LIGHTS OF CHANGE, Inspiring Moments of Appreciation & Giving” - Guruinovatif.id

Diterbitkan 06 Mei 2026

LIGHTS OF CHANGE, Inspiring Moments of Appreciation & Giving”

Pengalamannya sebagai guru honorer yang terus bertumbuh dengan prestasi, membawa Nia Rohania ke titik puncak karir sebagai pemilik dan Kepala sekolah SMK PHT, menjadi titik awal perubahan ,memberi dampak kepada para guru dan siswa bahwa sekolah adalah ruang membangun mimpi dan mendapat apresiasi

Cerita Guru

ADVOCATE ROHANIA

Kunjungi Profile
4x
Bagikan

LIGHTS OF CHANGE

Inspiring Moments of Appreciation & Giving

Oleh: Nia Rohania

Pengalamannya sebagai guru honorer yang terus bertumbuh dengan prestasi, membawa Nia Rohania ke titik puncak karir sebagai pemilik dan Kepala sekolah SMK PHT, menjadi titik awal perubahan ,memberi dampak kepada para guru dan siswa bahwa sekolah adalah ruang membangun mimpi dan mendapat apresiasi 

A. Pendahuluan

Perubahan besar sering kali berawal dari langkah kecil yang dilakukan dengan ketulusan. Dunia pendidikan tidak hanya membutuhkan pengajar, tetapi juga sosok inspirator yang mampu menyentuh hati, membangun semangat, dan mengubah cara pandang guru dan peserta didik terhadap masa depan mereka.

Saya adalah seorang guru honorer bahasa Inggris yang mengajar sejak tahun 2012, di beberapa  tempat.  Alhamdulillah, tepatnya bulan Januari 2026, saya memulai perjalanan sebagai kepala sekolah di SMK Pariwisata PHT Cianjur dengan satu keyakinan: sekolah bukan sekadar tempat belajar, tetapi ruang tumbuh bagi karakter, mimpi, dan kepercayaan diri. Dalam waktu empat bulan, saya berupaya menghadirkan perubahan yang tidak hanya terlihat secara fisik, tetapi juga terasa secara emosional oleh guru dan siswa.

B. Awal Perubahan: Menghargai untuk Menginspirasi

Pengalaman saya sebagai guru honorer yang disebut juga sukwan selama 5 tahun,menjadi pemantik bagi saya untuk memperlakukan para guru dengan sangat baik, menghargai kehadiranya, dan memberikan apresiasi atas jasa serta dedikasinya, karena saya bisa merasakan dan memahami, betapa sakitnya jika tenaga, pendidikan dan prestasi kita hanya dihargai tak lebih besar dari seorang buruh lepas, bahkan mungkin buruh lepas tak lebih kecil dari guru honorer. Langkah ini bukan sekedar seremoni semata, tetapi menjadi pemantik perubahan budaya kerja yang lebih hangat dan penuh makna.

Saya menyadari, menjadi seorang guru honorer itu mudah, tapi menerima sebagai guru yang hanya dituntut dedikasi, kerja tulus, kerja ikhlas tidaklah gampang, sementara kebutuhan di rumah, biaya hidup dan pendidikan anak menjadi  bom waktu, yang siap mengejar  tanpa jeda. 

Guru honorer adalah profesi yang menjadi pilihan banyak  kaum hawa, selain tidak dibatasi usia, juga tidak menguras waktu dan tenaga, Ibu-ibu masih bisa menjalankan dua profesi sekaligus, sebagai guru dan ibu rumah tangga, dan inilah yang membuat para guru wanita merasa nyaman dan betah menjadi guru walau gaji tidak mencukupi, dan tidak sesuai dengan pendidikan yang sudah didapat selama 4 tahun bahkan lebih dari 6 tahun,  karena kehadiran seorang ibu bagi anak-anaknya lebih berharga dari sejumlah uang.  Untuk itu, bagi saya memberikan apresiasi dan penghargaan kepada para guru yang telah mendedikasikan hidupnya untuk mendidik dan mencerdaskan anak bangsa, menjadi wajib hukumnya, terlebih kepadaBapak Ibu yang sudah mengabdi selama lebih dari 20 tahun, sebuah apresiasi yang tidak pernah saya dapatkan dan rasakan, walaupun saya sendiri telah banyak memberikan kontribusi dengan menghasilkan banyak prestasi yang mengarumkan nama sekolah sendiri. Dan saya tidak ingin ini terjadi di sekolah yang saya pimpin. 

Makanya langkah pertama yang saya lakukan adalah memberikan penghargaan kepada para guru yang telah mengabdi lebih dari 20 tahun. Penghargaan ini bukan sekadar plakat dan suvenir, tetapi simbol penghormatan atas dedikasi dan ketulusan mereka, dan menjadi sebuah pengakuan dan kebahagiaan atas kehadiran mereka sebagai pahlawan tanpa tanda jasa, yang memberikan dampak positif dengan meningkatkan kembali semangat mengajar.  Dari sini, saya belajar bahwa perubahan tidak selalu dimulai dari siswa, tetapi dari guru yang merasa dihargai. Selain itu, saya juga merancang program peningkatan kesejahteraan melalui rencana tambahan gaji sebagai bentuk komitmen terhadap profesionalisme dan motivasi kerja

C. Membangun Kepercayaan Diri Siswa Melalui Kompetisi

Kompetisi menjadi salah satu ajang untuk menempa kemampuan dan potensi diri, juga untuk meningkatkan keberanian dan rasa percaya diri. Berhubung sejak kecil saya biasa mengikuti berbagai ajang kompetisi, maka melihat sekolah yang tidak menyediakan wadah dan sarana serta dana untuk mendukung para siswa beradu bakat dan talenta, membuat saya sedikit gerah dan cepat begerak membuat program “ Panggung Bakat Anak Muda“ sebuah program tempat siswa menunjukan bakat dan talenta juga berekspresi dan bereksperimen, yang nanti siap menghadapi tantangan di setiap perlombaan, dan diharapkan para siswa  bisa muncul sebagai sosok yang gagah berani, penuh percaya diri dan siap menghadapi setiap ujian dan rintangan dalam mewujudkan mimpi dan masa depan. Perubahan ini menunjukkan bahwa keberanian bisa dilatih ketika siswa diberi ruang dan kepercayaan.

Sebelumnya, kegiatan lomba di sekolah jarang dilakukan. Padahal, kompetisi merupakan sarana penting untuk menggali potensi dan membangun mental percaya diri. Saya mulai menyelenggarakan berbagai lomba internal, kemudian mengelompokkan siswa berdasarkan bakat dan minat mereka. Dari proses ini, siswa tidak lagi merasa "biasa saja", tetapi mulai menyadari bahwa setiap individu memiliki keunggulan.

Siswa yang telah diseleksi kemudian didorong untuk mengikuti berbagai lomba di luar sekolah. Dampaknya sangat signifikan:

  • Siswa menjadi lebih percaya diri

  • Muncul rasa bangga terhadap diri sendiri

  • Terbangun semangat berprestasi

Lebih dari itu, siswa mulai mengubah pola pikir dari "tidak bisa" menjadi "saya akan mencoba".

D. Gerakan Literasi: Dari Kata Menjadi Karya

Selain penguatan akademik dan karakter, kami juga menanamkan nilai kepedulian sosial melalui kegiatan santunan kepada anak yatim dan jompo sebanyak 40 orang, yang terdiri dari 14 siswa dan 26 masyarakat sekitar.

Kegiatan ini tidak hanya berupa pemberian bantuan, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi dan perkenalan antara sekolah dengan masyarakat. Kami ingin menegaskan bahwa kehadiran sekolah bukan hanya untuk mendidik siswa, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan sekitar. Melalui kegiatan ini, siswa belajar tentang empati, kepedulian, dan makna berbagi. Sehingga diharapkan akan tumbuh rasa syukur pada para siswa, bahwa diatas langit masih ada langit. "Saya jadi lebih bersyukur dan ingin membantu lebih banyak orang." — Kata salah satu siswa peserta kegiatan sosial

Program ini menjadi bagian penting dalam membentuk karakter siswa yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki hati nurani.

Literasi menjadi salah satu program yang sangat penting di sekolah dan lingkungan masyarakat sekitar, karena dengan kegiatan literasi,  anak-anak diharapkan akan kembali mencintai buku,  dan tidak hanya bisa menuangkan ide, gagasan dalam bentuk tulisan, tapi juga belajar menyampaikan pendapat, memiliki Critical thinking dan curiosity yang tinggi, sehingga para siswa diharapkan punya keinginan untuk selalu belajar hal-hal yang baru yang bisa menambah skill dan pengetahuan mereka. 

Lewat gerakan literasi inilah, saya mengukir banyak prestasi, karena bagi saya, seorang guru harus menjadi model dan contoh bagi anak didiknya, dia harus bisa menjadi inspirasi dan memberikan motivasi agar anak didiknya bisa melakukan hal yang sama dan bahkan bisa melebihi prestasi gurunya. Lewat menulis, berbagai penghargaan baik nasional maupun internasional telah saya kumpulkan, beberapa buku kumpulan puisi telah saya terbitkan, baik yang tunggal maupun bersama teman-teman, baik nasional maupun internasional, dan salah satu buku antologi puisi karya saya mendapatkan penghargaan sebagai buku dan penulis Inovator tingkat nasioanal dan berkesempatan menjadi pembicara di Akademika Litera yang diselenggarakan oleh Nyalanesia, mendapatkan penghargaan Muri dan terpilih menjadi penggerak literasi nasional juga terpilih sebagai 25 Nominator Teacher Literacy award. Dan Vibe ini tentu saya tularkan ke para siswa dengan menyelengarakan Gerakan Literasi Sekolah, memilih Duta Literasi Sekolah dan menerbitkan 3 buah buku antologi puisi siswa , yang membawa sekolah kami menjadi Sekolah Aktif Literasi Nasional. Sebagai Penggerak Literasi Nasional, saya punya kewajiban untuk mengembangkan gerakan literasi di kalangan masyarakat, maka saya mendirikan Komunitas Penulis Cianjur ( Prasasti) dan Komunitas Penulis Dunia ( Asih Sasami Indonesia Global Writer), yang telah menerbitakn buku antologi puisi nasional dan Internasional, diantaranya :

  • Cianjur Berduka, tentang Gempa di Cianjur

  • Tribute To Iwan, tentang penghargaan kepada salah seorang penyair yang sudah wafat

  • Antologi Puisi budaya Indonersia-Bolivia, Indonesia-Spanyol, Indonesia Costa Rica dan banyak lagi

Dari karya-karya buku inilah saya mendapat kesempatan bertemu dengan Dubes Costa Rica, bertemu dengan Kick Andy, bertemu dengan Merry Riana, Bambang Yudhoyono, dan beberapa pejabat penting lainnya. 

 

Momen ini menjadi titik balik penting dalam membangun kepercayaan diri siswa melalui karya nyata.

Salah satu inovasi yang saya kembangkan adalah program literasi kreatif melalui kelas menulis sastra. Program ini mencakup:

  • Penulisan puisi

  • Cerpen

  • Pelatihan baca puisi

  • Teater

Kegiatan ini tidak hanya melatih kemampuan akademik, tetapi juga menjadi ruang ekspresi emosi bagi siswa. Banyak siswa yang sebelumnya pendiam, mulai berani tampil dan menyuarakan isi hatinya.

Puncak dari program ini adalah pembukuan karya siswa. Ketika karya mereka dicetak menjadi buku, terjadi perubahan besar dalam diri mereka:

  • Mereka merasa dihargai

  • Mereka percaya bahwa suara mereka penting

  • Mereka bangga menjadi diri sendiri

Inilah bentuk nyata pendidikan yang menyentuh jiwa.

E. Dampak Emosional dan Transformasi Karakter

Perubahan yang terjadi dapat diukur secara nyata, baik secara kualitatif maupun kuantitatif:

  • [isi %] peningkatan partisipasi siswa dalam kegiatan sekolah

  • [isi %] peningkatan keikutsertaan lomba

  • Meningkatnya interaksi positif antara guru dan siswa

Selain data, dampak paling kuat terlihat dari perubahan sikap sehari-hari siswa.

Perubahan yang terjadi tidak hanya terlihat dari prestasi, tetapi juga dari sikap dan karakter siswa:

  1. Meningkatnya rasa percaya diri

  2. Tumbuhnya keberanian untuk tampil

  3. Perubahan pola pikir menjadi lebih positif

  4. Terbangunnya rasa saling menghargai

  5. Meningkatnya motivasi belajar

Bahkan, beberapa siswa yang sebelumnya kurang aktif, kini menjadi penggerak dalam kegiatan sekolah. Guru pun mengalami perubahan serupa. Mereka menjadi lebih semangat, lebih kreatif, dan lebih terlibat dalam proses pendidikan

F. Refleksi: Menjadi Inspirator, Bukan Sekadar Pengajar

Perjalanan 4 bulan ini mengajarkan satu hal penting: perubahan besar tidak selalu membutuhkan waktu lama, tetapi membutuhkan keberanian untuk memulai.

Menjadi inspirator berarti mampu menyalakan harapan, bahkan dalam kondisi yang terbatas.

Menjadi guru inspirator berarti hadir bukan hanya untuk mengajar, tetapi untuk menggerakkan hati. Saya menyadari bahwa kunci perubahan bukan terletak pada fasilitas, melainkan pada hubungan manusia: penghargaan, kepercayaan, dan kesempatan. Ketika guru dihargai, mereka akan menginspirasi.
Ketika siswa dipercaya, mereka akan berkembang

G. Penutup

Perjalanan ini baru dimulai, namun dampaknya telah terasa.

Saya percaya, sekolah yang hebat bukan yang paling mewah, tetapi yang paling mampu menghidupkan harapan.

Dan dari SMK Pariwisata PHT Cianjur, cahaya itu mulai menyala—perlahan, tetapi pasti.Saya percaya, pendidikan yang berdampak adalah pendidikan yang mampu meninggalkan jejak dalam hati, bukan hanya dalam nilai.

SMK Pariwisata PHT Cianjur kini bukan hanya tempat belajar, tetapi tempat di mana mimpi mulai berani diwujudkan.

https://drive.google.com/drive/folders/1Aj65VkbWVT_388rrNZQcjZfq9W1RMiaI?usp=drive_link

https://drive.google.com/drive/folders/1FmIkpEfHeUKMbgLwlZiOuzxPfmbgj4Mq?usp=drive_link

0

0

Loading comments...

Memuat komentar...

Buat Akun Gratis di Guru Inovatif
Ayo buat akun Guru Inovatif secara gratis, ikuti pelatihan dan event secara gratis dan dapatkan sertifikat ber JP yang akan membantu Anda untuk kenaikan pangkat di tempat kerja.
Daftar Akun Gratis