Published 07 Jul 2022

Tantangan menjadi guru di tengah kemajuan zaman

Istilah yang mengatakan bahwa “Dunia dalam genggaman” semakin nyata dirasakan. Segala sesuatu dapat dicari, dipelajari, bahkan dibeli hanya dalam satu kali ‘klik’. Tetapi perlu diakui tidak semua siap menghadapi kemajuan pesat seperti ini. Begitu pula dunia pendidikan.

Refleksi

Lusitania Margretha, S. Pd

Kunjungi Profile
Bagikan

Istilah yang mengatakan bahwa “Dunia dalam genggaman” semakin nyata dirasakan. Segala sesuatu dapat dicari, dipelajari, bahkan dibeli hanya dalam satu kali ‘klik’. Tetapi perlu diakui tidak semua siap menghadapi kemajuan pesat seperti ini. Begitu pula dunia pendidikan.

Menjadi guru di era sekarang ini punya tantangan sendiri. Teknologi diciptakan tujuan sebenarnya adalah untuk memudahkan dan memfasilitasi segala kebutuhan manusia, termasuk dalam hal belajar. Tetapi harus disadari gempuran informasi yang terlalu banyak diterima anak kadang kala juga memberi pengaruh buruk. Anak masa sekarang begitu mudah mengikuti segala sesuatu yang sedang populer. Jika salah langkah, generasi yang sedang bertumbuh ini akan dengan mudah “ikut-ikutan”.

Beberapa waktu belakangan banyak yang membuat tantangan aneh dan beresiko, dan diikuti para remaja yang memang sedang berada dalam usia dimana rasa ingin tahu terhadap sesuatu sedang tinggi. Disinilah peran orang tua bahkan guru untuk mendampingi anak-anak ini dalam memilah mana yang bermanfaat dan tidak.

Banyak anak-anak yang mulai melupakan jati diri bangsanya sendiri, yang penuh dengan keanekaragaman budaya dan adat istiadat. Seharusnya ini menjadi kebanggaan kita sebagai Warga Negara Indonesia. Karakter bangsa yang seharusnya penuh dengan nilai-nilai kesopanan juga mulai tergerus. 

Sesungguhnya tantangan ini cukup berat, tetapi bukan tidak mungkin kita para pendidik akan mampu menghadapinya.  Satuan pendidikan sebagai harapan untuk memperbaiki kondisi ini, harus mulai bergerak dan kompak. Kurikulum baru yang mulai diterapkan diharapkan mampu mendukung perjuangan ini.

Langkah awal tentu saja dimulai dari pendidik itu sendiri dalam memahami, merenungi, meresapi bahkan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan. Agar karakter yang bertumpu pada Pancasila ini semakin kuat. Pendidikan adalah tonggaknya, dan guru adalah motor penggeraknya. Guru harus mampu berinovasi dan kreatif agar sekolah tidak hanya menjadi kewajiban saja bagi murid, tetapi wadah yang menyenangkan untuk mereka bertumbuh dan berkembang, Agar dengan bekal yang cukup, mereka mampu menghadapi tantangan masa depan beriringan dengan zaman yang semakin berkembang pesat dan mereka siap menghadapi kemajuan ini dengan karakter yang baik.

Buat Akun Gratis di Guru Inovatif
Ayo buat akun Guru Inovatif secara gratis, ikuti pelatihan dan event secara gratis dan dapatkan sertifikat ber JP yang akan membantu Anda untuk kenaikan pangkat di tempat kerja.
Daftar Akun Gratis

0

0

Komentar (0)

-Komentar belum tersedia-

Related Post

Mengisi Tangki Cinta Anak

Redaksi Guru Inovatif

Sep 21, 2022
5 min
Karakter MEMAAFKAN

Ardi Palipi Simbolon, M.Si

Aug 15, 2022
1 min
Best Practice Refleksi Karyanti

Apt. Karyanti, S.Si

Dec 08, 2022
1 min
“SelfCare” New Normal Ala Santri Sabilillah Seni Memupuk Karakter Cinta Diri Sendiri

Aisyah fat

Jul 22, 2022
9 min
4 Cara Menyeimbangkan Peran Orang Tua sebagai Guru

Redaksi Guru Inovatif

Jun 03, 2022
2 min
Cara Pendekatan Ke Siswa Introvert di Sekolah

Redaksi Guru Inovatif

Nov 29, 2022
4 min

GuruInovatif.id adalah Platform Online Learning Bersertifikat untuk Guru. Bangun keterampilan mengajar dengan kursus, webinar, dan sertifikat.


Copyright © 2022. GuruInovatif.id. All rights reserved. Guru Inovatif untuk pendidikan Indonesia