Published 30 Jun 2022

Mendesain Pengajaran Paradigma Baru di Kelas Konstruktivis

 

Cerita Guru

Petrus Paulus Puru Tukan, S.Si, M.Pd

Kunjungi Profile
Bagikan

TIPS Mendesain Pengajaran Paradigma Baru di Kelas Konstruktivis

Oleh : Petrus Paulus Puru Tukan, S.Si, M.Pd

 

Untuk mendesain pengajaran paradigma baru di kelas konstruktivis, sang desainer dalam hal ini adalah guru dalam rancangannya bersifat adanya interaksi di kelas. Guru membangun interaksi yang baik dengan siswa di kelasnya. Tentunya dalam interaksi ini terdapat instruksi dan juga kumpulan Pertanyaan yang sudah disiapkan secara matang oleh guru. Agar tidak melenceng atau keluar dari tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.

Dalam memberi instruksi seorang guru juga perlu mengetahui jenis gangguan transmisi instruksi antara guru – siswa.

  • Semantik

           Disparitas pemahaman atas terminology/kosa kata guru – siswa.

  • Biologis

           Kondisi Kesehatan komunikan seperti mata rabun, buta warna, atau ketulian parsial.

  • Lingkungan

           Suara latar yang mengganggu seperti kebisingan kendaraan/pertukangan.

  • Psikologi

           Kondisi emosi komunikan saat berkomunikasi dua arah.

Hal-hal yang dapat terjadi akibat gangguan transmisi instruksi guru – siswa.

  • Pesan bermakna ganda
  • Penjelasan menjadi Panjang dan rumit
  • Pola komunikasi yang tidak konsisten
  • Struktur kalimat yang tidak logis

Sehingga apabila guru membuat instruksi yang pedagogis maka harus meminimalkan gangguan semantic dengan 

  • Kalimat yang pendek
  • Menggunakan Bahasa yang familiar
  • Menggunakan intonasi yang tepat

 

Adapun tips dalam mendesain pengajaran paradigma baru di kelas konstruktivis, antara lain ;

  1. Guru harus memahami Teaching Mastery Framework (TMF) atau kerangka acuan kerja guru dalam pembelajaran. 

           TMF merupakan kumpulan kompetensi yang harus dimiliki untuk bisa mengajar secara efektif. Ada delapan kumpulan kompetensi yang harus                  dimiliki seorang guru untuk bisa mengajar secara efektif antara lain dapat dilihat pada gambar berikut.

Dari delapan TMF atau kerangka acuan kerja guru dalam pembelajaran, terdapat dua kompetensi dasar pertama yang harus dimiliki guru adalah 

  • Pedagogical Content Knowledge (PCK) 
  • Higher Order Thinking Skills (HOTS)

PCK dan HOTS sangat penting dalam membangun interaksi antara guru-siswa. Untuk membuat instruksi maka tahapannya ada di dalam PCK.

Sedangkan untuk menyusun pertanyaan maka seoarang guru perlu mendesain pertanyaan HOTS.

            a.   Pedagogical Content Knowledge (PCK)

                  PCK merupakan Framework guru untuk memastikan setiap tahapan pembelajaran siswa dilalui dengan tepat. 

 

              b.   Higher Order Thinking Skills (HOTS)

                    HOTS meliputi kemampuan berpikir kritis, logis, reflektif, metakognitif, dan kreatif. Kemampuan ini dapat diaktifkan Ketika seseorang                                   diberikan tantangan pemecahan masalah, Pertanyaan-pertanyaan analitik atau dilemma yang perlu dipecahkan. Pertanyaan dari level                               rendah hingga level tinggi (HOTS).

 

2. Mendesain pertanyaan efektif.

    Untuk mendesain Pertanyaan yang efektif maka hal yang perlu diperhatikan adalah 

  • Spesifik

           Menyasar pada inti dari apa yang ditanyakan 

  • Pertanyaan bertingkat

Alat yang digunakan untuk mendesain Pertanyaan adalah Taksonomi Anderson. Dalam revisi Bloom’s Taxonomy terdapat the knowledge dimension (dimensi pengatahuan) dan the cognitive process (proses berpikir siswa).

 

3. Memahami Anderson Krathwohl Taxonomy (AKT).

AKT merupakan irisan dua dimensi yakni dimensi proses berpikir siswa dan dimensi pengatahuan. Dalam penyajiannya AKT didesain membentuk tangga sebanyak 24 kotak seperti pada gambar. Di setiap anak tangga berisi irisan dua dimensi yang sangat membantu guru dalam mendesain sebuah indikator pencapaian dan juga pertanyaan-pertanyaan.

4.  Menerapkan Anderson Krathwohl Taxonomy (AKT) dalam pembelajaran

Dalam 24 kotak yang ada di AKT ini, sebaiknya guru sudah menyiapkan Pertanyaan-pertanyaannya. Pertanyaan disusun sesuai capaian pembelajaran (CP) yang hendak diajarkan. Sehingga dalam proses pengajaran Pertanyaan-pertanyaan tersebut digunakan sesuai topik yang dibawahkan.

5.  Memahami alat ukur yang bisa dipakai untuk melihat keefektifan pengajaran di kelas.

Referensi :

  1. Materi diklat yang diselenggarakan HAFECS dalam Program Sekolah Juara
  2. PKP berbasis Zonasi

 

Buat Akun Gratis di Guru Inovatif
Ayo buat akun Guru Inovatif secara gratis, ikuti pelatihan dan event secara gratis dan dapatkan sertifikat ber JP yang akan membantu Anda untuk kenaikan pangkat di tempat kerja.
Daftar Akun Gratis

0

0

Komentar (0)

-Komentar belum tersedia-

Related Post

CREATIVE PRODUCT - ENTREPRENEUR PENDIDIKAN BERBASIS KOMPETENSI MEMPERKUAT KARAKTER SISWA GENERASI MI

Yuanita Ardyanti, S.Pi

Jun 28, 2022
8 min
Berkah Hafal 4 Juz, Rabbani dapat Sepeda

Abu Hanifah

Jul 01, 2022
1 min
BERBAGI PRAKTIK BAIK DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MURID DAERAH TERPENCIL

Roni Hariyanto Bhidju, S.Pd.

Jul 02, 2022
8 min
Guru yang tak pernah bercita-cita menjadi guru

HASMAWATI, S.Pd

Apr 27, 2022
5 min
Kisahku Menerbitkan Buku Berawal dari Layanan BK Online

Lina Herlina, M.Pd.

May 10, 2022
4 min
Tantangan Guru di Masa Pandemi

Tri Febrienti,SPd.MM

May 19, 2022
3 min

GuruInovatif.id adalah Platform Online Learning Bersertifikat untuk Guru. Bangun keterampilan mengajar dengan kursus, webinar, dan sertifikat.


Copyright © 2022. GuruInovatif.id. All rights reserved. Guru Inovatif untuk pendidikan Indonesia