Abstrak
Kesenjangan kualitas pendidikan di wilayah pelosok atau pinggiran kota sering kali dipicu oleh keterbatasan fasilitas dan ketiadaan tenaga pendidik tetap, sebagaimana terjadi di SDN 2 Petuk Bukit Kecamatan Rakumpit Kota Palangka Raya yang selama 32 tahun tidak memiliki guru Pendidikan Agama Islam (PAI). Kondisi ini berimplikasi pada rendahnya literasi, numerasi, dan karakter siswa, yang tercermin dalam rapor pendidikan sekolah berwarna merah selama bertahun-tahun. Karya inovasi ini menghadirkan solusi komprehensif melalui ekosistem HUMA ITAH (Rumah Kita) yang mengintegrasikan habituasi karakter harian dengan inovasi teknologi digital. Pilar utama inovasi ini adalah aplikasi SI DIKI (Sistem Informasi Digital Keren dan Kreatif), sebuah platform berbasis Android yang dirancang secara mandiri untuk mengatasi kelangkaan buku paket melalui penyediaan akses sumber belajar digital gratis dan konten kearifan lokal. Aplikasi ini telah terdaftar secara resmi di Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dan menerapkan prinsip Computational Thinking dalam pemanfaatannya.
Hasil implementasi menunjukkan dampak signifikan, yaitu rapor pendidikan sekolah bertransformasi dari predikat merah menjadi hijau, lingkungan sekolah yang menjadi nyaman, aman, indah dan bersih. Selain itu, terjadi peningkatan prestasi siswa hingga tingkat provinsi serta peningkatan kompetensi guru lintas sekolah melalui diseminasi aplikasi. Inovasi ini membuktikan bahwa keterbatasan geografis dapat diatasi dengan dedikasi dan integrasi teknologi yang tepat guna untuk mewujudkan profil Pelajar Pancasila menuju Indonesia Emas 2045.
Pendahuluan
Pendidikan adalah alat untuk mencapai mimpi, bukan sebagai penghalang untuk membatasi potensi. Pendidikan bukan hanya tentang memperoleh pengetahuan, tetapi juga membuka pikiran, mengembangkan kreativitas, dan mengubah kegelapan menjadi cahaya penerang jalan. Selama 32 tahun sejak berdiri pada tahun 1994, SDN 2 Petuk Bukit terletak 52 kilometer dari pusat Kota Palangka Raya, memiliki waktu tempuh kurang lebih 1 jam dari pusat kota, dan tidak pernah memiliki guru Pendidikan Agama Islam (PAI) tetap. Hadir sebagai guru PAI pertama, saya disambut kenyataan pahit. Fasilitas minim, sinyal internet yang tidak stabil, kurangnya tenaga pendidik dalam jangka waktu lama dan paling memilukan adalah rapor pendidikan sekolah yang selama bertahun-tahun juga berwarna merah. Keterbatasan ekonomi membuat siswa sulit mengakses buku paket, sehingga literasi dan numerasi mereka tertinggal jauh. lingkungan kurang bersih dan kurangya kesadaran menjaga kebersihan juga menjadi penyebab masalah yang kompleks sekolah ini.
Walapun demikian, sebuah tantangan harus dihadapi dengan tekad yang kuat dan ikhlas dalam memberikan akses pendidikan yang berkualitas.
HUMA ITAH
Untuk menjawab keresahan dan kegelisahan tersebut, lahir sebuah tekad untuk membangun sebuah program yang bernama "HUMA ITAH" (Rumah Kita). Dalam bahasa Dayak, Huma berarti Rumah dan Itah berarti Kita. Saya bersama rekan guru lain, ingin sekolah ini bukan lagi sekedar bangunan kaku, melainkan sebuah "Rumah" yang nyaman, cerdas, dan bermartabat. Sebagai Ketua Komunitas Belajar dan Melalui Komunitas ini, kami merajut ekosistem habituasi harian yang selaras dengan “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat”. Program ini bertujuan mengubah sekolah menjadi ekosistem belajar yang nyaman dan cerdas melalui pembiasaan harian:
- SI PUSPA (Siswa, Guru dan Perpustakaan Saling Menyapa) : dilaksanakan setiap hari Senin dan Selasa, bertujuan menghidupkan kembali perpustakaan yang terbengkalai. Dari awal berdiri sekolah sampai sekarang perpustakaan sekolah seperti “Mati Suri”, tak pernah ada kunjungan dan perpustakaan terbengkalai tanpa disentuh oleh siapapun. Pada program SI PUSPA, siswa dan guru tak hanya membaca, tapi belajar bicara di depan umum dari hasil bacaan yang mereka dapatkan ketika membaca buku di perpustakaan dan menyuarakan isi pikiran mereka melalui presentasi sederhana secara bergantian setiap minggunya.
- SI NADA (Nasionalis dan Daerah dalam Suara) : hampir semua siswa tidak mengetahui dan tidak hapal tentang lagu-lagu nasional dan daerah, didasari hal itulah setiap hari Rabu dan Kamis dengan tujuan membangun semangat jiwa nasionalisme, seluruh siswa menyanyi, menghapal dan membedah makna lagu-lagu nasional serta daerah disetiap minggunya, hal ini juga bertujuan mengingatkan mereka akan akar budaya yang kuat.
- JUM'AT BARASIH (Barasih dalam bahasa dayak artinya Bersih) : dilaksanakan setiap hari Jumat, "BARASIH“ memiliki makna agar hidup menjadi bersih, bersih hati,bersih pola pikir, sikap dan perilakunya melalui olahraga, mengecek kebersihan kuku, rambut, telinga, dan gigi , ibadah seperti shalat duha bagi siswa muslim, ibadah bagi agama kristen, bimbingan kerohanian, gotong royong bersama (siswa, guru,orang tua dan masyarakat) membersihkan lingkungan sekitar, latihan baris berbaris hingga membangun karakter siswa berpikiri secara komputasional dengan pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial.
- SAHATI (Sesi Refleksi dan Menginspirasi ) : dilaksanakan setiap hari Sabtu, bertujuan membangun karakter yang rendah hati, selalu memperbaiki diri dan pantang menyerang dalam menggapai masa depan yang cerah dalam rangakaian kisah-kisah inspiratif.
- GASPOL 10 (Gerakan Satu Siswa Sepuluh Sampah Setiap Hari) : dilaksanakan setiap hari, gerakan ini didasari banyaknya sampah dari dedaunan yang jatuh dari pohon di area sekolah, dan masih kurangnya kesadaran siswa membuang sampah pada tempatnya. dengan adanya gerakan GASPOL 10 maka lingkungan sekolah menjadi bersih dan nyaman, serta meningkatkan kebiasaan dan kesadaran siswa pentingya menjaga lingkungan.
- Outing Class (Kegiatan Belajar diluar Lingkungan Sekolah) : dilaksanakan setiap tahun 1 kali, bertujuan membangun karakter dan literasi siswa melalui pengalaman langsung fasilitas publik seperti belajar di instansi seperti Dinas Perpustakaan dan Kearsipan untuk memperluas cakrawala pengetahuan siswa di luar buku teks. Selain itu Outing Class bertujuan untuk Edukasi Kearifan Lokal dengan mengunjungi wisata alam bersejarah di Kota Palangka Raya dan sekitarnya seperti Museum Balanga, Nyaru Menteng, Kereng Bangkirai, Bukit Batu, dan Bukit Banama.
SI DIKI (Sistem Digital Informasi Digital Keren dan Kreatif)
Sebagai guru yang juga mengajar mata Pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial di sekolah, saya mengaplikasikan wawasan dan pengetahun yang saya dapatkan dari pelatihan Koding dan KA yang sudah saya tempuh selama beberapa bulan dari program kemendikasmen tahun 2025. Dari hasil pelatihan tersebut, saya bersama siswa mulai belajar secara otodidak untuk merancang sebuah solusi digital. Dari hasil kolaborasi tersebut, lahirlah aplikasi "SI DIKI" (Sistem Informasi Digital Keren dan Kreatif). Saya mengajarkan mereka prinsip Berpikir Komputasional, mengajak anak-anak desa ini tidak hanya menjadi pemakai, tapi juga pemikir di balik teknologi.
Inovasi SI DIKI (Sistem Informasi Digital Keren dan Kreatif) berangkat dari semangat transformasi pendidikan di era digital yang menuntut sekolah mampu menghadirkan layanan informasi dan pembelajaran yang adaptif, kreatif, serta inklusif. Melalui SI DIKI, sekolah berupaya menciptakan ekosistem digital mandiri yang mampu memfasilitasi guru, siswa, dan masyarakat dalam mengakses informasi sekolah dan konten pembelajaran dimana saja dan kapan saja.
SI DIKI dirancang berbasis no-code/low-code system menggunakan platform yang mengadopsi metode visual programming (drag-and-drop) dan block-based coding.
Struktur aplikasinya dibagi menjadi tiga modul utama:
- Modul Informasi Sekolah: Profil sekolah, data guru-siswa, prestasi, kegiatan, dan layanan publik.
- Modul Pembelajaran Digital: Materi interaktif, video edukasi, dan latihan soal.
- Modul Administrasi dan Arsip: Pengelolaan dokumen digital (rpp/modul ajar, agenda, laporan, foto kegiatan) yang tersimpan secara terstruktur dan aman.
Desain tampilan menggunakan prinsip UI/UX sederhana, dengan ikon dan navigasi visual agar dapat diakses bahkan oleh pengguna dengan tingkat literasi digital dasar.
Inovasi SI DIKI (Sistem Informasi Digital Keren dan Kreatif) bertujuan mewujudkan ekosistem pendidikan yang kreatif, adaptif, dan berkarakter digital di lingkungan sekolah dasar, khususnya di wilayah pinggiran Kota Palangka Raya. Tujuan utama inovasi ini adalah:
- Transformasi Digital Sekolah Dasar
Menghadirkan platform terpadu yang mampu mengubah sistem informasi sekolah dari manual ke digital, menciptakan tata kelola pendidikan yang efisien, transparan, dan berorientasi pada layanan publik. - Pemberdayaan Guru dan Siswa sebagai Kreator Digital
Melatih kemampuan guru dan siswa dalam membuat, mengelola, serta mengembangkan konten pembelajaran digital secara mandiri menggunakan konsep block programming berbasis visual coding. - Meningkatkan Kualitas Pembelajaran
Menyediakan ruang belajar yang menarik, interaktif, dan kontekstual, sehingga siswa lebih termotivasi, kreatif, dan partisipatif dalam mengikuti kegiatan belajar. - Meningkatkan Aksesibilitas dan Inklusi Digital
Memberikan akses informasi dan pembelajaran yang mudah dijangkau oleh seluruh warga sekolah, termasuk masyarakat di wilayah dengan keterbatasan jaringan internet. - Mendukung Visi Smart Education Kota Palangka Raya
Menjadi model digitalisasi sekolah yang selaras dengan kebijakan pemerintah daerah dalam mewujudkan pendidikan yang transformatif, inovatif, dan berbasis teknologi cerdas.
SI DIKI sudah memiliki HKI (Hak Kekayaan Intelektual) pada tahun 2025, dan juga sudah disosialisasikan kepada rekan guru baik di sekolah maupun lintas sekolah. Desiminasi lintas sekolah dilakukan pada saat kegiatan Akselerasi GTK Inovatif 2025 yang diadakan oleh Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya. Selain itu, SI DIKI juga menjadi salah satu Inovasi perwakilan Dinas Pendidikan Kota Palangka raya dalam lomba Inovasi Daerah Tahun 2025. Dalam kegiatan tersebut Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya berhasil mendapatkan penghargaan sebagai Instansi Daerah Paling Inovatif di Tahun 2025.
Dampak Nyata
Program HUMA ITAH adalah program yang mungkin sudah biasa dilakukan pada sekolah-sekolah di wilayah kota, tapi bagi SDN 2 Petuk Bukit, program ini sangat penting dalam membangun karakter dan inovasi teknologi digital bagi sekolah meskipun berada di pelosok atau pinggiran kota. Program HUMA ITAH dari tahun 2025 juga sudah disosialisasikan kepada siswa, rekan guru dan orang tua siswa, artinya program ini sudah diketahui bersama dan didukung secara penuh oleh warga sekolah secara berkelanjutan. Dan pada akhirnya Program HUMA ITAH sangat berdampak pada sekolah. Rapor pendidikan sekolah kini merangkak naik, meningkat pesat dari tahun-tahun sebelumnya yang awalnya merah akhirnya menjadi hijau. Lingkungan sekolah yang dulu kotor kini menjadi bersih, indah dan nyaman. Prestasi pun lahir bertubi-tubi; siswa-siswa berhasil menjadi juara berbagai lomba dari tingkat kecamatan, kota hingga provinsi. Saya pribadi pun sebagai guru juga mendapatkan penghargaan di tingkat Kota dan Provinsi baik di bidang akademik dan non akademik, ini adalah buah manis dari bibit inovasi yang ditanam dengan dedikasi dan kerja keras. Tidak itu saja rekan sejawat pun berhasil mendapatkan prestasi di tingkat kota, itu artinya dengan program ini, kualitas warga sekolah mengalami kemajuan secara nyata.
Refleksi dan Penutup
Melalui program HUMA ITAH, kami membuktikan bahwa jarak geografis dan keterbatasan fasilitas bukanlah penghalang untuk melahirkan inovasi yang berpusat pada siswa. Program HUMA ITAH bukan hanya berdampak pada guru itu sendiri, tetapi kepada siswa, rekan sejawat, orang tua siswa dan bagi seluruh insan pendidikan dimanapun berada. Pendidikan adalah tentang menyalakan lilin, bukan sekadar meratapi kegelapan. Mari jadikan setiap sekolah sebagai "Huma" yaitu rumah yang penuh cinta bagi masa depan Indonesia, menuju Indonesia Emas 2045. Semoga pengalaman praktik baik ini bisa menjadi inspirasi dan bermanfaat bagi semua insan pendidikan di Indonesia.
Bukti Dukung Inovasi Program HUMA ITAH
SI PUSPA (Siswa, Guru dan Perpustakaan Saling Menyapa) :
Instagram @sdn_2_petuk_bukit
https://www.instagram.com/reel/DX6GU1TSSJd/?igsh=MXRhY2RqNHNqeTZkbw==
SI NADA (Nasionalis dan Daerah dalam Suara) :
Instagram @sdn_2_petuk_bukit
https://www.instagram.com/p/DX6Cu-kEkv7/?img_index=1&igsh=MWYzZnNiOTB0dnlldg
JUM'AT BARASIH :
Instagram @sdn_2_petuk_bukit
https://www.instagram.com/reel/DXiweNhknmz/?igsh=b2ViZ2tleHgwenM3
SAHATI (Sesi Refleksi dan Menginspirasi ) :
Instagram @sdn_2_petuk_bukit
https://www.instagram.com/p/DX6HfJ4Eoee/?igsh=MTFld2d6am11Z2liMw==
OUTING CLASS :
Instagram @sdn_2_petuk_bukit
https://www.instagram.com/reel/DX3E-U0yojb/?igsh=eWdkeG5jd2xqd3Rw
https://www.instagram.com/reel/DX3Fb2TyBC6/?igsh=ZThlM2FpdHlzYzBx
Inovasi SI DIKI :
https://youtu.be/tdUE9PDTUjA?si=otMwkaB9NwE2QmTg
HKI (Hak Kekayaan Intelektual) SI DIKI :

Penghargaan Inovasi SI DIKI pada Lomba Inovasi Daerah 2025 :


Penghargaan / Prestasi Siswa :



Penghargaan Guru :







Penghargaan Rekan Sejawat :

Sosialisasi Program HUMA ITAH dan Inovasi SI DIKI :





Memuat komentar...