Alifah Indalika

Guru PAUD

Saya sangat termotivasi untuk menjadi pendidik. linieritas pendidikan sarjana dan magister serta profesi sebagai guru dan akademisi, membuktikan bahwa saya berupaya maksimal dalam membekali kompetensi dan kapabilitas saya di dunia psikologi pendidikan anak

Kunjungi Profil

Ibu Kota Ramah Anak

Pemerintahan baru era 2020-2024 mencanangkan pemindahan Ibu Kota Negara ke pulau Kalimantan. Penamaan Ibu Kota Nusantara dipilih dengan pertimbangan bahwa ragam budaya, agama, suku, dan latar belakang Rakyat Indonesia dapat Bersatu dan difasilitasi di ibu kota baru ini. Pun tidak terlepas dengan kepentingan bahwa Ibu Kota Nusantara dapat juga menjadi mimpi nyata bagi munculnya Ibu Kota Ramah Anak. Berdasarkan data pada tahun 2018 yang disajikan melalui proyeksi Badan Perencanaan Pembandungan Nasional pada tahun 2018 terdapat 70,49 juta jiwa atau sekitar 36,6% dari total populasi penduduk yang masih tergolong anak-anak. Anak-anak sebagai generasi penerus bangsa perlu mendapatkan ruang untuk beraktivitas dan berkreasi agar dapat menginspirasi banyak orang dengan imajinasinya yang tanpa batas. Lantas, bagaimana ciri bahwa sebuah Kota dapat dikatakan Ramah Anak ?. Sedikitnya beberapa hal berikut ini dapat menjadi pertimbangan untuk merancang Ibu Kota Nusantara yang menjamin setiap Hak Anak, diantaranya :  

  1. Ketersediaan fasilitas menjamin pemenuhan anak. Konvensi Hak Anak yang disampaikan oleh UNESCO PBB  menyebutkan bahwa anak-anak memiliki hak untuk bermain, belajar, mendapatkan akses kesehatan, hak untuk makan dan  berekreasi. Ibu kota baru perlu menghadirkan ruang hijau terbuka dan lapangan yang luas agar anak-anak dapat bebas berinteraksi dan bermain bersama teman-temannya dengan aman dan nyaman. Fasilitas yang tidak kalah penting adalah pendidikan sebagai dukungan pemerintah dalam program wajib belajar serta sebagai dasar pembentukan karakter bangsa sesuai dengan agenda pembangunan nasional yang ke-8 dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020-2024, yakni pendidikan tidak hanya sebagai sarana transfer pengetahuan tetapi juga memfasilitasi individu agar mampu belajar sepanjang hayat sehingga terbentuk karakter untuk memperkuat daya intelektual, serta menanamkan jiwa mandiri dan spirit berdikari. Idealnya rencana pemerintah tersebut perlu didukung dengan ketersediaan akses pendidikan yang mudah, murah, dan berkualtias. Pemenuhan kebutuhan bermain dan belajar anak, perlu didukung dengan fasilitas kesehatan yang memadai agar anak-anak dapat tetap menerima informasi pembelajaran dengan optimal.   Sehingga hak-hak lainnya seperti hak makan dan hak mendapatkan rekreasi dapat terpenuhi dengan baik sebagai dasar kebutuhan anak.
  2. Kebijakan berpusat pada kebutuhan anak. Program-program kebijakan yang disusun pemerintah berorientasi pada kebutuhan anak, diantaranya kebutuhan mendapatkan perlindungan, kebutuhan mendapatkan identitas, status kebangsaan, serta kebutuhan untuk mendapatkan kesetaraan. Pemerintah perlu menyusun kebijakan agar anak-anak merasa terlindungi dari ancaman kejahatan, perilaku kekerasan, serta perilaku perundungan. Kebijakan mengenai kemudahan untuk mendapatkan akses idenitas dasar seperti pengurusan akta kelahiran, pembuatan kartu identitas anak, serta penyesuaian identitas bagi warga negara asing, perlu diatur agar anak-anak tetap mendapatkan hak identitas dasarnya. Selain itu yang tidak kalah penting, anak-anak yang memiliki kebutuhan khusus juga perlu difasilitasi dan mendapatkan hak yang sama dengan anak-anak lainnya.
  3. Program Sekolah Orangtua sebagai dasar ketahanan keluarga. Pemerintah perlu menyusun program sekolah orangtua sebagai bentuk dukungan dalam mewujudkan hak anak untuk berperan dalam pembangunan bagi 81.210.230 keluarga berdasarkan Survei Penduduk Antar Sensus di tahun 2015. Tercatat dalam capaian pembangunan tahun 2015-2019 dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional, menunjukkan keluarga yang memiliki pemahaman dan kesadaran tentang fungsi keluarga baru mencapai 28% berdasarkan survei kinerja dan akuntabilits program kependudukan tahun 2018, hal ini menunjukkan masih rendahnya pengetahuan orangtua tentang keluarga utamanya dalam mendidik anak. Padahal keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama yang dijumpai anak, sehingga penting untuk Ibu Kota baru mencanangkan program sekolah orangtua. Program sekolah orangtua ini penting agar tidak anak-anak tetap mendapatkan kasih sayang dan perhatian sebagai dasar pembentukan karakter anak.

Anak-anak sebagai generasi penerus bangsa perlu mendapatkan perhatian dan perlindungan yang layak dari pemerintah. Dengan hadirnya ibu kota baru berbasis ramah anak, diharapkan pemenuhan kebutuhan, hak, serta kepentingan anak dapat diwujudkan dalam fasilitas, layanan, serta kebijakan yang disusun oleh pemerintah.

https://www.instagram.com/p/CgLMv5VBjg6w384MrC-splUuRN_0C33XgoIoQw0/
Komentar (0)

Tuliskan Komentar Anda

- Belum ada komentar, jadilah yang pertama berkomentar -