Analisis Kurikulum Berbasis Deep Learning dalam Penguatan Profil Pelajar Pancasila di Sekolah Dasar - Guruinovatif.id

Diterbitkan 22 Mei 2026

Analisis Kurikulum Berbasis Deep Learning dalam Penguatan Profil Pelajar Pancasila di Sekolah Dasar

Kurikulum Berbasis Deep Learning dalam Penguatan Profil Pelajar Pancasila di Sekolah Dasar

Media Pembelajaran

Riska Setiawati

Kunjungi Profile
14x
Bagikan

Analisis Kurikulum Berbasis Deep Learning dalam Penguatan

Profil Pelajar Pancasila di Sekolah Dasar

Risnawati Suryani1), Riska Setiawati2), Iip Nurlatipah3), Rifani Atqia Rahman4), Eulis Annisa S. R5).

Dosen Pembimbing: Husni Hamdani, S.Pd., M.Pd6).

Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Terbuka

Email: risnawatisuryani1@gmail.com1)setiawatiriska7@gmail.com2)

  iipnurlatifah769@gmail.com3)atqiarifani@gmail.com4) annisaeulis@gmail.com5)   husnihamdani7@gmail.com6)

 

 

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kurikulum berbasis Deep Learning dalam penguatan Profil Pelajar Pancasila di Sekolah Dasar. Pendekatan Deep Learning menekankan pembelajaran yang mendalam, bermakna, kontekstual, serta mendorong keterlibatan aktif peserta didik dalam proses pembelajaran. Penelitian menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui analisis berbagai jurnal ilmiah, buku, artikel pendidikan, dan dokumen kebijakan terkait Kurikulum Merdeka, Deep Learning, dan Profil Pelajar Pancasila. Hasil kajian menunjukkan bahwa implementasi kurikulum berbasis Deep Learning mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, serta kemandirian peserta didik. Selain itu, pendekatan ini juga berkontribusi dalam penguatan enam dimensi Profil Pelajar Pancasila, yaitu beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berkebinekaan global, gotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif. Implementasi pembelajaran dilakukan melalui model pembelajaran aktif seperti Project Based Learning, Problem Based Learning, inquiry learning, dan discovery learning yang dikaitkan dengan kehidupan nyata peserta didik. Namun demikian, penerapan kurikulum berbasis Deep Learning masih menghadapi beberapa tantangan, seperti keterbatasan kompetensi guru, sarana pembelajaran, serta kesiapan peserta didik. Oleh karena itu, diperlukan dukungan dari sekolah, guru, orang tua, dan pemerintah agar implementasi kurikulum berbasis Deep Learning dapat berjalan optimal dalam mendukung penguatan karakter dan kompetensi peserta didik di Sekolah Dasar.

Kata Kunci: Kurikulum Deep Learning, Profil Pelajar Pancasila, Kurikulum 

Merdeka, Sekolah Dasar, Pembelajaran Bermakna.

ABSTRACT

This study aims to analyze the implementation of a Deep Learning-based curriculum in strengthening the Pancasila Student Profile in elementary schools. The Deep Learning approach emphasizes in-depth, meaningful, and contextual learning and encourages active student involvement in the learning process. The study employed a literature review method with a qualitative descriptive approach through analysis of various scientific journals, books, educational articles, and policy documents related to the Independent Curriculum, Deep Learning, and the Pancasila Student Profile. The study results indicate that the implementation of a Deep Learning-based curriculum can improve students' critical thinking, creativity, communication, collaboration, and independence. Furthermore, this approach also contributes to strengthening the six dimensions of the Pancasila Student Profile: faith and devotion to God Almighty, global diversity, mutual cooperation, independence, critical reasoning, and creativity. The learning implementation is carried out through active learning models such as Project-Based Learning, Problem-Based Learning, inquiry learning, and discovery learning, which are linked to students' real-life situations. However, the implementation of a Deep Learning-based curriculum still faces several challenges, such as limited teacher competency, learning resources, and student readiness. Therefore, support from schools, teachers, parents, and the government is needed so that the implementation of the Deep Learning-based curriculum can run optimally in supporting the strengthening of the character and competencies of students in Elementary Schools.

Keywords: Deep Learning Curriculum, Pancasila Student Profile, Independent Curriculum, Elementary School, Meaningful Learning.

 

PENDAHULUAN (INTRODUCTION)

Pendidikan abad ke-21 menuntut peserta didik memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif agar mampu menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat. Dalam konteks pendidikan Indonesia, pemerintah telah menghadirkan Kurikulum Merdeka yang berorientasi pada pembelajaran bermakna serta penguatan karakter melalui Profil Pelajar Pancasila. Salah satu pendekatan yang mulai banyak diterapkan dalam kerangka kurikulum ini adalah pendekatan Deep Learning atau pembelajaran mendalam.

Pendekatan Deep Learning menekankan pemahaman konsep secara mendalam, kemampuan menghubungkan pengetahuan dengan kehidupan nyata, dan pengembangan keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS). Pembelajaran tidak hanya berorientasi pada hafalan materi, tetapi juga pada pengalaman belajar yang bermakna, reflektif, aktif, dan menyenangkan. Dalam penerapannya di Sekolah Dasar, pendekatan ini dinilai sesuai dengan karakteristik peserta didik yang membutuhkan pengalaman konkret dan kontekstual.

Profil Pelajar Pancasila menjadi arah utama pendidikan nasional dalam membentuk peserta didik yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berkebinekaan global, gotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif. Integrasi kurikulum berbasis Deep Learning dengan penguatan Profil Pelajar Pancasila menjadi langkah strategis untuk menciptakan pembelajaran yang tidak hanya meningkatkan kemampuan akademik, tetapi juga membentuk karakter peserta didik secara menyeluruh.

Perubahan paradigma pendidikan di era modern menuntut sistem pembelajaran yang mampu mengembangkan kompetensi peserta didik secara holistik. Pembelajaran yang selama ini berfokus pada hafalan dan transfer materi dinilai kurang tepat dalam membentuk keterampilan berpikir kritis dan karakter peserta didik. Kurikulum Merdeka hadir sebagai solusi bagi Sekolah Dasar sebagai awal pembentukan kemampuan dan karakter peserta didik yang berpusat pada peserta didik. Namun, dalam praktiknya masih ditemukan berbagai kendala, seperti pembelajaran yang belum sepenuhnya kontekstual, keterbatasan media pembelajaran, serta rendahnya kemampuan guru dalam merancang pembelajaran bermakna.

Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan konsep kurikulum berbasis Deep Learning di sekolah dasar; (2) menganalisis implementasi kurikulum berbasis Deep Learning dalam pembelajaran di sekolah dasar; (3) menjelaskan peran kurikulum berbasis Deep Learning dalam penguatan Profil Pelajar Pancasila; dan (4) mengidentifikasi kendala dan tantangan penerapan kurikulum berbasis Deep Learning di sekolah dasar.

METODE PENELITIAN (METHODS)

Penelitian ini menggunakan pendekatan studi literatur (literature review) yang bertujuan memperoleh pemahaman mendalam mengenai implementasi kurikulum berbasis Deep Learning dalam penguatan Profil Pelajar Pancasila di tingkat Sekolah Dasar. Jenis pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, yang bertujuan untuk mendeskripsikan secara rinci hasil kajian literatur berdasarkan berbagai referensi ilmiah yang terpercaya.

A. Sumber Data dan Kriteria Pemilihan Literatur

Data diperoleh dari berbagai sumber, meliputi:

  1. Jurnal ilmiah nasional dan internasional

  2. Artikel dan laporan Pendidikan

  3. Buku dan e-book tentang kurikulum dan pembelajaran

  4. Repository perguruan tinggi dan dokumen kebijakan pendidikan dari Kemendikbudristek

Adapun kriteria pemilihan literatur meliputi:

  1. Publikasi tahun 2020–2026 untuk memastikan data dan teori yang digunakan mutakhir.

  2. Relevan dengan topik kurikulum berbasis Deep Learning dan penguatan Profil Pelajar Pancasila.

  3. Berkaitan langsung dengan pendidikan tingkat sekolah dasar.

  4. Bersumber dari jurnal ilmiah atau sumber akademik yang terpercaya.

B. Pengumpulan Data

Pengumpulan data dilakukan melalui teknik dokumentasi yang meliputi pengumpulan artikel, jurnal, dokumen kebijakan, dan sumber lain yang sesuai. Pencarian dilakukan melalui platform akademik seperti Google Scholar, SINTA, Garuda, Research Gate, dan repositori perguruan tinggi.

C. Teknik Analisis Data

Data yang terkumpul dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis) yang meliputi: mengidentifikasi dan mengekstraksi pokok-pokok konten dari literatur terkait Deep Learning, Kurikulum Merdeka, dan Profil Pelajar Pancasila; mengelompokkan informasi berdasarkan tema utama seperti manfaat, tantangan, dan strategi penerapan; melakukan perbandingan dan sintesis hasil dari berbagai sumber untuk mendapatkan gambaran komprehensif; serta menarik kesimpulan yang relevan berdasarkan hasil analisis literatur.

HASIL PENELITIAN (RESULTS)

Berdasarkan hasil kajian literatur, ditemukan beberapa temuan utama terkait implementasi kurikulum berbasis Deep Learning dan penguatannya terhadap Profil Pelajar Pancasila di Sekolah Dasar.

A. Konsep Kurikulum Berbasis Deep Learning di Sekolah Dasar

Kurikulum berbasis Deep Learning merupakan pendekatan pembelajaran yang menekankan pemahaman konsep secara mendalam, berpikir kritis, serta keterlibatan aktif peserta didik. Berbeda dari pengertian kecerdasan buatan, dalam konteks pedagogi, Deep Learning merujuk pada pendekatan yang menekankan pemahaman konsep, pemikiran kritis, dan kemampuan menghubungkan materi dengan dunia nyata. Manfaat utama yang teridentifikasi antara lain:

  1. Mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif peserta didik

  2. Membantu peserta didik memecahkan masalah nyata dalam kehidupan sehari-hari

  3. Meningkatkan keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran

  4. Membentuk kemampuan kolaborasi dan komunikasi

  5. Menjadikan proses belajar lebih bermakna dan menyenangkan

B. Bentuk Implementasi Kurikulum Deep Learning

Hasil kajian mengidentifikasi enam bentuk utama implementasi kurikulum berbasis Deep Learning di Sekolah Dasar, yaitu:

  1. Pembelajaran Berpusat pada Siswa. Guru berperan sebagai fasilitator, sedangkan siswa aktif mencari informasi, berdiskusi, bertanya, dan menyelesaikan masalah. Contohnya, siswa melakukan pengamatan lingkungan sekolah untuk menemukan masalah kebersihan dan mencari solusinya.

  2. Penggunaan Model Pembelajaran Aktif. Pembelajaran dilakukan melalui Project Based Learning, Problem Based Learning, Inquiry Learning, dan Discovery Learning.

  3. Pengaitan Materi dengan Kehidupan Nyata. Materi pembelajaran dikaitkan dengan pengalaman sehari-hari agar lebih bermakna, seperti belajar pecahan menggunakan contoh pembagian pizza.

  4. Pengembangan Keterampilan Abad 21 (4C). Implementasi melatih Critical Thinking, Creativity, Collaboration, dan Communication.

  5. Pemanfaatan Teknologi. Guru menggunakan media digital seperti video pembelajaran, kuis interaktif, aplikasi edukasi, atau AI untuk mendukung pembelajaran.

  6. Penilaian Autentik. Penilaian tidak hanya melalui tes tertulis, tetapi juga proyek, presentasi, portofolio, praktik, serta observasi sikap dan keterampilan.

C. Penguatan Profil Pelajar Pancasila melalui Deep Learning

Kajian literatur menunjukkan bahwa penerapan Deep Learning berkontribusi terhadap penguatan keenam dimensi Profil Pelajar Pancasila. Penguatan tersebut dilakukan melalui empat jalur utama, yaitu melalui pembelajaran di kelas, budaya sekolah, Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), dan keteladanan guru. Tabel berikut merangkum hubungan antara dimensi Profil Pelajar Pancasila dengan implementasi Deep Learning:

 

Tabel 1. Keterkaitan Dimensi Profil Pelajar Pancasila dengan Implementasi Deep Learning

 

Dimensi Profil Pelajar Pancasila     →     Strategi Implementasi Deep Learning

Beriman, Bertakwa & Berakhlak Mulia     →    Pembiasaan doa, refleksi nilai, proyek sosial

Berkebinekaan Global    →     Diskusi budaya, proyek multikultural, kolaborasi lintas kelompok

Gotong Royong    →     Project Based Learning, kerja kelompok, diskusi pemecahan masalah

Mandiri     →     Inquiry Learning, Discovery Learning, penilaian portofolio

Bernalar Kritis    →     Problem Based Learning, analisis kasus nyata, debat argumentatif

Kreatif     →     Proyek inovatif, media digital, presentasi hasil karya

 

PEMBAHASAN (DISCUSSION)

Hasil kajian literatur mengkonfirmasi bahwa kurikulum berbasis Deep Learning memiliki relevansi yang kuat dengan upaya penguatan Profil Pelajar Pancasila di Sekolah Dasar. Pada tingkat Sekolah Dasar, pendekatan ini diterapkan melalui pembelajaran berbasis proyek, diskusi kelompok, pemecahan masalah, dan kegiatan kontekstual yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Hal ini sejalan dengan karakteristik perkembangan kognitif peserta didik usia Sekolah Dasar yang membutuhkan pengalaman konkret dan kontekstual.

A. Efektivitas Implementasi Deep Learning

Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan kurikulum berbasis Deep Learning mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kerja sama peserta didik (Hidayat et al., 2025; Mujtahid et al., 2025). Peserta didik menjadi lebih aktif, percaya diri, dan terbiasa bekerja sama dalam menyelesaikan tugas maupun proyek pembelajaran. Temuan ini konsisten dengan hasil penelitian Nurhadi dan Wulandari (2022) yang menunjukkan peningkatan signifikan kemampuan kritis dan kreatif siswa melalui pendekatan Deep Learning.

Pembelajaran yang bermakna (meaningful learning) terwujud ketika peserta didik mampu menghubungkan konsep yang dipelajari dengan pengalaman nyata mereka. Pendekatan mindful, meaningful, dan joyful dalam Deep Learning berkontribusi pada peningkatan motivasi dan keterlibatan peserta didik dalam proses belajar, yang pada gilirannya mendukung pencapaian kompetensi yang lebih baik.

B. Kontribusi terhadap Profil Pelajar Pancasila

Implementasi Deep Learning terbukti mendukung penguatan Profil Pelajar Pancasila melalui nilai-nilai seperti gotong royong yang terlatih melalui kerja kelompok, kemandirian yang dikembangkan melalui inquiry dan discovery learning, serta kemampuan bernalar kritis yang ditingkatkan melalui problem-based learning. Dimensi kreatif pun berkembang melalui proyek inovatif yang mendorong peserta didik menghasilkan karya orisinal.

Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) menjadi wahana yang efektif untuk mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dalam pembelajaran berbasis Deep Learning. Tema-tema P5 seperti gaya hidup berkelanjutan, kearifan lokal, dan bangunlah jiwa dan raganya memberikan konteks nyata bagi peserta didik untuk mengaplikasikan pengetahuan sekaligus menginternalisasi nilai-nilai karakter (Sari et al., 2023).

C. Tantangan Implementasi

Meskipun memiliki banyak manfaat, implementasi kurikulum berbasis Deep Learning masih menghadapi sejumlah tantangan yang perlu diatasi. Pertama, keterbatasan kompetensi guru merupakan hambatan paling signifikan. Banyak guru yang belum sepenuhnya memahami dan mampu menerapkan pendekatan Deep Learning secara efektif karena kurangnya pelatihan yang komprehensif dan berkelanjutan.

Kedua, keterbatasan sarana dan prasarana, terutama fasilitas teknologi digital, menghambat pelaksanaan pembelajaran berbasis Deep Learning yang idealnya memanfaatkan berbagai media interaktif. Ketiga, perbedaan kemampuan dan karakteristik peserta didik menuntut pendekatan yang fleksibel dan adaptif, sehingga menambah kompleksitas perencanaan pembelajaran. Keempat, pembelajaran berbasis Deep Learning membutuhkan waktu persiapan yang lebih matang dibandingkan pembelajaran konvensional.

D. Solusi yang Direkomendasikan

Berdasarkan temuan kajian literatur, beberapa solusi yang direkomendasikan antara lain: pelatihan dan pengembangan kompetensi guru secara berkelanjutan; peningkatan fasilitas dan media pembelajaran digital di sekolah; pengembangan kurikulum yang fleksibel untuk mengakomodasi beragam kemampuan siswa melalui penilaian autentik; serta dukungan aktif dari pemerintah dan sekolah dalam menyediakan sumber daya dan mendorong budaya inovatif dalam pembelajaran.

KESIMPULAN (CONCLUSION)

Berdasarkan hasil kajian literatur, dapat disimpulkan bahwa kurikulum berbasis Deep Learning memiliki peran penting dalam menciptakan pembelajaran yang bermakna, aktif, dan kontekstual di Sekolah Dasar. Pendekatan ini mampu membantu peserta didik memahami konsep secara mendalam, mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, serta kemampuan memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari.

Implementasi kurikulum berbasis Deep Learning juga terbukti mendukung penguatan keenam dimensi Profil Pelajar Pancasila melalui pembelajaran berbasis proyek, diskusi, pemecahan masalah, dan kegiatan nyata yang melibatkan peserta didik secara aktif. Nilai-nilai seperti gotong royong, kemandirian, bernalar kritis, kreativitas, serta akhlak mulia dapat berkembang secara optimal melalui proses pembelajaran yang reflektif dan menyenangkan.

Meskipun demikian, penerapan kurikulum berbasis Deep Learning masih menghadapi berbagai tantangan, terutama keterbatasan kompetensi guru, kurangnya fasilitas pendukung, serta perbedaan karakteristik peserta didik. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kompetensi guru secara berkelanjutan, dukungan sarana pembelajaran yang memadai, serta sinergi antara sekolah, orang tua, dan pemerintah agar implementasi kurikulum berbasis Deep Learning dapat berjalan secara efektif dan berkelanjutan dalam mendukung terciptanya generasi Pelajar Pancasila yang unggul dan berkarakter.

UCAPAN TERIMA KASIH (ACKNOWLEDGMENT)

Penulis mengucapkan terima kasih kepada Bapak Husni Hamdani, S.Pd., M.Pd. selaku dosen pembimbing yang telah memberikan arahan, bimbingan, dan masukan yang sangat berharga selama proses penyusunan artikel ini. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Terbuka, atas dukungan akademik yang telah diberikan. Penulis juga berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu terlaksananya penelitian ini, termasuk para akademisi dan peneliti yang karya-karyanya menjadi referensi dalam kajian ini.

 

DAFTAR PUSTAKA (REFERENCES)

Hidayat, M. A., Agustin, D. T., Hana, N., Ramadhani, R., & Pratiwi, D. A. (2025). Keunggulan implementasi Kurikulum Merdeka berbasis pendekatan deep learning di SDN 1 Sungai Besar. 

Hidayat, M. A., Agustin, D. T., Hana, N., Ramadhani, R., & Pratiwi, D. A. (2025). Keunggulan implementasi Kurikulum Merdeka berbasis pendekatan deep learning di SDN 1 Sungai Besar. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(2), 251–264.

Kurniawaty, I., Faiz, A., & Purwati, P. (2022). Strategi penguatan profil pelajar Pancasila di sekolah dasar. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 4(4), 5170–5175.

Mujtahid, M., Assidiqi, A. H., & Sadiyah, D. (2025). Implementasi pembelajaran mendalam (deep learning) di sekolah dasar sebagai penguatan Kurikulum Merdeka. Jurnal Ilmu Pendidikan Guru Sekolah Dasar dan Usia Dini, 2(2), 31–37.

Nurhadi, D., & Wulandari, D. (2022). Pengembangan kurikulum berbasis deep learning untuk meningkatkan kemampuan kritis dan kreatif siswa sekolah dasar. Jurnal Teknologi Pembelajaran, 28(1), 45–58.

Prawiyogi, A. G., & Rosalina, A. (2025). Deep learning dalam pembelajaran sekolah dasar. Indonesia Emas Group.

Sari, A. P., Zumrotun, E., & Sofiana, N. (2023). Implementasi projek penguatan profil pelajar Pancasila (P5) di sekolah dasar. Qalam: Jurnal Ilmu Kependidikan, 12(2), 65–75.

0

0

Loading comments...

Memuat komentar...

Buat Akun Gratis di Guru Inovatif
Ayo buat akun Guru Inovatif secara gratis, ikuti pelatihan dan event secara gratis dan dapatkan sertifikat ber JP yang akan membantu Anda untuk kenaikan pangkat di tempat kerja.
Daftar Akun Gratis
Klaim Sertifikat & Promo 🎁