bali siswa?
. Bagaimana meningkatkan keberanian dan kemampuan berbicara bahasa Bali siswa?
. Bagaimana menciptakan pembiasaan penggunaan bahasa Bali yang menyenangkan di lingkungan sekolah?
3.Tujuan Penelitian
a. Meningkatkan keterampilan menulis bahasa Bali siswa melalui kegiatan literasi.
b. Meningkatkan kemampuan dan kepercayaan diri siswa dalam berbicara bahasa Bali.
c. Mewujudkan budaya berbahasa Bali melalui pembiasaan yang berkelanjutan di sekolah.
BAB II
PEMBAHASAN
Praktik baik yang dilakukan meliputi solusi atau strategi inovasi, metode pelaksanaan, serta evaluasi dan tindak lanjut.
A. Solusi/Strategi Inovasi Pemecahan Masalah
Solusi yang dilakukan dalam mengatasi permasalahan tersebut adalah melalui Program RABI (Raspati Berbahasa Bali), yaitu program literasi mingguan yang dilaksanakan setiap hari Kamis (Respati). Program ini mengintegrasikan keterampilan menulis dan berbicara bahasa Bali melalui pendekatan pembiasaan (habituasi) yang menyenangkan dan kontekstual.
Keunggulan/Inovasi Program RABI
Mengintegrasikan literasi tulis dan lisan secara terpadu.
2. Dilaksanakan secara rutin dan berkelanjutan.
3. Berbasis budaya lokal (local wisdom).
4. Mendorong partisipasi aktif seluruh siswa.
5. Mengubah pembelajaran menjadi praktik nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Metode Pelaksanaan
Dari program RABI adapun metode yang dilakukan :
A. Perencanaan
Menyusun jadwal program setiap hari Kamis
Saya sebagai guru Bahasa Bali merancang dan menyusun jadwal kegiatan literasi yang dilaksanakan setiap hari Kamis. Pada tahap awal, dilakukan diskusi bersama kepala sekolah dan rekan-rekan guru untuk menentukan materi yang akan diberikan kepada siswa.
Kegiatan literasi tidak hanya dilaksanakan di dalam kelas, tetapi juga memberikan ruang yang lebih luas bagi siswa untuk berkarya. Lapangan sekolah dimanfaatkan sebagai salah satu tempat pelaksanaan kegiatan literasi bersama.
Menyiapkan panduan kegiatan literasi
Langkah-langkah yang dilakukan meliputi penyusunan RPP atau modul literasi, penyiapan bahan literasi sesuai dengan program, serta pelaksanaan kegiatan literasi. Selain itu, kesiapan guru dalam melayani siswa untuk belajar di luar jam pelajaran juga mendapat respons yang sangat baik. Siswa menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam mengikuti kegiatan literasi tersebut.
Menentukan indikator keberhasilan
Untuk mengetahui keberhasilan pelaksanaan program literasi di SMP Negeri Hindu 3 Blahbatuh, ditetapkan indikator keberhasilan berdasarkan standar Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yaitu 75. Jumlah seluruh siswa adalah 520 orang. Sebelum pelaksanaan program RABI, nilai rata-rata siswa adalah 68 dengan tingkat ketuntasan belajar sebesar 60% atau sebanyak 312 siswa yang mencapai KKM. Setelah program RABI dilaksanakan, nilai rata-rata siswa meningkat menjadi 75 dengan tingkat ketuntasan mencapai 90% atau sebanyak 468 siswa yang telah mencapai KKM. Dengan demikian, terjadi peningkatan ketuntasan belajar sebesar 30%, yang menunjukkan bahwa program RABI efektif dalam meningkatkan keterampilan berbahasa Bali siswa. Selain itu, hasil karya siswa juga mengalami peningkatan, ditunjukkan dengan dihasilkannya 15 karya sastra, berupa puisi, cerpen, dan komik berbahasa Bali.
No | Indikator | Sebelum Program RABI | Sesudah Program RABI |
1 | Jumlah Siswa | 520 siswa | 520 siswa |
2 | Nilai Rata-rata | 68 | 75 |
3 | Jumlah Siswa Tuntas | 312 siswa | 468 siswa |
4 | Persentase Ketuntasan | 60% | 90% |
5 | Jumlah Siswa Belum Tuntas | 208 siswa | 52 siswa |
6 | Jumlah Karya Siswa | - | 15 karya sastra |
Tabel 1. Peningkatan Hasil Belajar Bahasa Bali Siswa
B. Pelaksanaan
1) Interaksi Berbahasa Bali
Seluruh siswa diwajibkan menggunakan bahasa Bali setiap hari Kamis dalam berkomunikasi di lingkungan sekolah, baik dengan teman maupun guru.



Gambar: 1 Siswa berinteraksi dengan temannya dan Guru menggunakan bahasa Bali
Karya Tulis Literasi Bali
Siswa menghasilkan berbagai karya tulis, seperti :
a. Komik berbahasa Bali



Gambar : 2. Membuat komik berbahasa Bali
b. Puisi Bali anyar




Gambar : 3 Hasil kàrya siswa berupa buku antologi menulis puisi Bali
c. Cerita pendek



Gambar : 4 Hasil kàrya siswa lomba menulis cerpen berbahasa Bali Balai bahasa Provinsi Bali
3. Praktik Berbicara
Dalam kegiatan praktik berbicara, siswa melakukan beberapa aktivitas sebagai berikut:
a. Presentasi kelompok
Dalam pembelajaran di dalam maupun di luar kelas, siswa bersama kelompoknya melakukan presentasi menggunakan bahasa Bali di depan kelas.


Gambar : 5 siswa belajar Bahasa Bali di kelas
b. Pidato sederhana
Pada perayaan Bulan Bahasa Bali, sekolah mengadakan lomba pidato sebagai bentuk apresiasi terhadap kemampuan siswa dalam praktik berbicara menggunakan bahasa Bali.


Gambar : 6 siswa mengikuti lomba pidato dan MC Bahasa Bali
c. Menyampaikan pendapat di kelas
Pada saat pembelajaran Bahasa Bali, siswa melakukan kegiatan tanya jawab untuk melatih kemampuan menyampaikan pendapat.



Gambar : 7 siswa belajar di kelas memberikan tanggapan
d. Bermain peran
Siswa melakukan kegiatan bermain peran untuk melatih keterampilan berbicara secara ekspresif dan komunikatif dalam bahasa Bali.
https://bit.ly/4tcajBO
Link siswa bermain peran
C. Evaluasi
Untuk mengetahui sejauh mana kemampuan siswa, dilakukan evaluasi selama proses pembelajaran serta melalui pemeriksaan hasil proyek siswa berupa karya sastra, seperti puisi, cerpen, dan komik berbahasa Bali. Selain itu, evaluasi juga dilakukan terhadap keterampilan berbicara siswa.
Guru secara berkelanjutan membimbing, mengarahkan, dan membina siswa guna meningkatkan kemampuan mereka. Proses penilaian dilaksanakan sesuai dengan jadwal proyek yang telah disepakati.
Apabila dalam jangka waktu yang ditentukan siswa belum mencapai ketuntasan, maka dilakukan kegiatan remedial hingga mencapai nilai di atas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang telah ditetapkan. Sementara itu, bagi siswa yang telah mencapai ketuntasan dan ingin meningkatkan hasil belajarnya, diberikan kegiatan pengayaan.
a. Penilaian karya tulis siswa :



Gambar : 8 Mengevaluasi dan memberikan bimbingan kepada siswa
b. Observasi keterampilan berbicara:
Observasi dilakukan untuk menilai kemampuan siswa dalam berbicara menggunakan bahasa Bali, meliputi aspek kelancaran, ketepatan penggunaan bahasa, dan kepercayaan diri.
https://bit.ly/42bjEyK
Link : Observasi Keterampilan berbicara
c. Penilaian sikap dan partisipasi siswa:
Penilaian dilakukan untuk mengamati sikap dan partisipasi aktif siswa selama mengikuti kegiatan pembelajaran, termasuk kedisiplinan, kerja sama, dan tanggung jawab.


Gambar : 9 Penilaian sikap dan dan partisipasi siswa
D. Tindak Lanjut
a. Hasil karya siswa yang berupa karya sastra, seperti puisi, cerpen, dan komik, dihimpun menjadi sebuah buku antologi. Buku tersebut kemudian dicetak dan dibagikan kepada siswa. Sebagian hasil karya juga ditempatkan di perpustakaan sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas siswa.


Gambar : 9 Hasil kàrya siswa di perpustakaan
b. Bagi siswa yang masih mengalami kesulitan, diberikan pembinaan secara berkelanjutan hingga mencapai hasil yang optimal. Selain itu, siswa tetap diberikan apresiasi sebagai bentuk motivasi dalam meningkatkan kemampuan mereka.
E. Hasil dan Dampak Nyata
Pelaksanaan Program RABI menunjukkan hasil yang signifikan, antara lain:
• Meningkatnya kemampuan siswa dalam menyusun kalimat berbahasa Bali.
• Meningkatnya keberanian siswa dalam berbicara di depan kelas.
• Bertambahnya jumlah karya literasi siswa.
• Terbentuknya kebiasaan berbahasa Bali di lingkungan sekolah.
• Siswa mampu meraih prestasi dalam lomba menulis dan berbicara bahasa Bali.
Dengan adanya Program RABI (Raspati Berbahasa Bali), siswa SMP Negeri Hindu 3 Blahbatuh berhasil meraih prestasi setiap tahunnya, mulai dari tingkat kecamatan, kabupaten, hingga provinsi.




Gambar : 10 prestasi yang sudah diraih
F. Keberlanjutan Program
Program RABI dirancang sebagai kegiatan berkelanjutan yang dapat diterapkan secara konsisten setiap tahun ajaran. Program ini juga memiliki potensi untuk direplikasi di sekolah lain sebagai model penguatan literasi berbasis budaya lokal.
G. Testimoni Siswa, Guru, dan Orang Tua Siswa
https://bit.ly/3QLitU5
Link : testimoni
BAB III
KESIMPULAN
Kesimpulan
Program RABI (Raspati Berbahasa Bali) merupakan inovasi pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan keterampilan menulis dan berbicara bahasa Bali siswa. Melalui pendekatan pembiasaan yang menyenangkan dan kontekstual, program ini tidak hanya meningkatkan kemampuan berbahasa, tetapi juga memperkuat identitas budaya dan karakter siswa.
Daftar Pustaka Utama
- Pemerintah Provinsi Bali. (2018). Peraturan Gubernur Bali Nomor 80 Tahun 2018 tentang Perlindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali serta Penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali.
- Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. (2017). Panduan Gerakan Literasi Sekolah. Kemendikbud.
- Suwija, I Nyoman. (2014). Pangajah-ajah Anggah-Ungguhing Basa Bali.
- Sariani Ni Wayan dkk (2023). Kusuma Sastra
- Sugita I Wayan (2010). Retorika berbicara Kemahiran Bahasa Bali .