Ketut Wariana, S.Pd

Kunjungi Profil

"Mai Melajah" cara baru "melajah" kekinian

aplikasi mai melajah

“Think big, dream big, dream believe and make it happen” itulah kalimat motivasi yang sering saya gaungkan serta gunakan sebagai penyemangat dalam melaksanakan kegiatan serta mencapai mimpi mimpi. Saya merupakan anak desa lahir dari keluarga yang kurang mampu, bapak adalah seorang buruh bangunan serta ibu setiap harinya mendampingi bapak menjalani pekerjaannya. Mimpi untuk menjadi Guru sudah dicita-citakan sedari kecil, bukan karena embel embel penghasilannya dulu menjadi yg utama tetapi keinginan untuk memberikan semangat kepada peserta didik agar bisa mengenyam dunia pendidikan yang lebih tinggi. Berbagai perjalanan sudah dilalui, pahit manis nya dalam mewujudkan keinginan menjadi seorang Sarjana Pendidikan sudah terlewati. Pada formasi CPNS 2019 Ahli Pertama Guru Muatan Lokal bisa lulus dengan skor yang tidak mengecewakan.

Pada 7 Januari 2021 saya memulai perjalanan sebagai seorang Guru CPNS Muatan Lokal atau Bahasa Bali di SMP Negeri Satu Atap 2 Kubutambahan, Kecamatan Kubutambahan, yang terletak di wilayah selatan dari Kabupaten Buleleng, tepatnya di Desa Tambakan, desa yang berada pada daerah perbukitan berbatasan langsung dengan Kabupaten Bangli dan Kabupaten Badung. Sekolah kami merupakan sekolah yang berdampingan dengan SD N 1 Tambakan, berdampingan dengan cuaca sejuknya dari Kintamani, meski kami berada pada wilayah Kabupaten Buleleng, tetapi merasakan sejuknya dan dinginnya hawa Kintamani Kabupaten Bangli. Jarak yang ditempuh menuju sekolah kurang lebih 90 menit dengan medan jalan yang menurut orang yang baru melewati pasti merasa sangat was was, tetapi setelah dilewati sangat merasa tertantang. Suasana pembelajaran sama seperti sekolah yang lainnya, dan segala sesuatunya berubah ketika kehadiran covid 19 yang menerpa Bali bukan hanya Bali, Indonesia tetapi seluruh dunia. Pendidikan menjadi terhambat karena adanya pandemi ini. Karena upaya pemerintah dalam menanggulangi COVID – 19, yang mana semua aktivitas yang semula dilakukan diluar rumah menjadi didalam rumah, hampir 100% aktivitas kerja dan sekolah dilakukan dari rumah. Hal ini berdampak dalam proses pendidikan, dimana tenaga pendidik maupun peserta didik harus melewati masa transisi, yang awalnya mereka melakukan proses belajar mengajar dengan tatap muka berubah menjadi proses belajar menggunakan teknologi.

Pembelajaran daring atau pembelajaran online untuk di sekolah kami, masih dirasakan sulit, berbeda dengan sekolah yang berada pada daerah kota, atau daerah yang memang memiliki akses yang mudah. Permasalahan mulai muncul ketika banyak siswa yang sangat kesulitan mengikuti pembelajaran daring, penyebabnya adalah selain kuota yang dimiliki tetapi yang menjadi utama adalah keadaan signal gawai siswa. Ada pada beberapa tempat pada wilayah kami berada pada wilayah blank spot atau susah mengakses signal, berakibat pada lambatnya siswa mengumpul tugas dan menerima pembelajaran. Tantangan yang luar biasa memang dialami oleh semua pendidik pada masa pandemi saat ini, berharap materi pelajaran yang disampaikan berharap bisa diserap oleh siswa yang pastinya akan bermanfaat untuk masa depannya kelak, tetapi karena kondisi pembelajaran daring yang tidak sesuai dengan harapan dari seorang pendidik. 

Bahasa Bali merupakan mata pelajaran muatan lokal dan menjadi mata pelajaran wajib untuk proses belajar-mengajar mulai dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah atas di Pulau Dewata. Selama ini siswa selalu beranggapan bahwa pelajaran Bahasa Bali merupakan pelajaran yang selalu berkaitan dengan hal hal yang kedaerahan dan sulit untuk bisa dikembangkan, terkadang siswa enggan untuk mempelajari serta kurangnya minat untuk mempertahankan Bahasa Bali. Penyebab berkurangnya minat generasi muda untuk belajar Bahasa bali adalah karena pengaruh globalisasi dimana globalisasi ini akan cepat membawa masuk budaya luar yang lebih moderen sehingga bisa menggerus suatu kearifan lokal. Meski ditengah pandemi covid 19 serta gempuran dari budaya luar yang masuk, sebagai Guru Bahasa Bali harus mampu meyakinkan dan memberikan proses pembelajaran yang membuat peserta didik mampu memahami serta mengembangkan kompetensinya. Pemerintah saat ini sudah menerapkan penyelenggaraan pendidikan berbasis kompetensi. Tak terkecuali dalam proses pembelajaran secara online juga didorong agar bisa mencapai kompetensi para siswa. 

Pada pembelajaran daring Bahasa Bali di SMP Negeri Satu Atap 2 Kubutambahan, selain ingin mengoptimalkan pembelajaran, mempertahankan kearifan lokal serta tentu saja membuat pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa, saya sebagai Guru Bahasa Bali ini membuat media atau aplikasi android yang bisa diakses siswa baik siswa sedang online ataupun siswa tidak memiliki kuota (offline). Aplikasi android ini diberi nama Aplikasi Mai Melajah, yang dalam Bahasa Indonesia nya memiliki arti Ayo Belajar, alasan diberi nama demikian adalah ingin memotivasi siswa agar selalu semangat belajar di tengah pandemi covid 19. Adapun fitur – fitur yang terdapat pada aplikasi mai melajah yakni menu Tujuan berisi tentang tujuan pembelajaran dari materi yang akan didapatkan peserta didik, menu Materi berisi tentang materi-materi yang akan dipelajari, menu Absen berisi form kehadiran siswa selama mengikuti pembelajaran, menu Video berisi tentang video pembelajaran yang diberikan Guru, pada menu video terintegrasi dengan youtube, jika media lain biasanya siswa mengklik link kemudian menuju ke youtube, berbeda dengan aplikasi ini siswa langsung menonton melalui aplikasi mai melajah, menu Tugas berisi tentang form tempat pengumpulan tugas siswa, menu Ujian berisi tentang siswa bisa mengikuti ujian atau test serta permainan online seru yang diadakan Guru, ada menu Profil berisi tentang siswa bisa mengetahui profil dari pengembang, serta yang lebih spesialnya lagi adalah menu Chat Pak Guru, selain siswa bisa berdiskusi dengan guru melalui whatsapp, siswa juga bisa langsung berdiskusi dengan Guru melalui fitur Chat Pak Guru. 

Aplikasi Android ini sudah dipasang pada gadget siswa, serta siswa sudah merasakan keseruan  dari Aplikasi Android Mai Melajah, jika dilihat dari segi kompetensi, siswa bisa tetap melatih kompetensi nya melalui aplikasi ini, pada kompetensi sikap bisa terlihat pada sikap siswa dalam mengikuti pembelajaran, untuk kompetensi pengetahuan bisa terlihat dari hasil ujian, test atau permainan seru yang terdapat pada aplikasi tersebut, serta untuk kompetensi keterampilan, selain terampil menggunakan teknologi, untuk mata pelajaran Bahasa Bali pada aplikasi ini tetap menggunakan Bahasa Bali, terampil berbicara Bahasa Bali dengan mengirimkan tugas berupa video berbicara pada menu Tugas yang sudah disiapkan pada aplikasi tersebut. 

Dampak yang dihasilkan dari penerapan digitalisasi Bahasa Bali melalui Aplikasi Android Mai Melajah ini adalah siswa tidak lagi merasakan bahwa Bahasa daerahnya yang dirasakan selama ini hanya cukup sampai daerah saja, tetapi masih bisa di digitalisasi sesuai dengan perkembangan jaman dan perkembangan teknologi, siswa merasa semakin termotivasi belajar Bahasa Bali meski ditengah pandemi, siswa yang selama ini ada pada kondisi blank spot atau kesusahan signal masih bisa mengakses dengan aplikasi ini karena ada beberapa menu yang masih bisa diakses offline, meski pembelajaran daring siswa masih bisa mengembangkan kompetensi nya karena aplikasi ini bisa tetap mengasah kemampuan dan kompetensi siswa.

"MaiMelajah"carabaru"melajah"kekinian
Komentar (21)

Tuliskan Komentar Anda

Komentar Terbaru

Juli Restiani
3 minggu yang lalu

💪💪💪


Anggi Cahya
3 minggu yang lalu

Smangt pak


Putu Rina Novi Yanti
3 minggu yang lalu

Semangat pak🙏

Rekomendasi Artikel