Redaksi Guru Inovatif

Redaksi

Kunjungi Profil

Kasih dan Harmonisasi untuk Anak di Hari Anak Sedunia

“It is the sunlight of parental love and encouragement that enables a child to grow in competence and slowly gain mastery over his environment.” – Felicity Bauer

Cinta dan dukungan orang tualah yang memungkinkan seorang anak untuk tumbuh dan perlahan-lahan dapat menguasai lingkungannya. Pernyataan Felicity Bauer, seorang penulis dan aktivis perempuan tersebut terdengar sangat hangat dan lembut di hati kita. Bagaimana tidak, sedari kecil, dewasa, hingga sampai saat ini kita tidak bisa lepas dari sosok orang tua. Darinya kita belajar banyak hal-hal kecil yang menghangatkan juga hal-hal besar yang menjadikan kita tumbuh dan kuat dalam menjalani kehidupan. 

Kasih dan tutur yang baik dari orang tua akan membentuk jati diri anak sehingga dapat menjadi kebanggaan bagi orang tua serta bermanfaat bagi orang banyak. Selain itu, membimbing anak dalam hal-hal apapun membuat diri kita semakin arif. Sangat bahagia bukan ketika melihat anak-anak kita dapat membaca, berhitung, dan memasak lalu mereka tersenyum sumringah karena berhasil menyelesaikan hal-hal baru dalam hidupnya. Namun, pertanyaannya, kapan terakhir kali Bapak/Ibu meluangkan waktu sejenak saja untuk duduk berdua lalu bercerita banyak hal? Kapan terakhir kali pergi ke luar bersama anak-anak hanya untuk membuat mereka tersenyum? Kapan terakhir kali memberikan mereka pelukan hangat?  

Mengenal Psikologi Anak

Setiap anak memiliki dunianya sendiri. Dari seorang anak kecil yang lugu sampai menjadi sosok dewasa yang mulai berani menyampaikan aspirasi perihal apapun. Selain itu setiap anak juga memiliki karakter dan keunikan sendiri-sendiri. Ada yang pendiam, penurut, dan ada juga yang susah diatur. Oleh karena itu, untuk semakin dekat dan memahami apa yang sedang anak alami dan rasakan maka Bapak/Ibu perlu mengenal dan memahami psikologi anak. 

Berkumpul Bersama Keluarga (Sumber: Canva)

Secara umum, psikologi anak merupakan seperangkat ilmu pengetahuan yang mempelajari perubahan perkembangan pada anak, mulai dari balita sampai remaja. Perkembangan anak usia dini mencakup berbagai aspek. Aspek-aspek tersebut mencakup perkembangan sosial dan emosional. Bahkan, Pendidikan Anak Usia Dini dinyatakan dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 146 tahun 2014 pasal 5 yang berbunyi aspek-aspek pengembangan dalam kurikulum PAUD mencakup: nilai agama, nilai moral, fisik-motorik, kognitif, bahasa, sosial-emosional, dan seni. Lebih tegas lagi, Kail dan Reese dalam Advances Child Development and Behaviour (2002) menjelaskan bahwa ruang lingkup perkembangan anak usia dini mencakup perkembangan kemandirian, moral, sosial, bahasa, fisik, dan kognitif. Oleh Karena itu, dengan memahami anak secara psikologis Bapak/Ibu dapat menciptakan hubungan yang harmonis dalam keluarga. 

Perkuat Ikatan dengan Anak di Hari Anak Sedunia

Hari Anak Sedunia yang diperingati setiap tanggal 20 November bisa menjadi momentum terbaik untuk Bapak/Ibu memahami anak secara keseluruhan. Cobalah untuk merencanakan dan meluangkan waktu dari rutinitas pekerjaan yang padat. Berikan anak ruang untuk menyampaikan keinginan, harapan, dan aspirasi. Dengan demikian, Bapak/Ibu tidak hanya akan memberikan kebahagiaan dan keharmonisan dalam keluarga tetapi juga dapat memahami anak secara psikologis.  

Oleh karena itu, tim Guru Inovatif memberikan beberapa kegiatan yang dapat Bapak/Ibu lakukan bersama anak-anak di Hari Anak Sedunia. Simak penjelasan dibawah ini ya!

1. Bercerita dengan Anak 

Meluangkan waktu beberapa jam untuk bercerita dengan anak sangatlah penting. Seorang anak juga butuh untuk didengarkan dan dimengerti. Cobalah untuk bertanya perihal keseharian dan kesulitan mereka di sekolah. Berikanlah pendekatan yang antusias agar anak merasa nyaman dan senang untuk menceritakan apapun yang ia lalui bersama teman-temannya. 

Bercerita dengan Anak (Sumber; Canva)

Dengan melakukan deep talk, Bapak/Ibu dapat membangun kedekatan dan keterikatan secara emosional. Selain itu, deep talk juga dapat menjaga kestabilan mental yang berpengaruh pada tumbuh kembang anak. Selain itu, topik pembicaraan juga tidak harus topik serius, seperti akademik dan pencapaian tetapi bisa dimulai dengan film apa yang mereka sukai, genre musik apa yang mereka senangi, dan tempat-tempat apa yang ingin mereka kunjungi. Dengan demikian, anak akan selalu memiliki tempat untuk menyampaikan keluh kesahnya. Bagaimanapun juga, Bapak/Ibu adalah rumah teraman dan ternyaman bagi mereka. 

2.Memasak Bersama

Kegiatan memasak bersama anak dapat memberikan beberapa manfaat. Bapak/Ibu dapat melatih kemandirian, minat, dan pengetahuan mereka. Cobalah ajak anak untuk berbelanja bahan-bahan masakan, membuat daftar kegiatan masak, dan membaca resep makanan terbaik. Selain itu, Bapak/Ibu juga dapat menyisipkan beberapa pelajaran-pelajaran seperti matematika, bahasa Inggris, dan pengetahuan alam. 

Memasak Bersama Anak (Sumber: Canva)

Memasak dapat melatih kepekaan panca indera anak dan kemandirian anak. Bapak/Ibu bisa meminta bantuan anak untuk memecahkan telur, mengaduk adonan, dan membersihkan sayuran. Setelah itu berikanlah apresiasi kepada anak agar mereka selalu percaya diri dalam melakukan apapun. Oleh karena itu, memasak merupakan media untuk mempererat ikatan Bapak/Ibu dengan anak. Memasak bisa menjadi momentum quality time dan bonding dengan anak.  

3. Wisata dan Jalan-Jalan

Aktivitas sekolah anak yang padat seringkali membuat mereka jenuh dalam beraktivitas. Terkadang kejenuhan tersebut dapat berdampak pada depresi dan stress yang menyebabkan tidak fokus dan sulit menerima pembelajaran. Oleh karena itu, Bapak/Ibu perlu mengajak buah hati berwisata dan jalan-jalan. Selain itu, jalan-jalan dapat menjadi momen bonding untuk mengetahui keterampilan dan minat anak. 

Jalan-Jalan dengan Buah Hati (Sumber: Canva)

Jalan-jalan, selain berfungsi untuk merefresh otak dari perasaan lelah dan jenuh, juga dapat menjadi momen untuk melatih keterampilan sosial anak. Cobalah untuk anak berani bertanya kepada orang sekitar tentang objek wisata, lokasi, dan lain sebagainya. Selain itu, ajaklah anak untuk belajar mengenai budaya lain, belajar sejarah, dan informasi edukatif lainnya. Dengan melakukan aktivitas di luar rumah dapat membantu anak sehat secara emosional dan fisis. Oleh karena itu, siapkan barang Bapak/Ibu lalu ajaklah sang buah hati staycation ke luar rumah. 

4. Menonton Film Bersama

Menonton film bersama anak dapat menjadi solusi pendekatan yang brilian. Ajaklah anak untuk menonton film-film bertema pendidikan dan sosial. Aktivitas tersebut dapat mendukung kegiatan eksplorasi si kecil. Ia akan bertanya-tanya perihal tempat-tempat, istilah-istilah, dan pengertian tertentu dalam film. Selain itu, dengan kepekaan dan rasa keingintahuan tersebut sang anak akan menjadi lebih kreatif dan inovatif. Ajaklah anak untuk berdiskusi dan memecahkan konflik-konflik tertentu dalam film. Pada akhir film, cobalah Bapak/Ibu sampaikan pesan-pesan dan nilai tertentu yang dapat menjadi pelajaran. 

Menonton Film Bersama Anak (Sumber: Canva)

5. Bermain sambil Belajar 

Metode bermain sambil belajar merupakan metode pembelajaran yang inovatif, kreatif, dan bermanfaat untuk meningkatkan keterampilan anak. Bermain sambil belajar dapat dilakukan dengan berbagai cara dan di mana saja. Di rumah, Bapak/Ibu bisa mengajak bermain origami, catur, dan permainan lainnya. Selain bermain sambil belajar di rumah, Bapak/Ibu dapat mengajak si kecil ke perpustakaan maupun toko buku.

Bermain Origami sambil Belajar (Sumber: Canva)

Melakukan pendekatan terhadap anak dapat memberikan kekuatan emosional dalam keluarga. Kekuatan emosional itulah yang menciptakan hubungan yang harmonis antara Bapak/Ibu dengan anak. Orang tua, sebaiknya mengetahui hal-hal sederhana yang berhubungan dengan anak, seperti hal yang disenangi dan tidak disenangi, hal-hal yang mereka khawatirkan, dan pendekatan psikologis lainnya sehingga bisa memberikan motivasi serta dukungan apabila anak dalam situasi yang tidak stabil. 

Memahami anak berarti memahami diri Bapak/Ibu sendiri. Rumah adalah tempat ternyaman dan teraman bagi mereka. Rumah adalah tempat mereka mengenal hal-hal sederhana dan besar dalam kehidupan. Selain itu, Bapak/Ibu juga merupakan guru pertama dan utama bagi seorang anak. Oleh karena itu, sediakanlah ruang dan waktu untuk melakukan hal-hal positif bersama anak. Bimbinglah dengan nilai-nilai dan moral yang membuat mereka tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik.  

Selamat Hari Anak, selamat menjalani hari-hari baik dan menyenangkan bersama keluarga!  

Penulis: Yandi Chidlir

Editor: Putra

HariAnakBerita20NovemberParenthingAnakPsikologisAnakRefleksi
Komentar (2)

Tuliskan Komentar Anda

Komentar Terbaru

Vetty Novitasari STP M M
1 minggu yang lalu

Psikologi anak akan mempengaruhi pola berpikir. Jaga psikisnya, supaya apa yg kita sampaikan daoat dipahami


La Ode Royadi,S.Pd
1 minggu yang lalu

Sangat menginspirasi