Ni Made Wahyu Supraba Wathi, S.Pd.,M.Pd

Guru Bahasa Inggris

Kunjungi Profil

Pandemi telah Menggerakkan dan Membangkitkanku sebagai Seorang Guru

 

Kisahku sebagai seorang guru berawal ketika dunia dilanda virus yang sama sekali tak pernah terbayangkan sebelumnya yakni Covid-19. Siapa sangka dunia bisa lumpuh total dengan munculnya virus Covid-19 ini. Namun, saat ini virus yang telah memporak-porandakan segala sektor kehidupan selama lebih dari 2 tahun terutama sektor pendidikan berangsur-angsur mulai bisa tertangani. Hal tersebut berkat gerak cepat pemerintah yang telah berupaya maksimal untuk mengajak warganya melakukan vaksin yang sampai saat ini sudah berlangsung tiga kali vaksin. 

Dalam rentang waktu selama hampir 2 tahun terhitung sejak awal tahun 2020 hingga awal 2022, saya selaku pendidik dengan segala daya dan upaya telah mengoptimalkan pemberian layanan pendidikan kepada peserta didik saya di masa pandemi. Ketika wajah pendidikan Indonesia berubah drastis yang sebelumnya terstruktur dengan pembelajaran tatap muka langsung di kelas harus berubah ke pembelajaran tatap maya atau belajar dari rumah secara online, serentak insan pendidikan terutama guru dibuat kalang kabut terhadap perubahan tersebut. Mau tidak mau guru harus mampu menjadi guru yang kreatif dan inovatif dalam merancang pembelajaran agar tercipta pembelajaran yang bermakna dan menyenangkan di tengah pandemi. Guru harus memutar otak untuk berkreasi dan berinovasi agar bisa menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan dan tidak monoton bagi siswa. 

Salah satunya saya sebagai seorang pendidik yang mengajar di sekolah pinggiran yang penuh tantangan. Ketika Kementrian Pendidikan mengeluarkan edaran pada awal pandemi Covid-19 yang menyatakan bahwa sekolah sementara ditutup untuk waktu yang belum diketahui secara pasti dan pembelajaran beralih secara daring dari rumah (PJJ),saya merasa kelimpungan dan berpikir apa yang harus saya lakukan untuk memberikan layanan pendidikan kepada murid-murid saya dengan sistem pendidikan yang sama sekali belum pernah diterapkan sebelumnya. Tentunya para guru juga merasa bingung pembelajaran seperti apa yang akan mereka berikan mengingat kompetensi digital berupa penguasaan IT masih sangat terbatas alias ‘gaptek’ atau gagap teknologi. Saat itu para guru di sekolah saya hanya mampu memberikan pembelajaran lewat media Whatsapp dan itupun kurang efektif. 

Pada saat seperti itu, saya tidak bisa tinggal diam tanpa daya upaya, apalagi saya mengajar anak remaja SMA yang lekat dengan teknologi. Saya ingin murid-murid saya tetap mendapatkan pembelajaran yang bermakna dan bermanfaat walaupun mereka belajar dari rumah saat pandemi. Mulailah saya keluar dari zona nyaman dan mengikuti beragam diklat dan webinar tentang inovasi pembelajaran di masa pandemi. Saya mulai menggunakan LMS Google Classroom dan mengajak guru-guru lain di sekolah saya untuk menggunakannya agar pembelajaran lebih efektif. Pada awalnya, hanya beberapa guru yang mau menerapkan dan sebagain besar masih nyaman dengan media Whatsapp. 

Waktu terus berjalan dan motivasi siswa untuk mengikuti pembelajaran daring semakin menurun. Inilah tantangan utama yang saya hadapi selama pembelajaran jarak jauh (PJJ) yakni merangsang siswa agar tetap termotivasi dan bersemangat mengikuti pembelajaran daring. Saya pun mulai merancang strategi pembelajaran yang bisa menggugah semangat dan motivasi siswa untuk terus mengikuti pembelajaran daring. Dari beragam diklat yang saya ikuti, saya akhirnya mulai mendesain pembelajaran yang kreatif dan inovatif. 

Salah satunya saya mulai membuat media pembelajaran dalam bentuk video animasi pembelajaran. Video pembelajaran dalam bentuk animasi dibuat dengan menyesuaikan KD/indikator. Tentunya video animasi tersebut dibuat dengan bantuan aplikasi berbasis web ataupun terpasang di android seperti Powtoon, Plotagon, Renderforest, Animaker, Biteable dan Animatron. Selanjutnya, video animasi pembelajaran yang telah dihasilkan diunggah di channel YouTube saya. Saat pembelajaran di masa pandemi ini, Youtube sangat berperan penting yang digunakan untuk mentransfer materi dan membantu siswa lebih mudah memahami materi. Perlu diketahui, saya juga membuat channel Youtube sebagai tempat untuk mengunggah materi dan juga hasil karya siswa pada awal pembelajaran daring. Saat ini saya merupakan guru Youtuber yang aktif membuat konten pembelajaran dan karya siswa. 

Selanjutnya, saya juga membuat blog khusus guru. Blog ini dimanfaatkan karena bisa dengan mudah dimodifikasi sesuai dengan keperluan seperti menambahkan konten pembelajaran dalam bentuk teks, gambar ataupun video. Melalui blog ini, siswa diharapkan dapat mengakses informasi belajar dan juga berbagi materi kapan dan di mana pun. Di sini, saya memposting materi khususnya dalam bentuk teks, gambar dan juga soal/kuis online. Video juga bisa diakses lewat blog ini karena saya telah menambahkan link yang tertuju ke channel YouTube saya. Saat ini pula, saya juga aktif berperan sebagai guru blogger yang menyajikan konten baik untuk pembelajaran maupun yang mendukung profesi saya sebagai seorang guru/pendidik. 

Selain materi/bahan ajar ditampilkan lewat blog, saya juga membuat himpunan materi dalam versi e-book. Ini juga usaha saya untuk menyegarkan kembali perhatian siswa setelah sederet pembaharuan yang disajikan untuk mereka. E-book ini dibuat dengan aplikasi web bernama Anyflip/flip html5/book creator.  Dalam bentuk e-book, siswa tidak hanya membaca materi tapi juga bisa mendownloadnya dalam bentuk pdf. Sehingga, diharapkan siswa dapat membacanya berulang-ulang di android mereka.

Pada awal pembelajaran siswa disuguhkan materi baik dalam bentuk teks (melalui blog) maupun video (melalui YouTube). Setelah mereka membaca ataupun menyimak materi, pemahaman mereka terhadap materi akan dicek/dites melalui kuis/game yang bisa diikuti secara online. Hasil/score akhir langsung terlihat begitu mereka menyelesaikan gamenya. Berbagai game/kuis online saya rancang dengan menggunakan aplikasi berbasis web ataupun aplikasi yang terpasang di android siswa. 

Itulah ragam inovasi yang mulai diterapkan sejak pembelajaran jarak jauh di masa pandemi. Sederet inovasi yang saya kombinasikan dalam proses pembelajaran secara tidak langsung telah menanamkan pembelajaran yang memberikan kecakapan abad ke-21 kepada peserta didik. Kecakapan abad 21 tersebut dikenal dengan 4C yang meliputi kemampuan berpikir kritis (Critical Thinking),bekerjasama/berkolaborasi (Collaboration),kreatif dan inovatif (Creative) dan komunikatif (Communicative). Mereka akan selalu berusaha untuk berpikir kritis dan menemukan solusi atas masalah pembelajaran mereka. Solusi yang dicari tidak terlepas dari kerjasama siswa dengan orang lain/teman untuk bisa diajak bertukar pikiran/berpendapat. Siswa akan mengembangkan kemampuan komunikasinya untuk mampu menjelaskan gagasan/ide mereka. Dari sini, akan muncul ide-ide kreatif siswa yang akan menghasilkan suatu pekerjaan/tugas yang inovatif dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi yang berkembang kian pesat dewasa ini. 

 

Dalam pembelajaran daring yang telah berlangsung selama 2 tahun tersebut, begitu banyak karya siswa yang dihasilkan. Saya merancang pembelajaran berbasis proyek dan hasil/produk mereka bisa ditampilkan lewat media sosial siswa seperti FB, IG dan dan channel Youtube. Hal ini saya lakukan untuk mendorong kreativitas, inovasi dan eksistensi mereka saat pembelajaran selama masa pandemi. Melalui kreativitas dan inovasi yang saya hadirkan dalam pembelajaran, tanpa disengaja hal ini juga mampu menumbuhkan dan mengembangkan kreativitas siswa dalam menampilkan hasil pembelajarannya. Dengan demikian, keterampilan digital mereka berkembang pesat dan semangat serta motivasi mereka bisa terpelihara dan tentunya dengan perhatian dan apresiasi yang saya berikan terhadap capaian pembelajaran mereka. 

Tidak hanya itu, rekan-rekan saya mulai mengikuti jejak langkah saya untuk mengembangkan diri mengikuti beragam diklat. Di setiap kegiatan workshop yang diselenggarakan di sekolah selama masa pandemi, mereka juga mempercayakan saya sebagai pemateri/coach yang memberikan materi dan membimbing mereka dalam pemamfaatan IT untuk pembelajaran. Saya merasa bangga dan terapresiasi dengan pengetahuan yang saya dapatkan saat diklat bisa saya bagikan dan bermanfaat untuk pembelajaran. Saya merasa tidak pernah puas dengan kompetensi yang saya miliki dan berusaha untuk terus menggali pengetahuan dan keterampilan baru yang bermanfaat untuk peningkatan dan pengembangan pembelajaran. 

Saat ini, saya sedang mengikuti pendidikan guru penggerak angkatan 4 kabupaten Karangasem, Bali. Begitu banyak pengetahuan dan keterampilan yang saya peroleh saat ini dan tentunya harus saya bagikan lewat sosialisasi yang rutin diselenggarakan setiap rapat rutin dewan guru. Pada intinya, segala daya dan upaya yang saya lakukan dalam hal pengembangan diri dan peningkatan kompetensi adalah untuk menciptakan pembelajaran yang bermakna dan berpihak kepada murid. Semua hal tersebut untuk membantu mewujudkan visi pendidikan nasional yang digaungkan oleh bapak Menteri Pendidikan Nadiem Makarim yakni mewujudkan Merdeka Belakar melalui Profil Pelajar Pancasila. 

Demikianlah kisah inspiratif saya sebagai seorang guru di masa pandemi. Pandemi ini telah memberikan saya banyak hikmah yakni menyadarkan saya untuk terus belajar walaupun sudah mengajar. Pandemi ini telah membekali saya beragam pengetahuan dan keterampilan untuk bisa saya implementasikan demi kemajuan pendidikan dan membantu terselenggaranya transformasi pendidikan. 

 

 

 

PandemitelahMenggerakkandanMembangkitkankusebagaiSeorangGuru
Komentar (0)

Tuliskan Komentar Anda

- Belum ada komentar, jadilah yang pertama berkomentar -