Anton Adhy Pujianto, S. Pd., M. Pd

Kunjungi Profil

Menggapai Asa, Membangun Karakter Anak Desa

Namaku Anton Adhy Pujianto dari Jawa Timur, Founder SKA_IC (Sekolah Karakter Anak_Inovasi Creative) Sidoarjo. SKA_IC adalah pendidikan tambahan bagi anak untuk menjadikannya berakhlak mulia, kreatif, dan inovatif dalam menghadapi tantangan zaman. Berawal dari keprihatinan melihat lingkungan sekitar, remaja-remaja yang suka meminum minuman keras ketika malam hari dan bahkan ada yang masih tingkat SMP mencoba meminumnya juga. Pengaruh lingkungan pergaulan yang tak terkontrol oleh orang tua, minimnya pendidikan pola asuh yang baik, dan permasalahan pada keluarga menjadikan anak- anak sekitar tempat tinggalku mudah terjerumus pada perilaku negatif dalam kehidupan. Tahun 2012 aku menggagas kegiatan anak-anak. Kegiatan yang ku kemas dengan sebuah  mengasah keterampilan, membuat kolase dari bahan alam, dan permainan tradisional untuk memberikan warna kegiatan positif pada anak. Mereka antusias dalam bermain permainan tradisional sehingga kadang lupa waktu.

Permainan tradisional yang aku lakukan bersama anak-anak sangat beragam mulai dari gobak sodor, benteng-bentengan, petak umpet, dan  engklek. Kegiatan itu sangat seru, mereka melakukannya setiap hari setelah ia pulang dari sekolah formalnya. Yang ikut, anak usia SD dan SMP. Sebulan berjalan, para orang tua banyak yang protes kepadaku... katanya anaknya kebanyakan bermain tak pernah belajar. Orang tua melarang untuk bermain di rumahku, sehingga yang bertahan hanya 7 anak yang aktif berkegiatan bersamaku. Padahal dalam kegiatan bermain tradisional itu aku menyelipkan pembelajaran tentang nilai-nilai karakter anak seperti gotong royong/ kerjasama, sportif, ketangguhan berusaha, menghargai orang lain dan sebagainya. Dari kejadian orang tua melarang anaknya untuk bermain bersamaku, aku mulai berpikir bagaimana caranya agar orang tua membolehkan anaknya bermain sehingga anak mempunyai wadah kegiatan positif.

Kemudian tercetuslah ide menyelipkan kegiatan bermain tradisional itu dengan kegiatan belajar materi pelajaran sekolahnya karena banyak anggapan orang-orang disekitarku jika tidak mempelajari matematika, IPA, Bahasa Indonesia namanya tidak belajar. Pada anak yang bertahan ketujuh anak tersebut, dengan sungguh-sungguh ku tetap menjalankan unsur bermain dan keterampilan, mereka banyak menunjukkan perkembangan prestasi dalam sekolah formalnya maupun prestasi dalam pergaulannya. Hal itu memunculkan word of mouth sehingga kabar prestasi anak didikanku menyebar ke desa-desa sekitar.

Dampaknya, semakin hari semakin banyak yang bergabung tidak hanya anak dari desaku sendiri melainkan juga berasal dari desa-desa yang lain, hampir lima belas desa. Hingga akhirnya pada tahun 2015 jumlah anak yang aktif tergabung 54 anak dari berbagai desa sekitar. Aku mencari relawan-relawan pendidikan karena untuk mengajari anak sebanyak itu harus ditambah Bapak/ Ibu gurunya. Beruntunglah banyak orang-orang baik berada disekelilingku mau membantu. Relawan SKA_IC rata-rata berstatus mahasiswa. Mereka bukan hanya mengajar melainkan juga belajar untuk menjadi seorang guru yang hebat, menggali pengalaman dariku, dan juga berbagi ide gagasan pendidikan.

Hingga saat itu, Aku memiliki 11 orang relawan SKA_IC dari berbagai universitas yang aku beri nama MasterMind IC. Aku semakin bersemangat hingga sampai rumahku sendiri aku jadikan seperti ruang kelas. Ruang tamu ku jadikan ruang kelas anak TK. Kamar tidur ku jadikan ruang UKS (Usaha Kesehatan Sekolah),Toilet buat anak-anak jikalau ingin Ke kamar kecil, Ruang kamar lantai 2 dan balai-balai rumah ku jadikan kelas SD dan Tingkat SMP serta perpustakaan mini. Tidurku sehari-hari disembarang tempat. Aku senang dan bangga rumahku menjadi tempat anak-anak menimba ilmu. Suasana ramai penuh dengan suasana keilmuan. 

Aku juga meluncurkan program teacher without title, sebuah program mewadahi anak- anak yang memiliki cita-cita menjadi seorang guru. Melatih anak-anak menjadi guru kecil tanpa gelar, mengajari mereka bagaimana menyampaikan sebuah materi pelajaran kemudian kita bawa mereka praktek ke bimbingan belajar ataupun karang taruna yang ada di desa-desa. Untuk melancarkan program tersebut ku harus menelusur ke desa-desa untuk meminta kerjasama. Berbagai penolakanpun aku terima. Ku tak putus asa menjalankan setiap prosesnya demi anak-anak didikanku tercinta. Aku percaya, suatu saat kelak anak-anak dari desa ini menjadi generasi hebat yang mengharumkan nama Bangsa menjunjung tinggi kemuliaan Negara karena mereka, memiliki tujuan mulia.

MenggapaiAsaMembangunKarakterAnakDesa
Komentar (2)

Tuliskan Komentar Anda

Komentar Terbaru

Insiyah,S.Pd.SD.,M.Pd
7 bulan yang lalu

Keren sekali mas semoga sebagai amal jariyah kelak,semangat berinovasi tiada henti


Anton Adhy Pujianto, S. Pd., M. Pd
7 bulan yang lalu

Semoga Menginspirasi.