Dari Arisan Biasa Menjadi Luar Biasa: Tumbuhnya Literasi di RT 02 Aik Pengabis - Guruinovatif.id

Diterbitkan 07 Mei 2026

Dari Arisan Biasa Menjadi Luar Biasa: Tumbuhnya Literasi di RT 02 Aik Pengabis

Arisan tidak lagi sekadar rutinitas bulanan. Ia telah bertransformasi menjadi ruang belajar, ruang tumbuh, dan ruang berkarya. Literasi hadir bukan sebagai beban, tetapi sebagai pengalaman yang menyenangkan dan bermakna.

Cerita Guru

Nurhasanah, S.Pd

Kunjungi Profile
8x
Bagikan

Dari Arisan Biasa Menjadi Luar Biasa: Tumbuhnya Literasi di RT 02 Aik Pengabis

Sejak tahun 2009, kegiatan arisan di RT 02 Aik Pengabis telah menjadi bagian dari kehidupan ibu-ibu di kampung. Setiap bulan, mereka berkumpul, bersilaturahmi, berbagi cerita, dan tentu saja melakukan undian arisan. Kegiatan ini telah berlangsung lama dan menjadi tradisi yang mempererat kebersamaan. Namun seiring waktu, arisan tersebut mulai terasa monoton. Kegiatannya cenderung sama dari waktu ke waktu, tanpa variasi atau sesuatu yang benar-benar memberi nilai tambah bagi para anggotanya.

Di tengah kejenuhan itulah, sebuah gagasan sederhana mulai tumbuh: menghadirkan literasi ke dalam kegiatan arisan. Awalnya, ide ini mungkin terasa asing. Literasi sering dianggap sesuatu yang serius, kaku, bahkan hanya cocok untuk dunia sekolah. Namun perlahan, pendekatan yang hangat dan tidak menggurui membuat ibu-ibu mulai tertarik untuk mencoba.

Perubahan itu tidak terjadi secara instan, tetapi bertahap. Kegiatan kecil mulai diperkenalkan, seperti membaca nyaring (read aloud) cerita pendek yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dari kegiatan sederhana ini, muncul diskusi ringan yang mengalir alami. Ibu-ibu mulai berbagi pengalaman, tertawa bersama, bahkan saling menguatkan. Tanpa disadari, mereka sedang belajar—bukan hanya memahami isi bacaan, tetapi juga memahami diri dan lingkungan mereka.

Seiring berjalannya waktu, kegiatan literasi di arisan semakin berkembang. Hadir kelas menginspirasi, di mana anggota berbagi pengetahuan dan pengalaman yang mereka miliki. Ada yang berbagi tentang keterampilan memasak, ada yang menceritakan cara mengelola keuangan rumah tangga, dan ada pula yang berbagi kisah perjuangan hidup yang memotivasi. Dari sini, muncul kesadaran bahwa setiap orang memiliki potensi dan cerita yang berharga.

Tidak berhenti di situ, kegiatan bercerita dan mengulas buku mulai menjadi bagian dari rutinitas arisan. Ibu-ibu yang sebelumnya merasa tidak percaya diri, perlahan mulai berani berbicara di depan teman-temannya. Mereka belajar menyampaikan pendapat, merangkum isi bacaan, dan memberikan pandangan pribadi. Proses ini menjadi langkah penting dalam menumbuhkan rasa percaya diri.

Perubahan paling membanggakan adalah lahirnya sebuah karya bersama: buletin digital bernama “Warta Literasi RT 02 Aik Pengabis.” Buletin ini menjadi wadah bagi ibu-ibu untuk mengekspresikan diri melalui tulisan. Mereka menulis cerita, pengalaman, tips sederhana, hingga refleksi kehidupan sehari-hari. Dari yang awalnya ragu untuk menulis, kini mereka mampu menghasilkan karya yang bisa dibaca oleh banyak orang.

Melalui berbagai kegiatan ini, arisan tidak lagi sekadar rutinitas bulanan. Ia telah bertransformasi menjadi ruang belajar, ruang tumbuh, dan ruang berkarya. Literasi hadir bukan sebagai beban, tetapi sebagai pengalaman yang menyenangkan dan bermakna.

Dampak dari gerakan kecil ini pun mulai terasa. Ibu-ibu menjadi lebih percaya diri, lebih aktif, dan lebih terbuka terhadap hal-hal baru. Mereka tidak lagi merasa bahwa belajar adalah sesuatu yang hanya milik anak-anak sekolah. Justru, mereka membuktikan bahwa belajar bisa dilakukan kapan saja, di mana saja, dan oleh siapa saja.

Lebih dari itu, perubahan ini juga berdampak pada keluarga mereka. Ibu-ibu yang gemar membaca dan belajar akan menjadi contoh bagi anak-anaknya. Secara tidak langsung, budaya literasi mulai tumbuh di rumah, menciptakan lingkungan yang lebih positif dan mendukung perkembangan generasi berikutnya.

Perjalanan literasi di RT 02 Aik Pengabis menunjukkan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari langkah kecil. Dari arisan yang awalnya terasa monoton, kini tumbuh gerakan yang menghidupkan semangat belajar dan berkarya. Ini menjadi bukti bahwa ketika diberi ruang dan kesempatan, siapa pun bisa berkembang.

Akhirnya, kisah ini menjadi inspirasi bahwa literasi tidak harus dimulai dari tempat yang besar atau fasilitas yang lengkap. Ia bisa tumbuh dari kebersamaan, dari niat yang tulus, dan dari keberanian untuk mencoba hal baru. Dari lingkaran kecil ibu-ibu arisan, lahirlah semangat besar yang membawa perubahan nyata.

 

0

0

Loading comments...

Memuat komentar...

Buat Akun Gratis di Guru Inovatif
Ayo buat akun Guru Inovatif secara gratis, ikuti pelatihan dan event secara gratis dan dapatkan sertifikat ber JP yang akan membantu Anda untuk kenaikan pangkat di tempat kerja.
Daftar Akun Gratis