Mohamad Arif, S.E.

Guru Bisnis Daring dan Pemasaran

Kunjungi Profil

Cita-Cita Yang Tertunda Untuk Mencerdaskan Anak Bangsa

Sedari SMA saya ingin menjadi seorang guru, karena Guru bagi saya sosok yang dapat memberikan ilmunya untuk kemajuan bangsa dan negara dan profesi guru juga sebagai ladang amal ketika di akhirat kelak karena ilmu yang diberikan akan terus mengalir bagi yang mengamalkannya. Ketika SMA saya ingin sekali ikut UMPTN dengan tujuan mengambil kampus negeri khusus program Keguruan namun ketika itupula saya tidak bisa berbuat apa-apa karena ekonomi orangtua yang tidak memungkinkan untuk saya bisa mendaftar Test UMPTN ketika itu tahun 2005 sebesar Rp. 175.000. 

Karena kesempatan sudah tidak ada pada saya, maka saya putuskan ikhlas untuk tidak menempuh perkuliahan dan memilih langsung bekerja ketika lulus tahun 2005 dari SMAN 33 JAKARTA, yang beralamat di Cengkareng Jakarta Barat. Saya mengadu nasib bekerja sebagai pegawai Partimer di Pizza Hut selama 2 tahun, setelah itu saya mencoba melamar di PT Carrefour Indonesia karena saya merasa karir di Pizza Hut sulit untuk menjadi seorang Karyawan Tetap ketika itu. Selang beberapa tahun berjalan, dalam kurun waktu 2 tahun saya bekerja di PT Carrefour Indonesia saya diangkat sebagai Pegawai Tetap, saya sangat bersyukur sekali kepada kedua orangtua yang selalu mendukung dan mendoakan saya tidak pernah henti. Di PT Carrefour segenap kemampuan dan pemikiran saya curahkan untuk 

Gerai tercinta Taman Palem, bahkan saya di nobatkan sebagai karyawan terbaik ketika mengikuti Lucky Dip yang diadakan oleh perusahaan tempat saya bekerja. Alhamdulillah saya menjadi juara 1 dan mendapatkan reward voucher berbelanja sebesar Rp.300.000 tepatnya pada tahun 2014.

Sambil bekerja kemudian saya berpikir untuk masuk kuliah mungkin akan ada jalan untuk saya bisa meraih cita-cita ketika masa SMA yaitu keinginan untuk menjadi seorang Guru. Kemudian saya melanjutkan pendidikan di Universitas Mercu Buana, Jakarta, beralamat di Meruya Jakarta Barat ( disini saya merasa sadar dan sangat mustahil untuk bisa menjadi seorang Guru karena saya bukan kuliah kependidikan). Masa kuliah dan bekerja saya sangat membagi waktu dan berpikir keras baik strategi dan lainnya agar pekerjaan tidak mengganggu jam perkuliahan, seiring waktu berjalan banyak sekali kisah suka dan duka selama saya kuliah sambil bekerja tapi saya tetap pada satu tujuan harus lulus dan bisa menjadi seorang Sarjana.

Singkat cerita 4 tahun berlalu saya menempuh perkuliahan dan menjadi seorang Sarjana Ekonomi, ketika lulus sarjana dalam waktu 2bulan kelulusan tersebut saya putuskan untuk resign dari PT. Carrefour Indonesia karena saya ingin mencoba mengadu nasib dengan ijasah yang baru, setahun telah berlalu kemudian saya melamar di SMKN 2 Karawang untuk menjadi guru Produktif dan Alhamdulillah saya diterima untuk menjadi Guru Honorer, disini saya sangat bersyukur sekali akhirnya cita-cita yang sudah lama saya inginkan bisa tercapai. Saya memulai menjadi guru dari Nol dari tidak bisa apa-apa karena saya akui bukan dari lulusan khusus Keguruan , layaknya teman-teman saya yaitu Sarjana Pendidikan serta ditambah ketika menjadi guru pertama kali di masa pandemi ketika wabah COVID 19 Melanda, 

Metode pembelajaran saya berikan dengan banyak cara baik secara daring yang penting niat saya bagaimana siswa bisa mendapatkan materi dan bisa tetap berkomunikasi tidak ada kata putus meski tidak dengan tatap muka, saya menerapkan kuesioner untuk mengetahui kendala siswa belajar dan tidak membatasi siswa dalam hal bertanya melalui HP atau komunikasi lainnya, bahkan saya sampaikan kepada para siswa sekalipun kalian Whatsapp pkl 23:30 bapak akan standby untuk kalian. Dalam hal ini karena saya memaklumi banyak kendala yang mereka alami dari tidak punya kuota, sulit jaringan karena siswa ada yang didaerah perkampungan dsb.

Banyak ilmu yang saya dapat dari Senior-senior PNS di SMKN 2 Karawang, dalam setahun mengajar saya dipilih oleh kepala program kejuruan untuk mengikuti kegiatan Pelatihan yang diselenggarakan oleh HAFECS/Guru Inovatif. Dengan rasa memikul amanah yang diberikan saya berkomitmen dan dengan bersungguh-sungguh mengikuti pelatihan, dan saya tidak menyangka menjadi kategori guru terbaik Program HAFECS serta mendapatkan reward dan ilmu yang banyak serta bermanfaat untuk kelangsungan karir saya sebagai seorang Guru yang pemula dan baru belajar.

Dua tahun berlalu menjadi guru Program PPPK muncul yang digaungkan oleh Mas Menteri Nadiem, saya mengikuti hingga tahap 2 meski Lulus namun tidak mempunya formasi, disini saya belajar tawakal karena sekolah saya tercinta SMKN 2, banyak yang lulus dari sertifikasi guru Swasta ke sekolah saya, mungkin betul dari sebagian masyarakat berkata terjadilah migrasi besar-besaran dimana sekolah Swasta hijrah ke sekolah negeri. Namun saya tidak putus asa karena niatan awal saya mengajar bukan untuk mencari Materi semata namun saya ingin mencurahkan ilmu dan ingin mencerdaskan anak bangsa. Lalu saya melamar ke sekolah Swasta SMK ROSMA Karawang tepatnya bulan Februari 2022, dan disinilah saya masih berkarir sebagai seorang Guru untuk memenuhi cita-cita mulia saya yaitu ingin Mencerdaskan anak bangsa, yang tentunya berkarakter, ber akhlak dan berbudi pekerti luhur. 

Aamiin Ya Mujibassailin….

Cita-CitaYangTertundaUntukMencerdaskanAnakBangsa
Komentar (29)

Tuliskan Komentar Anda

Komentar Terbaru

FUJI RIZKI NURRANI
1 bulan yang lalu

Maa Shaa Allah sungguh inspiratif pa kisahnya.. Banyak pelajaran yang bisa saya ambil, Good job sangat luar biasa..


Roni Hariyanto Bhidju, S.Pd.
1 bulan yang lalu

Luar biasa pak...


Ag. Ari Budi Cahyanto, S.Ag.,MM
1 bulan yang lalu

Salam hormat, terima kasih atas inspirasinya. Semoga sukses.

Rekomendasi Artikel