Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)
Berbasis Kearifan Lokal Bengkulu
pada Materi Transformasi Geometri
Dr. Syalendra Putra, M.Pd
SMAN 1 Kota Bengkulu
ABSTRAK
Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan LKPD matematika berbasis kearifan lokal Bengkulu yang valid dan praktis pada Materi Transformasi Geometri. Subjek penelitian yaitu peserta didik kelas XI IPA 6 SMAN 1 Kota Bengkulu. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (research and development) dengan model pengembangan 4-D yang terdiri dari 4 tahap yaitu Tahap Pendefenisian (Define), Tahap Perancangan (Design), Tahap Pengembangan (Develop), Tahap Peyebarluasan (Disseminate). Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar validasi dan lembar angket uji praktikalitas. Berdasarkan hasil penilaian validator oleh ahli media dan ahli materi diperoleh persentase penilaian akhir kevalidaan LKPD matematika berbasis kearifan lokal Bengkulu 90,19% dengan kategori sangat valid. Hasil akhir uji coba kepraktisan dengan guru matematika dan peserta didik diperoleh persentase 87,48% dengan kategori sangat praktis. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa LKPD matematika berbasis kearifan lokal Bengkulu pada Materi Transformasi Geometri dinyatakan valid dan praktis untuk digunakan oleh guru dan peserta didik.
Kata Kunci: LKPD matematika, Transformasi Geometri, kearifan lokal, Bengkulu
ABSTRACT
The objective of this study is to provide a practical and valid mathematics worksheet on geometric transformation, based on traditional Bengkulu wisdom. Students in SMAN 1 Bengkulu City's class XI Science 6 served as the research subjects. This study used a 4-D development paradigm, which comprises four stages: define, design, develop, and disseminate. The research and development phase of this model is therefore research and development (research and development). A validation sheet and a practicality test questionnaire sheet served as the study instruments. The final assessment of the validity of the Bengkulu local wisdom-based mathematics LKPDe was 90.19% with a very valid category, based on the findings of the validator assessment conducted by media experts and material experts. In the very practical category, the trial's final findings including math teachers and learners yielded an 87.48% percentage. The mathematics worksheet based on traditional Bengkulu wisdom on geometric transformation content is considered credible and helpful for usage by teachers and students, according to the research findings.
Keywords: mathematics worksheet, geometric transformation, local wisdom, Bengkulu
PENDAHULUAN
Matematika merupakan salah satu cabang ilmu pengetahuan yang mempunyai peranan penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, baik sebagai alat bantu dalam penerapan bidang ilmu lain maupun dalam pengembangan matematika itu sendiri (Siagian, 2016). Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi memungkinkan semua pihak dapat memperoleh informasi dengan cepat dan mudah dari berbagai sumber dan tempat di dunia (Fuadi et al., 2013). Oleh karena itu, penguasaan materi matematika oleh peserta didik menjadi suatu keharusan yang tidak bisa ditawar lagi dalam penataan nalar dan pengambilan keputusan dalam era persaingan yang semakin kompetitif pada saat ini. Peserta didik perlu memiliki kemampuan memperoleh, memilih dan mengolah informasi untuk bertahan pada keadaan yang selalu berubah, tidak pasti dan kompetitif (Fuadi et al., 2013).
Matematika bukanlah ilmu yang hanya untuk keperluan dirinya sendiri, tetapi ilmu yang bermanfaat untuk sebagian amat besar untuk ilmu-ilmu lain, dengan makna lain bahwa matematika mempunyai peranan yang sangat esensial untuk ilmu lain, yang utama adalah sains dan teknologi (Siagian, 2012). Perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat diera globalisasi saat ini tidak bisa dihindari pengaruhnya terhadap dunia pendidikan (Heris et at., 2017). Tuntutan global menuntut dunia pendidikan untuk selalu menyesuaikan perkembangan teknologi dalam usaha peningkatan mutu pendidikan, terutama penyesuaian penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) bagi dunia pendidikan khususnya dalam proses pembelajaran (Lamada, 2021). Salah satu mata pelajaran yang membutuhkan teknologi dalam pembelajaran adalah matematika. Banyak faktor yang dapat membantu memudahkan pemahaman matematika, salah satunya adalah cara penyampaian materi. Penggunaan teknologi tidak hanya sekedar transfer pengetahuan tetapi harus memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk memahami, menguasai konsep dan prinsip melalui eksplorasi, pola, perubahan dan hubungan dengan berbantuan teknologi (Wulandari et al., 2021).
Observasi dan wawancara yang dilakukan dengan guru matematika di SMAN 1 Kota Bengkulu diperoleh informasi bahwa buku yang disediakan oleh sekolah berupa buku paket, lembar kerja maupun LKPD. Namun, bahan ajar yang memanfaatkan teknologi belum ada seperti LKPD matematika. Buku paket yang disediakan sekolah sudah baik akan tetapi peserta didik kurang tertarik untuk menggunakannya. Pada buku paket tidak terdapat gambar, contoh soal yang diberikan kurang bervariasi sehingga peserta didik kurang memahami materi yang disajikan. Peserta didik lebih tertarik mencari sumber materi pelajaran melalui internet karena di internet semua kebutuhan yang diperlukan peserta didik tersedia seperti gambar yang menarik, contoh soal, video tutorial, dan lain-lain.
Wawancara yang dilakukan dengan peserta didik diperoleh informasi bahwa peserta didik kurang tertarik untuk mengikuti pembelajaran dikarenakan mereka masih sulit memahami rumus-rumus pada transformasi geometri, serta tidak merasakan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari.
Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan guru matematika dan peserta didik upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan mengembangkan media pembelajaran yang kreatif dan inovatif. (Rahmi & Melisa, 2015) berpendapat bahwa guru sebagai tenaga pendidik haruslah lebih kreatif dan inovatif dalam menyajikan materi pembelajaran agar peserta didik dapat menyenangi pembelajaran matematika. Salah satu inovasi pembelajaran yang dapat menjadikan pembelajaran menarik adalah menggunakan media pembelajaran dengan memanfaatkan kearifan lokal.
Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan (bahan pembelajaran), sehingga dapat merangsang perhatian, minat, pikiran dan perasaan peserta didik dalam kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu (Jennah, 2009). Penggunaan media pembelajaran dapat membantu peserta didik dan guru dalam keterbatasan menyampaikan dan menerima informasi, selain itu juga membantu dalam keterbatasan waktu pembelajaran. Menurut (Jennah, 2009) manfaat media pembelajaran yaitu dapat memperjelas penyajian pesan dan informasi, meningkatkan dan mengarahkan perhatian, mengatasi keterbatasan indra ruang, dan waktu serta memberikan kesempatan pengalaman. Salah satu bentuk media pembelajaran yang dapat dikembangkan oleh guru ialah LKPD matematika.
Media pembelajaran berupa LKPD matematika merupakan media yang efektif dan efisien yang bertujuan untuk membantu peserta didik memecahkan masalah dengan caranya sendiri (Fadilah et al., 2021). Penggunaaan LKPD matematika juga sangat mudah dijangkau oleh peserta didik karena akan lebih praktis dan peserta didik akan lebih mudah memahami materi pelajaran sehingga peserta didik dapat belajar secara mandiri, karena LKPD matematika ini sangat menarik dan mudah dipahami.
Berdasarkan latar belakang masalah maka upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan mengembangkan bahan ajar berupa LKPD matematika yang berbasis kearifan lokal Bengkulu pada Materi Transformasi Geometri diperkirakan cocok sebagai bahan ajar yang menarik bagi siswa. Sehingga dilakukan penelitian dengan judul “Pengembangan LKPD matematika Berbasis kearifan lokal Bengkulu Pada Materi Transformasi Geometri”.
METODE
Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (research and development / R&D) dengan model pengembangan 4-D. Menurut (Thiagarajan, 1976) model 4-D terdiri dari 4 tahapan pengembangan, yaitu tahap pendefenisian (define), tahap perancangan (design), tahap pengembangan (develop), dan tahap penyebaran (disseminate). Pada penelitian ini hanya sampai pada tahap pengembangan (develop), karena tujuan penelitian ini hanya mengembangkan produk yang valid dan praktis. Berikut prosedur untuk setiap tahapan pengembangan yaitu:
Tahap Pendefenisisan (define)
Tahap pendefenisian bertujuan untuk menetapkan dan mendefenisikan kebutuhan dalam proses pembelajaran. Menurut (Thiagarajan, 1976) tahap ini memiliki 5 fase:
a. Analisis awal akhir
Bertujuan untuk memunculkan dan menetapkan masalah dasar yang dihadapi dalam pembelajaran. Pada tahap ini dilakukan observasi dan wawancara dengan guru matematika kelas XI IPA SMAN 1 Kota Bengkulu.
b. Analisis Peserta Didik
Analisis peserta didik merupakan analisis yang dilakukan untuk mengetahui karakteristik peserta didik dalam kemampuan akademik individu, kemampuan kerja kelompok, dan motivasi dalam belajar (Saputri et al., 2022). Pada tahap ini dilakukan wawancara terhadap peserta didik kelas XI IPA SMAN 1 Kota Bengkulu.
c. Analisis Tugas
Analisis ini memastikan ulasan menyeluruh tentang tugas dalam materi pembelajaran untuk menentukan materi yang akan digunakan dalam bahan ajar. Analisis tugas dilakukan melalui wawancara dengan guru matematika kelas XI IPA SMAN 1 Kota Bengkulu.
d. Analisis Konsep Materi
Analisis ini bertujuan untuk mengidentifikasi konsep yang terkait dengan materi pokok.
e. Perumusan Tujuan Pembelajaran
Tahap ini bertujuan untuk merangkum hasil analisis tugas dan analisis konsep menjadi tujuan yang dinyatakan dalam perilaku jelas dan terstruktur.
2. Tahap Perancangan (Design)
Tahap perancangan bertujuan untuk menyiapkan prototipe perangkat pembelajaran. Adapun kegiatan yang dilakukan yaitu merancang LKPD matematika berbasis kearifan lokal Bengkulu untuk Materi Transformasi Geometri serta merancang instrument penelitian yang terdiri atas lembar validasi LKPD matematika dan lembar angket praktikalitas.
3. Tahap pengembangan (Develop)
Tahap pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan LKPD matematika pembelajaran yang telah direvisi oleh para ahli dan diuji cobakan. Tahap pengembangan yang dilakukan adalah memvalidasi LKPD matematika dan praktikalitas LKPD matematika.
a. Tahap Validasi
Pada tahap ini dilakukan tinjauan ahli (expert review). Tujuan dari tinjauan ahli pada pengembangan ini adalah meminta penilaian dan saran dari para ahli (validator) mengenai aspek pada lembar validasi. Saran para ahli digunakan untuk penyempurnaan LKPD matematika berbasis kearifan lokal Bengkulu.
b. Tahap Praktikalitasi
Pada tahap ini dilakukan uji coba kepada peserta didik dan guru. Hal ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui kepraktisan media pembelajaran ini. Setelah uji coba dilakukan maka langkah selanjutnya adalah pemberian angket kepada siswa dan guru.
Data pada penelitian ini adalah data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif diperoleh dari hasil wawancara, sedangkan data kuantitatif diperoleh dari hasil lembar validasi LKPD matematika dan angket praktikalitas.
1. Analisis hasil validitas LKPD matematika
Analisis validitas dilakukan dengan menganalisis aspek-aspek yang dinilai oleh validator terhadap LKPD matematika yang dikembangkan. Langkah-langkah yang dilakukan untuk analisis validitas lembar validasi yaitu:
a. Memberikan skor penilaian
Penilaian lembar validasi LKPD matematika pada penelitian ini menggunakan skala likert. Skala likert merupakan skala yang digunakan untuk mengukur sikap dan pendapat baik individu maupun kelompok tentang suatu fenomena pendidikan (Hamzah, 2014).
Tabel 1. Skor Penilaian Validitas LKPD matematika
Simbol | Keterangan | Bobot |
SS | Sangat setuju | 5 |
S | Setuju | 4 |
CS | Cukup setuju | 3 |
TS | Tidak setuju | 2 |
STS | Sangat tidak setuju | 1 |
b. Melakukan Perhitungan Tingkat Validitas
Nilai Validitas =
(Riduwan, 2019: 89) Tingkat kevalidan LKPD matematika yang dikembangkan diinterprestasikan dengan kriteria berikut:
Tabel 2. Kategori Validitas LKPD matematika
Persentase (%) | Kategori validitas |
| Sangat Tidak Valid |
| Tidak Valid |
| Cukup Valid |
| Valid |
| Sangat Valid |
2. Analisis Hasil Praktikalitas
Kepraktisan LKPD matematika berbasis kearifan lokal diperoleh dari angket respon guru matematika dan peserta didik terhadap penggunaan LKPD matematika tersebut. langkah- langkah yang dilakukan untuk memperoleh hasil praktikalitas LKPD matematika yaitu:
a. Memberikan Skor Penilaian
Tabel 3. Skor Penilaian Praktikalitas LKPD matematika
Simbol | Keterangan | Bobot |
SS | Sangat setuju | 5 |
S | Setuju | 4 |
CS | Cukup setuju | 3 |
TS | Tidak setuju | 2 |
STS | Sangat tidak setuju | 1 |
b. Melakukan Perhitungan Tingkat Praktikalitas
Nilai Praktikalitas=
(Riduwan, 2019: 89) Tingkat kepraktisan kevalidan LKPD matematika yang dikembangkan diinterprestasikan dengan kriteria berikut:
Tabel 4. Kategori Praktikalitas LKPD matematika
Persentase (%) | Kategori validitas |
| Sangat Tidak Praktis |
| Tidak Praktis |
| Cukup Praktis |
| Praktis |
| Sangat Praktis |
HASIL DAN PEMBAHASAN
Penelitian ini menghasilkan produk berupa pengembangan LKPD matematika berbasis kearifan lokal Bengkulu pada Materi Transformasi Geometri. Pengembangan ini dilakukan dengan model 4-D.
Tahap pendefenisian (define)a
a. Analisis awal akhir
Menurut (Thiagarajan, 1976) tahap analisis awal akhir ini mengacu pada kondisi di lapangan. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui perlu atau tidak bahan ajar dikembangkan. Pada tahap analisis awal akhir dilakukan observasi dan wawancara dengan guru matematika kelas XI IPA SMAN 1 Kota Bengkulu.
Berdasarkan observasi yang dilakukan di SMAN 1 Kota Bengkulu diperoleh informasi bahwa bahan ajar yang digunakan berupa buku cetak dari penerbit lain, lembar kerja maupun LKPD. Bahan ajar yang memanfaatkan teknologi belum ada seperti LKPD matematika. Materi yang disajikan pada buku paket kurang lengkap karena materi yang dipaparkan hanya dijelaskan secara ringkas jika dibandingkan dengan buku paket SMA yang menyajikan materinya secara rinci, sehingga menyebabkan peserta didik kesulitan untuk memahami materi dan kesulitan dalam mengerjakan soal.
Hasil wawancara dengan guru matematika kelas XI IPA diperoleh informasi bahwa kendala yang dihadapi selama proses pembelajaran berlangsung yaitu kendala variasi materi matematika yang membuat guru kurang bisa membimbing peserta didik dalam mengerjakan contoh soal dan latihan yang diberikan. Pada saat pembelajaran peserta didik jarang menggunakan buku paket dikarenakan materi yang disajikan kurang bervariasi. Peserta didik lebih tertarik mencari sumber materi pelajaran melalui internet karena di internet semua kebutuhan yang diperlukan peserta didik tersedia namun semakin bingung karena begitu banyak informasi yang masuk dan siswa sulit untuk memilahnya.
b. Analisis peserta didik
Kegiatan analisis peserta didik bertujuan untuk menganalisis karakteristik peserta didik untuk mengetahui keukurangan-kekurangan yang dialami peserta didik dalam belajar (Thiagarajan, 1976). Dalam hal ini dilakukan wawancara terhadap peserta didik kelas XI IPA SMAN 1 Kota Bengkulu.
Hasil wawancara dengan peserta didik diperoleh informasi bahwa peserta didik merasa kurang tertarik menggunakan buku paket disediakan sekolah dikarenakan materi yang dijelaskan pada buku paket kurang lengkap dan contoh soal yang disajikan tidak bervariasi karena hanya menyajikan satu contoh soal saja sehingga peserta didik kurang memahami materi yang dijelaskan pada buku paket. Kebiasaan peserta didik yang selalu menerima materi pelajaran, latihan dan tugas rumah dengan materi dan soal yang kurang menarik, pada saat peserta didik mereka tidak terlalu memperhatikan guru menjelaskan materi pelajaran. Disini peserta didik membutuhkan bahan ajar yang terdapat contoh soal, gambar dan latihan soal yang lebih kontekstual.
c. Analisis Tugas
Menurut (Thiagarajan, 1976) Analisis tugas ini memastikan ulasan menyeluruh tentang tugas dalam materi pembelajaran. Analisis tugas dilakukan melalui wawancara terhadap guru matematika kelas XI IPA SMAN 1 Kota Bengkulu. Hasil analisis tugas diketahui bahwa peserta didik tidak dapat menguasai barisan dan deret dengan benar. Pada materi tersebut terdapat komponen yang paling diperlukan dalam pembelajaran matematika, sebab diperlukan teori untuk materi ini pada perhitungan pelajaran lain seperti pada materi trigonometri, saat merasionalkan bentuk akar mereka masih kesulitan untuk mengerjakannya dikarenakan, banyak peserta didik yang belum menguasai Materi Transformasi Geometri. Hal ini dapat mempengaruhi peserta didik dalam memahami materi yang akan datang.
d. Analisis Konsep Materi
Kegiatan analisis konsep materi bertujuan untuk mengidentifikasi konsep yang terkait dengan materi pokok. Analisis konsep dilakukan dengan menganalis silabus dan bahan ajar yang bertujuan untuk mengetahui kesesuaian materi dengan kompetensi yang diharapkan (Rahmi et al., 2016). Hasil yang diperoleh untuk analisis silabus yaitu materi pembelajaran yang disajikan silabus sudah sesuai dengan kompetensi inti dan kompetensi dasar yang harus dicapai peserta didik. Materi pelajaran disusun dari materi yang mudah ke materi yang sukar. Kegiatan pembelajaran yang terdapat pada silabus melibatkan kegiatan berpikir tingkat tinggi peserta didik dan mendorong peserta didik untuk berinteraksi dengan bertanya dan menjawab soal-soal yang diberikan. Alokasi waktu pada silabus sesuai dengan waktu yang dibutuhkan peserta didik dalam menguasai kompetensi dasar.
Pada analisis bahan ajar diperoleh informasi bahwa materi yang disajikan pada buku paket telah sesuai dengan capaian pembelajaran dan alur tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Contoh soal yang disajikan buku paket kurang bervariasi karena hanya menyajikan satu contoh soal saja sehingga peserta didik masih kesulitan dalam mengerjakan soal latihan yang diberikan oleh guru. Kelengkapan penyajian dan penjelasan gambar yang disajikan buku paket kurang menarik sehingga peserta didik malas untuk membaca buku paket tersebut.
e. Perumusan Tujuan Pembelajaran
Perumusan tujuan pembelajaran dilakukan dengan merumuskan hasil analisis tugas dan analisis konsep menjadi tujuan pembelajaran yang ingin dicapai dalam pembelajaran. Hasil perumusan tujuan pembelajaran diperoleh tujuan yang ingin dicapai dalam proses pembelajaran yaitu: Peserta didik mampu memahami konsep barisan aritmatika; Peserta didik mampu menerapkan konsep barisan aritmatika dalam menyelesaikan masalah; Peserta didik mampu memahami konsep transformasi geometri; Peserta didik mampu menerapkan konsep transformasi geometri dalam menyelesaikan masalah.
2. Tahap perancangan (Design)
Tahap perancangan dapat dilakukan setalah tahap pendefinisian. Pada tahap perancangan ini prototipe LKPD matematika dirancang berdasarkan kompetensi inti dan kompetensi dasar yang terdapat pada silabus SMAN 1 Kota Bengkulu. Isi LKPD matematika berbasis kearifan lokal Bengkulu yang berisi Materi Transformasi Geometri. Selain itu, desain cover LKPD matematika dirancangan semenarik mungkin dengan menggunakan.
3. Tahap Pengembangan (Develop)
Pada tahap ini dikembangkan LKPD matematika berbasis kearifan lokal Bengkulu pada materi Transformasi Geometri yang meliputi Translasi, Refleksi, Rotasi dan Dilatasi. LKPD yang dikembangkan memanfaatkan kearfian lokal Bengkulu misalnya translasi pada motif Tabot, Refleksi dan Dilatasi pada motif Bunga Raflesia Batik Besurek dan serta Rotasi pada motif Kaligrafi Batik Besurek.
a. Hasil Validitas
Validitas LKPD matematika berbasis kearifan lokal Bengkulu dilakukan kepada validator yang terdiri atas dosen dan guru matematika. Lembar validasi LKPD matematika berbasis kearifan lokal Bengkulu berisi aspek-aspek yang dinilai seperti kelayakan isi, penyajian, bahasa, tampilan, dan kemudahan penggunaan. Nilai validasi keseluruhan aspek validasi LKPD matematika berbasis kearifan lokal Bengkulu adalah 90,19% dengan kategori sangat valid. Hal ini menunjukkan bahwa LKPD matematika berbasis kearifan lokal Bengkulu valid dan dapat digunakan.
b. Hasil praktikalitas
Praktikalitas LKPD matematika berbasis kearifan lokal Bengkulu diperoleh melalui uji kelompok kecil pada Materi Transformasi Geometri yang telah dikembangkan dengan melibatkan guru matematika dan 6 orang peserta didik kelas XI IPA 6 SMAN 1 Kota Bengkulu yang telah belajar Transformasi Geometri. nilai praktikalitas oleh guru adalah 80,95% dengan kategori sangat praktis. Hal ini menunjukkan bahwa LKPD matematika berbasis kearifan lokal Bengkulu praktis digunakan oleh guru sebagai salah satu bahan ajar pada Materi Transformasi Geometri. nilai praktikalitas oleh peserta didik adalah 94% dengan kategori sangat praktis. Berdasarkan hasil praktikalitas oleh guru dan peserta didik diperoleh nilai rata-rata praktikalitas LKPD matematika berbasis kearifan lokal Bengkulu yaitu 87,48% dengan kategori sangat praktis. Hal ini menunjukkan bahwa LKPD matematika berbasis kearifan lokal Bengkulu pada Materi Transformasi Geometri praktis digunakan untuk pembelajaran matematika di SMAN 1 Kota Bengkulu.
4. Tahap Peyebarluasan (Disseminate)
Hasil validitas dan praktikalistas LKPD menunjukkan hasil yang baik, sehingga LKPD siap untu disebarluaskan agar bisa dimanfaatkan oleh guru-guru matematika.
Mengintegrasikan kearifan lokal seperti motif kain Batik Besurek ke dalam lembar kerja peserta didik (LKPD) matematika penting karena membuat pembelajaran lebih kontekstual dan bermakna. Siswa tidak hanya berhadapan dengan angka dan rumus abstrak, tetapi juga melihat bagaimana konsep matematika hadir dalam kehidupan nyata. Hal ini membantu meningkatkan pemahaman konsep, karena siswa dapat mengaitkan materi dengan pengalaman visual dan budaya yang dekat dengan kehidupan mereka. Selain itu, pembelajaran menjadi lebih menarik dan tidak monoton, sehingga dapat meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa.
Di sisi lain, penerapan kearifan lokal juga berperan dalam menumbuhkan rasa bangga dan kecintaan terhadap budaya sendiri. Ketika siswa mempelajari matematika melalui motif Tabot dan Batik Besurek, mereka secara tidak langsung belajar menghargai warisan budaya sekaligus menyadari bahwa budaya lokal memiliki nilai ilmiah yang tinggi. Ini penting dalam membangun karakter dan identitas nasional di tengah arus globalisasi. Dengan demikian, LKPD berbasis kearifan lokal tidak hanya mengembangkan kemampuan kognitif siswa, tetapi juga aspek afektif dan sosial budaya secara seimbang.
SIMPULAN DAN SARAN
Berdasarkan penelitian dan analisis data yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa LKPD matematika berbasis kearifan lokal Bengkulu pada Materi Transformasi Geometri sangat valid dengan persentase penilaian 90,19% dan sangat praktis digunakan dengan persentase penilaian 87,48%. Artinya LKPD matematika berbasis kearifan lokal Bengkulu telah valid dan praktis digunakan pada Materi Transformasi Geometri. LKPD matematika berbasis kearifan lokal Bengkulu mudah digunakan karena terdapat petunjuk penggunaan, uraian materi contoh soal, video pembelajaran, latihan, kuis, evaluasi, serta kunci jawaban sehingga peserta didik dapat belajar kapan saja dan dimana saja serta dapat belajar secara mandiri.
DAFTAR PUSTAKA
Depdiknas. (2008). Panduan Pengembangan Bahan Ajar. Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah.
Fadilah, B. N., Ahmad, J., & Farida, N. (2021). Pengembangan LKPD matematika Berbasis Contextual Teaching and Learning (CTL) pada Materi Geometri Transformasi dengan Berbantuan Flipbook Maker. Jurnal Pendidikan Matematika Universitas Lampung, 9(1), 1–11. https://doi.org/10.23960/mtk/v9i1.pp1-11
Fuadi, R., Johar, R., & Munzir, S. (2013). Peningkatan Kemampuan Pemahaman dan Penalaran Metematis melalui Pendekatan Konsektual. Didaktika Matematika, 2013, 47–54.
Hamzah, A. (2014). Evaluasi Pembelajaran Matematika. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Heris Hendriana, Euis Eti Rohaeti, dan Utari Sumarno. (2017). hard skills dan soft skill ( nurul falah Atif (ed.); 1st ed.). pt refika aditama.
Jennah, R. (2009). Media Pembelajaran. In Media Pembelajaran.
Lamada, M. S. (2021). Pengembangan Media Pembelajaran Matematika Menggunakan Mit App Inventor di SMKN 2 Wajo. Jurnal MediaTIK : Jurnal Media Pendidikan Teknik Informatika Dan Komputer, 1(1).
Rahmi, Anggraini, V., & Melisa. (2016). Hasil Tahap Define Untuk Merancang Lembar Kerja Mahasiswa ( Lkm ) Berbasis Problem Based Learning Disertai Cd Interaktif Pada Perkuliahan. Lemma Letters of Mathematics Education, II(2), 105–114. http://ejournal.stkip-pgri-sumbar.ac.id/index.php/jurnal-lemma/issue/view/51
Rahmi, Melisa, M. S. (2015). Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) IBM SMPN 25 dan MTsN Model Padang Menggunakan Media Berbasis IT. Prosiding Semnas Mat-PMat STKIP PGRI Sumatera Barat,1.
Riduwan. (2019). Belajar Mudah Penelitian Untuk Guru, Karyawan, dan Peneliti Pemula. Bandung: CV Alfabeta.
Saputri, K ., dkk. (2022). Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik Berbasis Project Based Learning Pada Pokok Bahasan Segitiga. Jurnal Equation: Teori dan Pendidikan Matematika. 5(2), 34- 44.
Siagian, M. D. (2016). Kemampuan koneksi matematik dalam pembelajaran matematika. MES: Journal of Matematics Education and Science2, 2(1), 58–67.
Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Pendidikan (pendekatan kuantitatif, kualitatif dan r & d). Bandung : Alfabeta.
Thiagarajan, S. (1976). Instructional development for training teachers of exceptional children: A sourcebook. Journal of School Psychology, 14(1), 75. https://doi.org/10.1016/0022-4405(76)90066-2
Wulandari, S., Octaria, D., & Mulbasari, A. S. (2021). Pengembangan LKPD matematika Berbantuan Aplikasi Flip Pdf Builder Berbasis Contextual Teaching and Learning. JNPM (Jurnal Nasional Pendidikan Matematika), 5(2), 389. https://doi.org/10.33603/jnpm.v5i2.4628
LAMPIRAN FOTO




PORTOFOLIO PRESTASI
No | Nama Pengargaan/Tanda Jasa | Tahun | Lembaga Pemberi Penghargaan / Tanda Jasa |
1 | Gold Medal: International Science and Invention Fair (ISIF) 2024 as supervisor | 2024 | IYSA (Indonesian Young Scientist Association) and (MILSET - Mouvement International pour le Loisir Scientifique Et Technique) |
2 | Juara 2 Lomba Guru Penggerak CInta, Bangga, Paham Rupiah | 2024 | Bank Indonesia |
3 | Gold Medal: World Invention Competition and Exhibition (WICE) 2023 as supervisor | 2024 | Mahsa University Malaysia and IYSA (Indonesian Young Scientist Association) |
4 | Gold Medal: Global Youth Invention and Innovation Fair (GYIIF) as Supervisor | 2023 | IYSA (Indonesian Young Scientist Association) and IPB University |
5 | Wisudawan Terbaik Universitas pada Jenjang Pascasarjana (S3) dengan Predikat Cumlaude | 2022 |
Universitas Bengkulu |
6 | Yudisium Terbaik Fakultas pada Jenjang Pascasarjana (S3) dengan Predikat Pujian | 2022 |
FKIP Universitas Bengkulu |
7 | Inspiratif Tingkat Nasional | 2022 | Gubernur Bengkulu |
8 | Kepala Sekolah Inspiratif Terbaik I Tingkat Nasional | 2021 | Kemendikbudristek RI |
9 | Juara 2 Manajer Pendidikan Inovatif 2021 Tingkat Provinsi Bengkulu | 2021 | Universitas Bengkulu |
10 | Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya X Tahun | 2021 | Presiden Republik Indonesia |
11 | Kepala Sekolah Berprestasi Terbaik I Tingkat Provinsi dalam Rangka HUT Provinsi Bengkulu | 2020 | Dinas Dikbud Provinsi Bengkulu |
12 | Juara Harapan 2 (honorable mention) National Research Teachers Award 2020 | 2020 | IYSA (Indonesia Young Scientist Association), MIICA (Malaysia Innovation Invention Creativity Association) dan I3L (Indonesia International of Institute Life Sciences) |
13 | Juara 1 (medali emas) Olimpiade Guru Nasional (OGN) Matematika Pendidikan Menengah Tingkat Nasional | 2017 | Kemendikbud RI |
14 | Juara 2 Guru Berprestasi Jenjang SMK Tingkat Nasional Tahun 2018 | 2018 | Kemendikbud RI |
15 | Best Participant Diklat Instruktur ToT Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi (KBTT) Jenjang SMP/SMA/SMK Tingkat Nasional dengan skor 96,0 | 2019 | PPPPTK Matematika Yogyakarta |
16 | Juara 7 Guru Berprestasi Jenjang SMK Tingkat Nasional Tahun 2014 | 2014 | Kemendikbud RI |
17 | Finalis Lomba Inovasi Pembelaajran (Inobel) Guru Dikmen Tingkat Nasional | 2016 | Kemendikbud RI |
18 | Juara 1 Lomba Karya Tulis Ilmiah Matematika se-Sumatera | 2013 | Universitas Bengkulu |
19 | Juara 1 Guru Berprestasi Jenjang SMK Tingkat Provinsi Bengkulu Tahun 2018 | 2018 | Dinas Dikbud Provinsi Bengkulu |
20 | Juara 1 Guru Berprestasi Jenjang SMK Tingkat Provinsi Bengkulu Tahun 2014 | 2014 | Dinas Dikbud Provinsi Bengkulu |
21 | Juara 1 Guru Berprestasi Jenjang SMK Tingkat Kota Bengkulu Tahun 2018 | 2018 | MKKS Kota Bengkulu |
22 | Juara 1 Guru Berprestasi Jenjang SMK Tingkat Kota Bengkulu Tahun 2014 | 2014 | Dinas Dikbud Kota Bengkulu |
23 | Wisudawan Terbaik dengan Yudisium Cumlaude (S2) | 2008 |
Universitas Bengkulu |
24 | Lulusan Terbaik tingkat Universitas (S2) | 2008 | Universitas Bengkulu |
25 | Lulusan Program Pascasarjana IPK : 3,74 Predikat “Dengan Pujian” (S2) | 2008 | Universitas Bengkulu |
26 | Lulusan IPK Tertinggi (S1) | 2007 | Universitas Bengkulu |
27 | Lulusan Program Sarjana IPK : 3,90 Predikat “Dengan Pujian” (S1) | 2007 | Universitas Bengkulu |
28 | Inspiring Teacher | 2017 | MGMP Matematika SMK Kota Bengkulu |
29 | Juri Lomba AKSIOMA dalam Kegiatan COMATH IVTadris Matematika UIN Fatmawati Soekarno Bengkulu | 2022 | UIN Fatmawati Soekarno Bengkulu |
30 | Juri Lomba OMEGA dalam Kegiatan COMATH IVTadris Matematika UIN Fatmawati Soekarno Bengkulu | 2022 | UIN Fatmawati Soekarno Bengkulu |
31 | Juri Olimpiade Matematika Sensyafa SMPIT Iqra’ Tingkat Provinsi | 2018 | SMPIT Iqra’ Bengkulu |
32 | Juri Lomba Cepat Tepat Matematika, Mathematics Championship XXII Tingkat SMP se-Provinsi Bengkulu | 2017 | FKIP Universitas Bengkulu |
33 | Juri Olimpiade Sains Terapan (OST) Tingkat Provinsi Bengkulu Bidang Matematika Non Teknologi | 2013 | Dinas Pendidikan Provinsi Bengkulu |
34 | Juri Kegiatan Seleksi Penerimaan Penghargaan Anugrah Konstitusi Guru Provinsi Bengkulu | 2018 | Dinas Dikbud Provinsi Bengkulu |
Memuat komentar...