Published 26 Mei 2023

PEMBELAJARAN SISTEM PERIODIK UNSUR MENGGUNAKAN MEDIA “TAHU TEMPE”

Perpaduan Media Pembelajaran dengan Model Pembelajaran Discovery Learning

Dunia Pendidikan

R.M.Helmy Sujana,S.Si,S.Pd

Kunjungi Profile
Bagikan

Sebagai guru yang sudah mengikuti program sertifikasi guru dan memiliki sertifikat pendidik, maka kompetensi guru seperti kompetensi pedagogik, kompetensi sosial, kompetensi kepribadian dan kompetensi profesional harus sudah dikuasai oleh guru tersebut. Keempat kompetensi itu akan selalu melekat dalam diri seorang guru, baik itu didalam pembelajaran di sekolah/kelas maupun dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai contoh, dilingkungan sekolah guru yang menguasai kompetensi profesional akan selalu menguasai materi pelajaran yang diampu, memahami tujuan pembelajaran yang diampu, mampu mengembangkan materi pelajaran dengan kreatif, mampu bertindak reflektif demi mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan, dan mampu menggunakan atau memanfaatkan teknologi dalam proses pembelajaran. 

Agar keempat kompetensi tersebut terus terasah, maka seorang guru harus terus belajar dan melakukan kegiatan pengembangan dari. Kegiatan itu bisa berupa kegiatan pelatihan guru seperti In House Training (IHT), Workshop, Diklat guru, Lokakarya, Kegiatan Kolektif Guru, Seminar, dan Lomba-lomba yang menunjang kompetensi guru. Kegiatan itu bisa dilakukan secara mandiri atau berkelompok tergantung kebutuhan guru tersebut. Hasil yang diharapkan dari kegiatan itu nantinya dapat diimplementasikan guru tersebut dalam kegiatan pembelajaran di sekolah dan bisa berbagi dengan sesama guru baik di dalam maupun di luar lingkungan sekolah. 

Pada era kurikulum merdeka seperti saat ini, guru/pendidik harus bisa menerapkan kompetensi profesional dengan baik dan benar. Fasilitas seperti Platform Merdeka Mengajar (PMM) yang dikeluarkan oleh kemendikbudristek dapat digunakan dengan baik apabila guru/pendidik tersebut memiliki kecakapan dalam menguasai teknologi. Mengapa demikian? karena di dalam aplikasi tersebut guru/pendidik bisa melakukan kegiatan pengembangan diri secara mandiri, berbagi pengalaman pembelajaran dengan guru/pendidik yang lain, dan mengunduh berkas yang dibutuhkan untuk kegiatan pembelajaran. Jika guru tidak profesional dengan kata lain tidak cakap menguasai teknologi, maka dengan sendirinya guru tersebut akan tertinggal dan tidak bisa melakukan pembelajaran dengan baik dan maksimal. Salah satu mata pelajaran yang ada didalam aplikasi PMM yaitu mata pelajaran kimia. Didalam aplikasi itu, guru kimia se-Indonesia saling berbagi informasi dan praktik baik pembelajaran kimia di sekolah mereka. 

Perlu diketahui juga bahwasanya mata pelajaran kimia masuk kedalam jenjang SMA/MA/SMK merupakan mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam yang diantaranya mempelajari materi, analisis reaksi-reaksi kimia, sifat-sifat unsur/zat dan komponen penyusun unsur penyusun materi, rumus-rumus, konsep-konsep, gambar/struktur kimia, tata nama hingga soal hitungan mulai dari sederhana hingga yang rumit. Memahami materi pelajaran kimia dibutuhkan kemampuan berpikir tingkat tinggi seperti menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta. Oleh karena itu proses pembelajaran kimia diberikan kepada peserta didik sesuai dengan fase belajar mereka. 

Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi nomor 7 tahun 2022 tentang Standar Isi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), jenjang Pendidikan Dasar, dan jenjang Pendidikan Menengah, mata pelajaran kimia mempunyai ruang lingkup yang cukup luas. Nantinya materi-materi tersebut diberikan secara bertahap pada kelas X, XI, dan XII. Salah satu cakupan materi yang harus dipelajari peserta didik yaitu materi sistem periodik unsur. Materi ini termasuk kedalam kelompok materi Fase E yang dipelajari oleh peserta didik kelas X. Pada materi ini peserta didik diminta untuk menentukan letak golongan dan periode unsur serta sifat-sifat keperiodikannya. 

Untuk menentukan golongan, periode, dan sifat keperiodikan unsur maka peserta didik harus bisa menguasai konsep konfigurasi elektron masing-masing unsur dengan baik. Karena dengan menguasai konsep konfigurasi elektron, peserta didik bisa mengidentifikasi elektron valensi, jumlah kulit dan empat bilangan kuantum elektron terakhir masing-masing unsur yaitu bilangan kuantum utama, azhimut, magnetik, dan spin yang nantinya berkaitan erat dengan posisi blok unsur tersebut. Blok unsur sendiri tersusun atas blok s yang terdiri atas golongan IA dan IIA, blok p yang terdiri tasa golongan IIIA sampai dengan golongan VIIIA, blok d terdiri atas logam transisi luar golongan IB – VIIIB, dan blok f yang terdiri atas golongan unsur transisi dalam. 

Setelah mengetahui blok masing-masing unsur maka langkah selanjutnya peserta didik juga bisa menentukan letak golongan dan periode unsur serta urutan sifat-sifat keperiodikannya. Periode unsur terdiri atas bilangan periode 1 sampai dengan periode 7. Sifat-sifat keperiodikan yang perlu diketahui yaitu energi ionisasi, jari-jari atom, afinitas elektron, sifat oksidator-reduktor, keelektronegatifan, dan sifat logam-nonlogam, 

Oleh karena itu, untuk memperkuat pemahaman konsep konfigurasi elektron sehingga peserta didik bisa mengaplikasikannya dalam menentukan letak golongan dan periode unsur serta sifat-sifat keperiodikannya, maka pendidik perlu menggunakan suatu strategi pembelajaran yang inovatif, kreatif dan mudah dipahami oleh peserta didik. Strategi yang dimaksud yaitu strategi pemebelajaran yang melibatkan media dan model pembelajaran. Media pembelajaran yang digunakan yaitu media TAHU TEMPE yang merupakan akronim dari media tabel pengetahuan sistem periodik. Sedangkan model pembelajaran yang dipakai adalah model pemebelajaran discovery learning. Tahapan yang digunakan yaitu persiapan, pelaksanaan, dan penilaian. 

Pada tahapan persiapan pendidik menyiapkan : 1) media pembelajaran tahu tempe ; 2) perangkat pembelajaran seperti bahan ajar, modul ajar dan lembar kerja peserta didik; dan 3) membentuk kelompok. Media pembelajaran tahu tempe ini merupakan media cetak yang di desain menggunakan aplikasi canva yang isinya terdiri atas tabel periodik unsur kosongan, peta sifat-sifat keperiodikan, cara mengkonfigurasi elektron, dan hubungan konfigurasi elektron dengan letak golongan dan periode unsur. Ukuran dari media ini hampir sama dengan ukuran papan tulis dikelas. Nantinya pada saat pembelajaran media ini akan ditempel di papan tulis kelas. Media pembelajaran ini bertujuan untuk mendukung model pembelajaran yang akan digunakan yaitu model pembelajaran discovery learning. 

Sintak atau tahap pembelajaran yang dilakukan pendidik ketika menerapkan model pembelajaran   discovery learning yaitu Stimulation, Problem Statement, Data Collection, Data Processing, Verification, dan Generalization. Pada tahap stimulation pendidik memulai kegiatan pembelajaran menampilkan media tahu tempe dihadapan peserta didik dengan cara menempelkannya ke papan tulis. Harapan yang diinginkan pendidik yaitu memancing rasa ingin tahu peserta didik terhadap media pembelajaran tersebut. Lalu pendidik memberikan pertanyaan-pertanyaan seputar media tersebut dan peserta didik menuliskan hasil jawaban pertanyaan ke dalam buku mereka masing-masing. Setelah itu pendidik mengintruksikan kepada peserta didik untuk berkumpul dengan anggota kelompoknya. 

Tahap kedua yaitu problem statement pendidik memberikan lembar kerja dan kertas bertuliskan lambang unsur yang dilengkapi dengan nomor atom kepada masing-masing kelompok. Tiap kelompok mendapatkan 9 unsur yang berbeda-beda secara acak. Nantinya delapan unsur tersebut harus ditempel ke sistem periodik kosongan yang ada didepan papan tulis. Tentu saja untuk menempelkan unsur  tersebut harus sesuai letak golongan dan periodenya. Disamping itu juga setiap kelompok akan mendapatkan 3 unsur acak yang nantinya mengidentifikasi urutan sifat keperiodikannya. 

Setelah proses problem statement selesai maka tahap berikutnya peserta didik melakukan proses data collecting atau pengumpulan data bersama anggota kelompoknya. Pada tahap ini peserta didik melakukan pengumpulan data melaui kajian literatur atau melihat media tahu tempe bagaimana menuliskan konfigurasi elektron yang benar.  Nantinya hasil konfigurasi elektron tersebut dijadikan pedoman untuk menentukan empat bilangan kuantum elektron terakhirnya, menentukan letak golongan dan periodenya. 

Proses selanjutnya adalah melakukan data processing yaitu peserta didik melakukan proses analisis data. Data yang dianalisis meliputi data konfigurasi elektron, empat bilangan kuantum elektron terakhir, letak golongan dan periode serta urutan sifat keperiodikan unsur seperti energi ionisasi, jari-jari atom, afinitas elektron dari atas ke bawah atau kiri ke kanan sistem periodik unsur. Untuk mendapatkan hasil analisis yang baik maka peserta didik melakukan diskusi dengan anggota kelompoknya dan melakukan kajian lietarur terkait materi yang akan dianalisis. 

Setelah itu langkah utama dari pembelajaran ini yaitu peserta didiik melakukan verification yaitu peserta didik menempelkan kertas unsur yang telah dberikan sebelumnya ke media tahu tempe dengan benar. Unsur yang benar konfigurasi elektron dan empat bilangan kauntum elektron terakhirnya akan menempati kotak tabel dengan benar begitu pula sebaliknya. Dalam proses pembelajaran sebenarnya, ada dua kelompok menempatkan dua unsur pada kotak yang sama. Padahal setiap unsur memiliki nomor atom yang berbeda sehingga penempatan golongan dan periode otomatis juga akan berbeda. Pada kejadian ini anggota dari kelompok yang lain ikut memecahkan masalah ini. Sehingga mereka saling bergotong royong saling memberikan masukan sehingga unsur yang salah penempatan tadi bisa menempati kotak dengan benar. 

Pada tahap terakhir peserta didik melakukan generalization yaitu menarik kesimpulan hasil pembelajran yang telah dilakukan hari ini. Kesimpulan pembelajaran secara umum yang dihasilkan yaitu 1) konfigurasi elektron disusun secara urut berdasarkan atauran aufbau sehingga bisa menentukan golongan dan periode unsur dengan benar; 2) konfigurasi elektron unsur berhubungan erat dengan posisi golongan dan periode sutau unsur ; dan 3) posisi golongan dan periode berhubungan dengan urutan sifat keperiodikan unsur tersebut seperti energi ionisasi, jari-jari atom, afinitas elektron, keelektronegatifan, dsb 

Setelah tahap persiapan dan pelaksanaan sudah selesai, maka pendidik melakukan tahap berikutnya yaitu tahap evaluasi. Pada tahap ini, pendidik memberikan tes tulis individual tentang konfigurasi elektron dan sistem periodik unsur Tes tulis ini bisa berupa soal pilhan ganda atau essay. Soal dalam tes bervariasi, mulai dari yang mudah hingga sulit. Fungsi tes tulis ini untuk mengukur sejauh mana pemahaman peserta didik terhadap materi konfigurasi elektron dan sistem periodik unsur. 

Selain tes tulis, pendidik juga memberikan kuisioner tentang pelaksanaan pembelajaran discovery learning yang dipadukan dengan media TAHU TEMPE. Tujuan pemberian kuisioner ini adalah sebagai bahan refleksi yaitu mengukur sejauh mana keberhasilan dan keterlaksanaan model pembelajaran tersebut. Selain itu, tes kuisioner ini bisa mengukur tingkat kepuasan peserta didik, kelemahan, dan kelebihan model serta media pembelajaran yang digunakan. Masukan-masukan peserta didik ini bisa dijadikan pertimbangan pendidik atau bahan evaluasi agar kedepannya bisa lebih baik lagi, terutama pada materi kimia yang lain.


Penyunting: Putra

Buat Akun Gratis di Guru Inovatif
Ayo buat akun Guru Inovatif secara gratis, ikuti pelatihan dan event secara gratis dan dapatkan sertifikat ber JP yang akan membantu Anda untuk kenaikan pangkat di tempat kerja.
Daftar Akun Gratis
Upgrade Memberhip
Upgrade Memberhip
Berlaku hingga
03 Hari
03 Jam
03 Menit
03 Detik
Pilih Membership

0

0

Komentar (0)

-Komentar belum tersedia-

Related Post

Implementasi Kurikulum Merdeka, Wujudkan Indonesia Emas 2045
Menuju Indonesia Maju dengan Kurikulum Merdeka

NAWAWI EFENDI

May 29, 2023
1 min
Menjadi Guru Melek Digital untuk Menyongsong Indonesia Emas 2045
4 min
PEMBELAJARAN YANG MEMANUSIAKAN MURID UNTUK MENCAPAI GENERASI EMAS DI TAHUN 2045

Chintia Giana

May 31, 2023
6 min
Pembelajaran yang Menarik, Menyenangkan dan Berpihak pada Murid Kunci Sukses Kurikulum Merdeka dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045

FATIMAH

May 22, 2023
1 min
PROGRAM SISWA PENGGERAK SEBAGAI IMPLEMENTASI P5 DI SMKN 1 BANJAR

DENI SUHARYANTO

May 29, 2023
3 min

Guru Inovatif

Jam operasional Customer Service

06.00 - 18.00 WIB