Redaksi Guru Inovatif

Redaksi

Kunjungi Profil

Berinovasi Wujudkan Merdeka Belajar di Hari Guru Nasional

Dalam lagu Hymne Guru, kita mendengar dengan jelas lirik yang menyebutkan bahwa seorang guru adalah pelita dalam kegelapan, seorang patriot, seorang pahlawan bangsa. Oleh karena itu, dengan segala pengabdian dan pengorbanannya, seorang guru merupakan pahlawan dalam bidang pendidikan. Jasa-jasanya abadi dalam genggaman, subur dalam ingatan, dan tumbuh besar dalam harum nama bangsa ini.  

Apabila pada 10 November yang lalu kita memperingati Hari Pahlawan, pada hari ini, 25 November kita dibawa pada peringatan sakral yaitu Hari Guru Nasional. Ada perhatian yang terang terhadap pentingnya memperingati pengorbanan yang telah dilakukan oleh Bapak/Ibu guru di seluruh Indonesia. Sebuah persembahan yang hangat untuk segala kebaikan, ketulusan, dan perjuangan para guru demi terciptanya anak bangsa yang berkualitas. 

Kebahagian Siswa adalah Keberhasilan Guru (Sumber; Canva)

Namun, sebelumnya kita perlu mengetahui terlebih dahulu perihal bagaimana sih sejarah di balik peringatan Hari Guru Nasional? Apakah semua negara memperingati Hari Guru? dan Bagaimana peringatan Hari Guru Nasional di tahun 2022 ini? Yuk simak penjelasan berikut!

HARI GURU DI BERBAGAI NEGARA

Perhatian akan urgensi dan pentingnya peran para guru merupakan isu yang diangkat di seluruh dunia. Sebagai bentuk penghargaan dan apresiasi kepada para guru maka dibentuklah peringatan Hari Guru Sedunia atau World Teachers’ Day. Peringatan tersebut dirayakan pada tanggal 5 Oktober setiap tahunnya. Secara keseluruhan, peringatan tersebut berasal dari inisiasi United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) yang menganggap bahwa peran guru dalam perubahan perlu diberikan apresiasi, pemahaman, sekaligus wujud dukungan moral terhadap prestasi para guru. 

Ketulusan dan Kebaikan Guru (Sumber: Canva)

Namun, peringatan National Teachers’ Day atau Hari Guru Nasional berbeda-beda di seluruh belahan dunia. Sebut saja negara Argentina yang merayakan Hari Guru setiap 11 September, India pada 5 September, Korea Selatan pada 15 Mei, dan tentu saja, negara Indonesia pada tanggal 25 November. Artinya, seluruh dunia sepakat bahwasanya seorang guru adalah pelita, patriot, dan pahlawan sebagaimana yang telah disampaikan sebelumnya. Dengan demikian, memperingati Hari Guru berarti menghormati segala perjuangan dan pengorbanan yang telah mereka lakukan. 

Salah satu bentuk memperingati Hari Guru Nasional adalah dengan mengetahui dan mempelajari sejarah-sejarah di balik perayaannya. 

LANGKAH TERBEBAS DARI KEBODOHAN INTELEKTUAL

Peran guru sangat penting dalam upaya untuk memerdekakan anak bangsa secara utuh. Wujud kemerdekaan tersebut berupa terbebas dari kebodohan dan perbudakkan intelektual. Sebagai penegasan terhadap apresiasi peran guru di seluruh Indonesia maka Presiden Soeharto menetapkan bahwa tanggal 25 November sebagai Hari Guru Nasional. Keputusan tersebut termaktub dalam Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994. Di satu sisi, tanggal 25 November juga bertepatan dengan hari lahir Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). 

PGRI diawali dengan nama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) pada 1912. Jauh sebelum persatuan tersebut terbentuk, kita perlu mengetahui terlebih dahulu bahwa pada zaman kolonial, guru merupakan profesi yang kurang diminati. Kurangnya minat tersebut salah satunya didasarkan pada adanya kesenjangan stratifikasi sosial oleh pihak Belanda terkait pekerjaan guru. Kesenjangan tersebut secara implisit didasarkan pada Departement van Onderwijs en Eredienst (Departemen Pendidikan dan Agama) -- yang saat itu mengontrol penggajian para guru—yang mengatakan bahwa gaji guru disesuaikan dengan ijazah yang mereka miliki. Semakin tinggi tingkatan ijazah maka semakin baik taraf hidupnya. Tentu saja peraturan tersebut membuat para guru merasa tidak diberikan haknya dengan merata. 

Sebagai perlawanan terhadap kebijakan tersebut, Raden Mas Ngabehi Dwidjosewojo, seorang guru dari kalangan priyayi mendirikan Perserikatan Guru Hindia Belanda (PGHB) pada tahun 1912. Perserikatan tersebut beranggotakan masyarakat yang memiliki latar belakang pendidikan seperti persatuan Guru Bantu (PGB),Perserikatan Guru Desa (PGD),Persatuan Guru Ambachtsschool (PGAS),Perserikatan Normaalschool (PNS), Hogere Kweekschool Bond (HKSB), disamping organisasi guru yang bercorak keagamaan, kebangsaan  atau lainnya seperti Christelijke Onderwijs Vereneging (COV),  Katolieke Onderwijsbond (KOB), Vereneging Van Muloleerkrachten (VVM),dan Nederlands Indische Onderwijs Genootschap (NIOG) yang beranggotakan semua guru tanpa membedakan golongan agama. Sebagai upaya untuk memperjuangkan nasib anggotanya, PGHB membentuk Onderlinge Levensverzekering Maatschappij PGHB, badan yang bergerak di bidang asuransi jiwa para guru. 

Perkumpulan PGI (Persatuan Guru Indonesia) (Sumber: Canva)

PGHB semakin lama semakin berkembang, kemajuannya yang masif membuat beberapa anggota menginginkan adanya nama “Indonesia” di dalam persatuannya. Dua dekade berselang, pada tahun 1932 PGHB berubah menjadi Persatuan Guru Indonesia (PGI). Ternyata, penggunaan nama “Indonesia” dianggap sebagai sebuah ancaman bagi Belanda. Sebaliknya, bagi bangsa kita, penyematan tersebut merupakan bentuk semangat untuk terbebas dari penjajahan. Sayangnya, PGI tidak bertahan lama, eksistensinya melemah saat pemerintah Jepang melarang segala bentuk organisasi di Indonesia. 

Walaupun sempat kehilangan eksistensinya, tiga bulan setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI ) mengadakan pertemuan besar pada 24—25 November 1945 di Surakarta. Melalui kongresi ini, segala organisasi dan kelompok guru yang didasarkan pada stereotip dan stratifikasi tertentu dihapuskan. Selain itu, pada tanggal yang sama, PGRI disepakati sebagai wadah penyampaian aspirasi dan diskusi bagi para guru di seluruh Indonesia. Dengan demikian, setiap tanggal 25 November, kita sama-sama terbawa pada ingatan yang menyeluruh tentang perjuangan-perjuangan para guru untuk bangsa ini. Selain itu, momen Hari Guru Nasional juga dapat menjadi wadah perenungan bagi Bapak/Ibu guru untuk mengevaluasi diri dan berbenah lebih baik lagi. 

PERINGATAN HARI GURU NASIONAL TAHUN 2022

Hari Guru Nasional tahun 2022 diperingati pada Jumat, 25 November 2022. Sebagai bentuk prosesi kegiatan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi menyelenggarakan upacara bendera Hari Guru Nasional tahun 2022 secara tatap muka terbatas dengan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19. Walaupun secara terbatas, kegiatan tersebut tidak mengurangi makna, semangat, dan kekhidmatan acara. Selain itu, upacara juga dilaksanakan serentak di berbagai instansi pendidikan dengan protokol kesehatan serta pengecekkan yang ketat. 

Pada tahun ini, tema peringatan Hari Guru Nasional mengangkat tema “Serentak Berinovasi, Wujudkan Merdeka Belajar.” Berikut merupakan logo Hari Guru Nasional tahun 2022. 

Logo Hari Guru Nasional (Sumber: Kemdikbud)

Tema “Serentak Berinovasi, Wujudkan Merdeka Belajar” senada dengan falsafah tim Guru Inovatif.id yang selalu berusaha untuk memberikan ruang bagi seluruh guru di Indonesia untuk berinovasi, kreatif, dan terampil dalam dunia pembelajaran. Dalam momentum yang hangat, kami mengajak Bapak/Ibu untuk senantiasa meningkatkan taraf dan kualitas diri sendiri dalam dunia pendidikan dengan mengikuti berbagai macam kelas-kelas,seminar, dan pelatihan yang diadakan oleh Guru Inovatif.id 

Banyak fitur-fitur Guru Inovatif yang dapat memberikan keterampilan dan pengetahuan baru yang tentu saja bermuara pada satu tujuan besar yaitu “Merdeka Belajar". Jadi, Bapak/Ibu, mari manfaatkan momentum Hari Guru Nasional untuk senantiasa meng-upgradeskill hingga mencapai target maksimal di dunia pendidikan. 

Kami segenap tim GuruInovatif.id mengucapkan selamat Hari Guru Nasional untuk seluruh guru hebat di seluruh Indonesia. Jasa-jasamu tumbuh subur di relung hati kami, kata-katamu sejuk sekaligus menghangatkan jiwa kami, jasamu abadi dalam sanubari. Terima kasih Bapak/Ibu guru!

Penulis: Yandi Chidlir

Editor: Putra

HariGuruHariGuruNasionalPendidikanGuruberita
Komentar (1)

Tuliskan Komentar Anda

Komentar Terbaru

Hamidah,SPdi
6 hari yang lalu

Menurut saya guru semua nya hebat karena sudah ada NUPTK