Octia Nugrohowati, S.Pd

Guru Kelas

Kunjungi Profil

Kisahku menjadi Guru Inovatif di Kota Solo

Perjalanan menjadi seorang guru penuh dengan perjuangan. Desember 2020, saya mendapatkan Surat Keputusan CPNS Guru Kelas di Sekolah Dasar Negeri Kemasan  1 Surakarta. Hal tersebut adalah karunia yang luar biasa karena setelah penantian panjang saya ingin menjadi seorang guru di kota Solo menjadi kenyataan untuk bisa membimbing, mendidik, membina dan belajar bersama anak-anak di sekolah dasar. Keberhasilan itu tak terlepas dari saya menimba ilmu di Perguruan Tinggi Universitas Sebelas Maret  jurusan Ilmu Pendidikan program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Selama 3 tahun lebih 5 bulan saya lulus dengan predikat cumloude bahkan sejak masuk prodi PGSD UNS saya tidak mengeluarkan biaya untuk kuliah karena saya mendapatkan beasiswa penuh sampai lulus kuliah. Saya mendapatkan ilmu yang bermanfaat untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari yaitu dari mengenal pendidikan inklusi, inovasi pembelajaran, media pembelajaran, metode pembelajaran, strategi pembelajaran, manajemen berbasis sekolah, teknologi pembelajaran, dan masih banyak lagi ilmu yang saya dapatkan di sana. Selain itu, saya juga mendapatkan pelajaran hidup suka maupun duka dengan bekerja sebagai guru wiyata bakti di MI Muhammadiyah Karanganyar. MI Muhammadiyah Karanganyar merupakan madrasah swasta terkenal di kota Karanganyar dengan jumlah peserta didik dan guru yang banyak pula. Madrasah dengan slogan Madrasahnya Sang Juara itu memang benar setiap event lomba apapun, peserta didik di MI Muhammadiyah selalu mendapatkan juara bahkan sampai tingkat Internasional. Tak terlepas dari peran guru sebagai pembimbing peserta didik yang mengikuti lomba. Guru di MI Muhammadiyah adalah guru yang selalu mau belajar, kreatif, dan inovatif. Hal itu menjadi motivasi saya untuk menjadi guru yang selalu mau belajar, kreatif dan inovatif juga. Saya pun membuat media pembelajaran matematika yang menyenangkan untuk peserta didik yaitu Ular Tangga Raksasa “Barung” (Bangun Ruang). Bahkan saya mendapatkan juara 1 dalam pembuatan media pembelajaran yang menyenangkan untuk peserta didik sekolah dasar. Peserta didik usia sekolah dasar masih senang dengan bermain, karena dunia mereka adalah dunia bermain. Saya mengemas pembelajaran sesuai dengan dunia anak-anak sehingga belajar menjadi bermakna dan pembelajaranpun menjadi menyenangkan. 

Awal Januari 2021, saya sudah bekerja di Sekolah Dasar Negeri Kemasan 1 Surakarta yaitu menjadi guru kelas. Saya mengajar secara online karena masa Pandemi Covid-19. Mengajar secara online tidak mudah. Saya selalu belajar agar pembelajaran secara online menjadi bermakna untuk peserta didik. Saya menggunakan zoom maupun googlemeet sebagai virtual meetingnya. Selain itu, saya juga menggunakan berbagai aplikasi untuk memudahkan peserta didik dalam menimba ilmu dan belajar yang menyenangkan seperti wa group untuk berinteraksi dan berkomunikasi, googleclassroom sebagai pengganti ruang kelas dunia maya, quizizz, liveworksheet, wordwall sebagai evaluasi dengan bermain sehingga peserta didik tidak merasa bosan untuk belajar online. Pada tanggal 26 Maret 2021 sampai dengan 12 Juni 2021 saya melaksanakan Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Angkatan XXV Tahun 2021 yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Surakarta bekerja sama dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Jawa Tengah dengan hasil saya mendapatkan piagam penghargaan dengan prestasi istimewa peringkat 2. Hal tersebut merupakan anugerah istimewa bagi saya dan saya tidak cepat untuk berpuas diri. Akan tetapi, saya selalu belajar menjadi guru yang baik untuk peserta didik. Prinsip saya dalam mendidik adalah mendidik dari hati karena guru bukan suatu pekerjaan saja bagi saya tetapi suatu bentuk ibadah yang harus saya kerjakan dengan hati. Segala sesuatu yang dikerjakan dengan hati pasti hasilnya akan sesuai yang diharapkan bahkan akan berdampak positif dan bermakna bagi peserta didik. Selain itu juga, saya selalu berinovasi dalam pembelajaran sesuai dengan kondisi dan kebutuhan peserta didik seperti saya membuat suatu materi yang saya kemas dengan komik digital dan peserta didik saya latih untuk membuat komik pembelajaran secara digital dengan menggunakan android. Dengan berbagai metode, media dan model pembelajaran yang berbeda tersebut di masa pandemi membuat peserta didik menjadi kreatif, belajar mandiri, mengenal teknologi. Selain itu juga, tujuan saya selalu berinovasi dalam pembelajaran yaitu agar tidak terjadinya Loss Learning di masa pandemi Covid-19.

Bulan Oktober 2021 sampai dengan Desember 2021 saya mengikuti lomba Literasi Guru 2021 Se-Solo Raya yang diselenggarakan GuruInovatif.id oleh Hafecs. Saya mendapatkan ilmu, dan teman dari lomba tersebut. Selain itu juga, peserta didik saya mendapatkan pengalaman untuk mengikuti pre-test maupun post-test AKM. Saya mendapatkan kesempatan masuk ke babak semi final yaitu membuat video pembelajaran dengan Blendend Learning. Selama pandemi Covid-19, saya menggunakan model pembelajaran Blended Learning.Blended Learning adalah model pembelajaran synchronous dan asynchronous. Kemudian, saya masuk ke babak final lomba Literasi Guru 2021 Se-Solo Raya yaitu membuat presentasi tentang Blended Learning yang sudah diterapkan. Akhirnya, saya mendapatkan juara harapan II Lomba Literasi Guru 2021 Se-Solo Raya. Saya diundang di acara penutupan dan penganugerahan hadiah Lomba Literasi Guru 2021 Se-Solo Raya di Balaikota Surakarta.

Selain itu juga, saya mengisi waktu luang di masa pandemi Covid-19 dengan menulis sebuah puisi dengan judul “Guru Penggerak Bangsa” dan buku dengan judul “Hidup ini Bukanlah Mimpi, tapi Beranilah Bermimpi untuk Hidup” yang di dalamnya ada cerita saya yang berjudul “Guru Jalan Hidupku”. Masa Pandemi Covid-19 meskipun pembelajaran secara online, saya selalu berinovasi dan terus mengisi waktu dengan kegiatan yang bermanfaat.

Awal tahun 2022, saya menggunakan virtual meeting yang berbeda dari sebelumnya yaitu Gather Town.Gather Town merupakan platform yang menggabungkan virtual meeting dengan dunia bermain anak. Gather Town sangat menarik bagi peserta didik karena peserta didik seolah-olah sedang bermain game saat melakukan virtual meeting, peserta didik juga dapat membuat karakter sesuai dengan keinginannya sendiri. Saya dapat menambahkan materi pembelajaran, video pembelajaran  kuis di platformGather Town.

Februari 2022, pembelajaranpun dilakukan secara tatap muka. Saya dan peserta didik merasa senang belajar secara tatap muka. Saya menggunakan pembelajaran yang menyenangkan bagi peserta didik seperti Game Based Learning, Contextual Teaching Learning, Proyek Based Learning. Saya selalu memberikan pembelajaran sesuai dengan dunia peserta didik, dan kebutuhan an peserta didik. Tujuannya adalah agar pembelajaran lebih bermakna, menyenangkan, peserta didik menjadi kreatif, aktif, mandiri, dan mampu menerapkan dalam kehidupan sehari-hari setelah menimba ilmu dan belajar bersama dengan saya. Peserta didikpun akan berproses dengan sendirinya dan merdeka belajar menjadi kenyataan. Salam Guru Inovatif. Berikut adalah Video Pembelajaran Peserta Didik

KisahkumenjadiGuruInovatifdiKotaSolo
Komentar (2)

Tuliskan Komentar Anda

Komentar Terbaru

Imaliana, M.Pd.
5 bulan yang lalu

Luar biasa bu. Banyak sekali ilmu yang saya dapatkan setelah membaca artikel yang ibu tulis. Terimakasih telah berbagi pengalaman dan informasi. Satu hal yang sangat menyentuh dari tulisan ibu, pekerjaan guru adalah ibadah. Semoga kita semua dapat terus menjaga niat ibadah kita dalam dunia pendidikan. Salam inovatif 🌸🌸🌸


Wahyu Wulandari, S.Pd
6 bulan yang lalu

Bagus sekali. Sangat menginspirasi. Sikses terus untuk Bu Octia