MENYALAKAN LITERASI GURU MELALUI PENDAMPINGAN
MENULIS BUKU ANTOLOGI
Di era digital ini kita sebagai pendidik di tuntut oleh terus belajar sesuai perkembangan zaman untuk memfasilitasi terjadinya pembelajaran yang bermakna dan menyenangkan bagi murid . Kolaborasi dan berbagi dengan sesama adalah pilihan yang bijak untuk menuju kompetensi diri sebagai pendidik yang cakap dan adaptif. Belajar bisa di mana saja dan dengan siapa saja.
Komunitas belajar adalah wahana bagi pendidik dan tenaga kependidikan untuk belajar bersama dan berkolaborasi secara rutin dan berkelanjutan , dengan tujuan yang jelas dan terukur untuk meningkatkan kualitas pembelajaran sehingga berdampak pada hasil belajar murid berlandaskan pada tiga ide besar dan lima dimensiyang menjadi pijakan dalam menjalankan seluruh prosesnya di dalam sebuah siklus untuk perbaikan yang berkelanjutan.
Sebagai Guru pendamping atau pengawas sekolah mengoptimalkan peran komunitas belajar di sekolah binaan merupakan tugas mulia dan menyenangkan karena di era digital ini kolaborasi adalah kecakapan yang harus di miliki seorang pendidik abad 21 selain berpikir kritis, kreatif, dan komunikatif yang dikenal dengan keterampilan 4 C .Di tahun ajaran 2025/2026 saya melakukan pendampingan di komunitas belajar antar sekolah yaitu komunitas belajar IGTKI kecamatan Tulakan, Kabupaten Pacitan yang beranggotakan guru dan kepala sekolah TK berjumalah 245 orang.
Terdapat permasalahan mendasar yaitu rendahnya minat guru untuk berliterasi buku baik membaca ataupun menulis. Merupakan hal yang inronis dimana guru sebagai penggerak literasi murid diharapkan memiliki kompetensi literasi yang memadai. Dari hasil refleksi awal terhadap kendala berliterasi terutama kesulitan dengan yang ada, antara lain: 1) jumlah buku bacaan yang kurang memadai baik buku guru mapun buku bacaan murid 2) kurangnya pemahaman guru atau tentang cara memvisualisasikan sebuah pengalaman nyata menjadi karya tertulis.
Menjadi tantangan bagi saya sebagai pengawas untuk memotivasi dan memberikan pendampingan secara efektif cara menulis buku antologi dan memotivasi bahwa menulis itu mudah, semudah chating.
Inovasi metode coaching dan mentoring saya pilih sebagai solusi alternatif yang efektif untuk mengatasi tantangan tersebut.
Aksi dari kegiatan pendampingan menulis buku antologi
Langkah pertama adalah saya merencanakan metode pendampingan yang sesuai dengan situasi di TK binaan yaitu coaching dan mentoring. Percakapan Coaching adalah percakapan antara coach dengan coachee dalam proses untuk menginspirasi pemikiran kreatif sehingga seorang individu (coachee) dapat memaksimalkan potensi pribadi dan profesionalismenya.
Langkah kedua Metode coaching saya gunakan dalam membantu guru/kepala sekolah menemukan praktik-praktik pembelajaran yang telah dilakukan dan disepakati telah berhasil dilaksanakan serta berdampak pada murid dalam mencegah perundungan.
Langkah ketiga adalah melakukan mentoring pada anggota komunitas belajar IGTKI yang beranggotakan guru dan kepala sekolah TK se Kecamatan Tulakan Kabuaten Pacitan dengan step:
- Memaparkan tujuan menulis yaitu untuk menyalurkan hobi, aktualisasi diri, curhat, mengukir sejarah, kenaikan pangkat, dan bisa sebagai profesi
- Dilanjutkan dengan mengenalkan jenis tulisan baik fiksi maupun non fiksi.
- Dalam pelatihan perdana ini disepakati menulis non fiksi jenis memoar dengan judul buku : “ Hentikan Perundungan - Tebarkan Kasih Sayang”
- Langkah terakhir adalah mentoring menulis dimulai dari menyusun kerangka tulisan/outline, kemudian menulism dan swasunting
Dari aksi yang saya lakukan, pendampingan dengan metode coaching dan mentoring terhadap guru dan kepala sekolah Taman kanak-Kanak , ternyata berdampak pada peningkatan minat dan kompetensi guru dalam berliterasi terutama menulis.
Karya nyata dari pendampingan ini berhasil menerbitkan buku antologi 50 guru dan kepala sekolah dalam komunitas belajar IGTKI Kecamatan Tulakan Kabupaten Pacitan dengan judul “ HENTIKAN PERUNDUNGAN- TEBARKAN KASIH SAYANG”
#Guruinovatif #Hardiknas2026 #InsanPendidikanBerdampak
GAMBAR PENDUKUNG
Penyerahan Buku Antologi di Gebyar PAUD kepada Bunda PAUD Kabupaten Pacitan

Buku Antologi Hentikan Perundungan Tebarkan Kasih Sayang
Penulis : Amin Darodjatin, M.Pd, Pengawas Sekolah Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan. Dengan pengalaman mengajar sebelumnya sebagi guru Sains di SMP negeri 1 Pacitan. Menyukai literasi, penelitian dan menulis buku. Lahir di Pacitan tahun 1971. Lulus pendidikan sarjana S-1 di Universitas Negeri Malang tahun 1997 dan Lulus S-2 Program Studi Pendidikan Sains di Universitas Negeri Surabaya tahun 2011 melalui beasiswa Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Short Course tahun 2011 di Curtin University, Perth Australia.