Literasi Digital Kunci dan Fondasi Utama Yang harus Dimiliki Pendidik dan Peserta Didik - Guruinovatif.id: Platform Online Learning Bersertifikat untuk Guru

Diterbitkan 10 Sep 2023

Literasi Digital Kunci dan Fondasi Utama Yang harus Dimiliki Pendidik dan Peserta Didik

Inilah yang perlu diedukasikan kepada Generasi Emas 2045.Bahwa semua anak harus terdorong dalam literasi digital. Khususnya anak-anak di satuan pendidikan.Selain anak-anak, guru juga harus mengikuti perkembangan saat ini di era teknologi digital. Mari kita membawa perubahan positif untuk Indonesia .

Cerita Guru

Rini Andriyani,S.Pd.SD

Kunjungi Profile
831x
Bagikan

Guru dan Peserta Didik Beradaptasi dengan Pembelajaran Digital Menuju Era Society 5.0

1.Pondasi dan Tonggak

”Sekolah dasar merupakan pondasi dan tonggak yang harus benar-benar dipersiapkan. Oleh karena itu guru tidak boleh asal-asalan, tidak boleh asal mengajar, tidak boleh asal anak didik bisa membaca dan menulis saja. Guru harus benar-benar memahami bagaimana membentuk anak yang siap berdaya saing,”

Guru merupakan komponen pendidikan yang paling utama. Berbagai komponen pendidikan lainnya seperti kurikulum, sarana dan prasarana tidak akan berarti apa-apa jika tidak ada guru yang mengimplementasikannya. Karena pentingnya seorang guru, maka telah disepakati bahwa guru merupakan tenaga profesional yang membutuhkan berbagai persyaratan yang menjamin profesinya, agar dapat dilaksanakan dengan baik.

Di era digital seperti saat ini, selain keahlian dan kecakapan mengajar yang telah dimiliki sebelumnya, guru pun perlu melek dan cakap digital agar dapat beradaptasi dengan kemajuan teknologi. Apalagi anak-anak di era saat ini sudah terbiasa beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital.

Pemerintah terus melakukan berbagai rencana dan strategi untuk meningkatkan kualitas pendidikan. ”Strategi yang kita ambil, pertama bagaimana meningkatkan mutu dan relevansi pendidikan yang berpusat kepada perkembangan peserta didik. Ini menjadi komitmen kita bersama untuk menyiapkan generasi unggul di masa yang akan datang.”
Kedua, strategis terhadap agenda pembangunan SDM yang berkualitas dan berdaya saing. Di sinilah peran guru yang menjadi tonggak perubahan di satuan pendidikan melalui penguasaan minimal enam literasi dasar yang harus diterapkan kepada peserta didik, khususnya di jenjang sekolah dasar.

2.Literasi Digital

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) meluncurkan kebijakan Merdeka Belajar episode ke-23 “Buku Bacaan Bermutu untuk Literasi Indonesia”.

Menteri Pendidikan, Kebudayaan Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Anwar Makarim mengatakan, kebijakan tersebut merupakan komitmen pihaknya dalam meningkatkan kemampuan literasi generasi muda Indonesia.

Peserta didik dan guru sudah menggunakan salah satu platform yang disediakan oleh Kemendikbudristek salah satunya dari Literacy Cloud dan Platform Merdeka Mengajar (PMM) .Selain ini kita juga memanfaatkan Canva,Quizizz,dan teknologi digital disekitar lingkungan kita untuk media pembelajaran.

Karena pendidikan juga ikut terbawa arus revolusi digital, maka profil guru khususnya jenjang sekolah dasar  harus mampu beradaptasi dengan era pembelajaran revolusi industri 4.0 dan society 5.0.
Dalam industri dan society ini ada yang namanya pembelajaran yang diarahkan oleh siswa sendiri atau self direct learning, pembelajaran dengan multi sumber belajar, pembelajaran sepanjang hayat atau life long learning, pembelajaran berbasis TIK, pembelajaran yang adaptif dan pembelajaran yang dapat membangun cara pandang atau growth mindset.

3.Teknologi Digital

Dalam menghadapi perkembangan teknologi yang sangat cepat, literasi digital merupakan kunci dan fondasi utama yang harus dimiliki. Pemerintah dalam hal ini Kemkominfo bersama Siberkreasi berkomitmen akan terus melakukan upaya meningkatkan literasi digital masyarakat melalui berbagai macam inisiatif kegiatan.
Dengan berbagai inisiatif kegiatan literasi digital diharapkan dapat memfasilitasi dan semakin mendorong terwujudnya masyarakat digital Indonesia, dan akan mempercepat proses digitalisasi di berbagai lini kehidupan.

Kemudian juga ada kecakapan literasi digital, indikator kecakapan literasi digital seperti memproduksi dan mengkomunikasikan informasi, mengkonstruksi pengetahuan, menyaring dan mengelola informasi, menciptakan kesadaran tentang nilai-nilai tradisional, membaca dan memahami materi yang dinamis, dan menciptakan kesadaran dalam membangun jejaring, berpikir kritis dalam mengambil informasi. Kolaborasi sangat diutamakan dalam pembelajaran saat ini,contohnya dari gambar tersebut kolaborasi antara orang tua dan siswa dalam pemanfaatan teknologi digital alat sensor penyeberangan yang ada di wilayah Alun-alun kota.

4.Pembelajaran Berbasis Digital

Pemanfaatan Chrome Book bantuan dari pusat untuk media pembelajaran dalam kegiatan belajar , peserta didik bersama guru memanfaatkan Chrome Book tersebut untuk membuka aplikasi atau web yang digunakan saat pembelajaran yang menyenangkan bagi peserta didik.

Aplikasi atau web yang sering kita gunakan disini adalah Literacy Cloud,PMM,Canva dan Quizizz. Selain itu kita juga menggunakan media pembelajaran dari youtube Ditspd ,Kemendikbud RI maupun sumber youtube dan web lainnya.

Maka dari itu kita harus mempersiapkan SDM dengan keterampilan digital yang sesuai untuk menghadapi perubahan ini. Mari kita membawa perubahan positif untuk Indonesia yang lebih baik. Kita ciptakan inovasi-inovasi berkualitas dengan mengembangkan talenta dan memaksimalkan potensi masyarakat digital Indonesia.

Inilah yang perlu diedukasikan kepada peserta didik kita. Untuk itu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan beserta Kementerian kominfo selalu berkolaborasi melalui Siberkreasi untuk mengedukasi bahwa semua anak harus terdorong dalam literasi digital. Khususnya anak-anak di satuan pendidikan yang memanfaatkan teknologi digital untuk media pembelajaran.

Tugas seorang guru atau pendidik salah satu yang penting saat ini adalah menanamkan agar peserta didik memiliki literasi teknologi. Hal tersebut agar mereka bisa belajar mandiri dengan adanya teknologi.
“Kalau mereka bisa belajar mandiri dengan cara mengakses internet, mencari sumber-sumber belajar yang baik di internet, belajar dari orang lain yang lebih piawai di internet, maka mereka bisa melakukan yang namanya mendalami pengetahuan sesuai dengan bidangnya masing-masing secara mandiri, karena dia memiliki literasi teknologi. Harapannya kalau dia bisa mendalami literasi teknologi maka dia bisa membuat yang namanya knowledge creation. Karena orang Indonesia harus bisa berkreasi menciptakan sesuatu, apakah berupa teori, metodologi, produk, layanan, barang, ide atau gagasan yang memenuhi kebutuhan masyarakat.

 

Kata kunci: Pelatihan Guru,Sertifikasi Guru,Pelatihan In House Training.


Penyunting: Putra

0

0

Komentar (0)

-Komentar belum tersedia-

Buat Akun Gratis di Guru Inovatif
Ayo buat akun Guru Inovatif secara gratis, ikuti pelatihan dan event secara gratis dan dapatkan sertifikat ber JP yang akan membantu Anda untuk kenaikan pangkat di tempat kerja.
Daftar Akun Gratis

Artikel Terkait

“Warna, Rasa, dan Rupa” sebagai Filosofi Diri Menjadi Seorang Guru
4 min
MENDIDIK DENGAN PENUH HATI AGAR MENJADI LEBIH BAIK DARI MENGAJAR
"Make Something Interesting, Then Others are Following!"

Elma Saskya

Aug 03, 2023
6 min
Bagian utama Menjadi Guru yang Inovatif adalah Pengalaman
Perpustakaan Sebagai Kunci Kemajuan

Guru Inovatif

Jam operasional Customer Service

06.00 - 18.00 WIB